JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

EFEKTIFITAS EFFECTIVE MICROORGANISME (EM) DALAM MEMPERCEPAT PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK October 7, 2011

Filed under: Kesehatan — Urip Santoso @ 1:06 am
Tags: , , ,

Oleh: ETMON JULIANSYAH

ABSTRAK

Etmon Juliansyah, 2011 “ Effektifitas  Effective Microorganisme (EM) dalam Mempercepat  Proses Pengomposan Sampah Organik”. Sebuah tulisan ilmiah yang diberikan berbentuk tugas dalam mata kuliah penyajian ilmiah. Untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari sampah salah satu solusinya mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengolah sampah menjadi kompos. Sampah organik : yaitu sampah yang mengandung senyawa-sanyawa organik, karena itu tersusun dari unsur-unsur seperti C, H, O, N, dan lain-lain (umumnya sampah organik dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme. Kompos adalah produk dari pengomposan, yaitu cara untuk mengkonversikan bahan-bahan organik menjadi bahan yang telah dirombak lebih sederhana dengan menggunakan aktifitas mikrobakteria, semacam perombakan yang terjadi pada bahan organik dalam tanah oleh bakteri tanah, Effektive microorganisme (EM) merupakan  sumber bakteri yang banyak digunakan di dalam proses pembuatan kompos. Media ini akan membantu pembuatan kompos menjadi lebih singkat, mudah dan berkualitas lebih baik. Kandungan C/N bahan dengan C/N tanah harus seimbang . Selain itu kesetabilan suhu harus dijaga, suhu ideal  30 45⁰ C begitu juga dengan PH, dan kelembaban.Untuk mengolah sampah menjadi organic menjadi kompos diperlukan alat yang disebut komposter. Kompos sangat bermanfaat sebagai pupuk organic bagi tanaman.

Kata Kunci : Sampah Organik, Kompos, Effektive Microorganisme (EM)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang

Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan prilaku gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbulan sampah, jenis dan keberagaman karakteristik sampah. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan kebutuhan hidup sehari-hari serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan. Meningkatnya volume timbulan sampah menimbulkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam menangani masalah sampah. (more…)

 

MEMANFAATKAN SAMPAH ORGANIK MENJADI HASIL OLAHAN KOMPOS PADA SKALA RUMAH TANGGA October 10, 2009

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 9:34 am
Tags: , , ,

Oleh : Andriyeni

Mahasiswa program studi pascasarjana PSL fakultas pertanian UNIB

ABSTRAK

Andriyeni, 2009. “Memanfaatkan Sampah Organik Menjadi Hasil Olahan Kompos Pada Skala Rumah Tangga”. Sebuah tulisan ilmiah yang diberikan berbentuk tugas dalam mata kuliah pengajuan ilmiah. Untuk menjaga lingkungan bersih bebas dari sampah salah satu solusinya mengubah kebiasaan membuang sampah untuk mengolah sampah menjadi kompos dimulai dari sampah rumah tangga. Sampah organik ialah sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti dedaunan dan sampah dapur yang sifatnya mudah terurai secara alami dengan bantuan mikroorganisme. Proses pengolahan sampah organik menjadi kompos, tahapan pemilahan dan penyeleksian sampah penting dilaksanakan, hindari dari sisa-sisa daging, tulang, duri-duri ikan, produk yang berasal dari susu, sisa-sisa makanan berlemak, dikarenakan kesemuanya itu dapat diperoleh kompos yang kualitas tidak baik karena bisa menimbulkan bau busuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kompos seperti bahan baku, suhu, nitrogen dan kelembapan bahan sampah organik yang berasal dari sisa sayuran dapur lebih cepat terurai dan tidak berbau. Kandungan C/N bahan dengan C/N tanah harus seimbang. Selain itu kestabilan suhu harus dijaga, suhu ideal ( 40-50 ºC). Sementara nitrogen dibutuhkan oleh bakteri pengahancur untuk tumbuh dan berkembang biak. Kelembapan dalam timbunan kompos harus diperhatikan dan dijaga keseimbangannya. Kelembapan yang tinggi menyebabkan volume udara menjadi berkurang. Sampah rumah tangga sangat ideal dijadikan kompos. Untuk mengolah sampah rumah tangga diperlukan alat yang disebut komposter. Kompos rumah tangga bermanfaat sebagai pupuk organic bagi tanaman.

Kata Kunci : sampah organik, kompos, skala rumah tangga. (more…)

 

PENGELOLAAN SAMPAH SECARA TERPADU DI WILAYAH PERKOTAAN April 5, 2009

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 12:38 am
Tags: , , ,

Oleh

Ir. Ibnu Umar

ABSTRAK

Sampah perkotaan dari hari ke hari semakin meningkat produksinya sejalan dengan pertumbuhan penduduk perkotaan yang meningkat. Pemerintah kota dalam hal ini telah menyiapkan TPS yang mendekati masyarakat, maupun gerobak atau mobil yang beroperasional dari rumah kerumah untuk mengambil sampah yang selanjutnya sampah dibawa ke TPA. Namun demikian sistem yang sedang berjalan tersebut masih belum mampu menyelesaikan permasalah sampah dengan baik dan tuntas.

Oleh karenya diperlukan terobosan baru untuk penangananya, yaitu dengan sistem Silarsatu dengan prinsip sistem pengelolaan sampah tanpa sisa (zero waste system). Sistem ini merupakan pengelolan sampah dengan reaktor sampah terpadu, karena akan melibatkan stokholder secara utuh dan proposional. Pada sistem ini masyarakat dilibatkan secara penuh, pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator dan regulator. Masyarakat akan mengelola sendiri sampahnya, masyarakat akan merasa memiliki dan juga akan memperoleh pendapatan dari pengelolaan ini, sedangkan Pemerintah Daerah akan sangat berkurang beban yang ditanggungnya. Partisipasi masyarakat yang diperlukan disini adalah dimulai dari mengemas sampahnya sendiri sesuai dengan jenis sampah yang ada, misal sampah dari rumah tangga, yang selanjutnya dikumpulkan oleh petugas (dari masyarakat) pengumpul dengan gerobak/mobil sampah dan dibawa ke lokasi proses silarsatu. Di lokasi ini sampah tersebut dipilih dan dipilah serta disortasi ulang oleh petugas yang sudah ahli baik memakai alat maupun secara manual menjadi kelompok-kelompok sampah. Dalam proses selanjutnya untuk sampah-sampah diproses sesuai dengan jenisnya, yaitu untuk sampah logam akan dipres dengan alat pengepres, sampah plastik dihancurkan dengan mesin penghancur plastik menjadi bijih plastik, sedangkan sampah organik piproses menjadi kompos dengan mikroba pengurainya (bakteri, jamur, atau cacing) yang selanjutnya dikemas. Semua sampah dengan sistem ini relatif habis menjadi bahan-bahan yang dapat di jual dipasaran yang membutuhkan.

 

Kata kunci : Terobosan, terpadu, partisipasi masyarakat, silarsatu. (more…)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers