JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

Profil Lingkungan Hidup Propinsi Bengkulu (II) April 22, 2009

Filed under: Profil — Urip Santoso @ 9:15 am
Tags: , , , ,

BAB II

STATUS KOMPONEN LINGKUNGAN HIDUP DI PROPINSI BENGKULU

2.1. Lahan

            Luas lahan terbuka tertera pada Tabel 1. Luas untuk pemukiman pada tahun 2005 adalah 43.782,50 ha. Luas lahan untuk pemukiman ini lebih luas jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terkait dengan kebutuhan manusia akan rumah, maka sejalan dengan berkembangnya kabupaten baru dan bertambahnya jumlah penduduk dan rumah tangga maka semakin banyak pula kebutuhan terhadap pemukiman.

           

Tabel 1. Luas lahan terbuka di Propinsi Bengkulu tahun 2005

Parameter

Jumlah (ha)

Pemukiman

43.782,50

Tanah pertanian

98.846,40

Tanah perkebunan

533.335,00

Tanah kering

37.380,08

Tanah kosong

136.262,42

Lahan kritis

592,00

Hutan

1.061.783,58

Industri

510,14

Kebun campuran

65.102,93

Lainnya

1.274,95

Sumber: SLHD Bengkulu (2005)

 

            Lahan pertanian di Propinsi Bengkulu relative sedikit dikarenakan topografi propinsi Bengkulu yang sangat variatif dengan tingkat kemiringan yang reltif tinggi. Lahan pertanian ini bila dibandingkan dengan luas Bengkulu hanya 4,99%. Kabupaten yang mempunyai struktur tanah yang subur karena berada di dekat gunung berapi Bukit Kaba adalah Kabupaten Rejang Lebong.

            Secara rata-rata pH tanah di Propinsi Bengkulu adalah 4,63 (pH H2O) dan 4,09 (pH KCl). Jadi tanah di Bengkulu bersifat asam.

Tabel 2. Sifat kimia tanah di Propinsi Bengkulu

Parameter

Lokasi 1

Lokasi 2

Rata-rata

pH (H2O)

4,45

4,80

4,63

pH (KCl)

4,25

3,93

4,09

KL (%)

16,19

10,94

13,57

C (%)

3,26

 

3,26

P (ppm)

20,64

2,01

11,33

K (me/100 g)

0,50

0,63

0,57

Ca (me/100g)

6,00

2,52

4,26

N (%)

 

0,31

 

Mg (me/100g)

 

2,00

 

Sumber: Andal PT Agro Muko (2005)

 

Tabel 3. Sifat fisik tanah di Propinsi Bengkulu tahun 2005

Parameter

Lokasi 1

Lokasi 2

Rata-rata

Struktur

SAB

SAB

 

Permeabilitas (cm/jam)

2,76

2,76

2,76

BV

1,15

1,19

1,17

Plastisitas

AP

 

 

Konsistensi

 

GB

 

AP= agak plastis; GB= gembur

Sumber: Andal PT Agro Muko (2005)

 

            Testur tanah di Propinsi Bengkulu didominasi oleh pasir yaitu sebesar 64,17%, selanjutnya debu 22,8% dan liat 12,53% (Tabel 4).

 

Tabel 4. Tekstur tanah di Propinsi Bengkulu tahun 2005

Parameter

Lokasi 1

Lokasi 2

Rata-rata

Pasir (%)

65,68

62,65

64,17

Debu (%)

21,88

23,72

22,8

Liat (%)

11,43

13,63

12,53

Tekstur

SL

SL

 

Sumber: Andal PT Agro Muko (2005)

 

            Seperti yang telah diuraikan bahwa tingkat kemiringan di Bengkulu adalah tinggi (Tabel 5).  Tingkat kemiringan  > 40 cukup tinggi yaitu 617.256 ha. Dengan tingkat kemiringan yang tinggi, maka  resiko bahaya erosi adalah tinggi, oleh sebab itu, perlu diterapkan pola tanam yang memperhatikan masalah ini.

Tabel 5. Erosi tanah di Propinsi Bengkulu tahun 2005 (ha)

Kemiringan tanah

Jumlah (ha)

0-3

296.222

3-8

169.013

8-15

314.858

15-25

319.251

25-40

262.270

>40

617.256

Jumlah

1.978.870

Sumber: Andal PT Agro Muko (2005)

 

2.2. Perairan

            Berdasarkan keputusan Gubernur No. 92 tahun 200 dan Kepmen LH No. Kep-58/MENLH/10/1995, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas air beberapa sungai di Propinsi Bengkulu masih berada di bawah ambang batas (Tabel 6a, b, c). Namun demikian beberapa sungai mempunyai tingkat kekeruhan yang tinggi serta telah tercemar batubara.

 

Tabel  6a. Kualitas air  beberapa sungai di Propinsi Bengkulu

Parameter

Air Manjunto

Air Kiang

Air Selagan

Air Betung

Suhu (oC)

26,5

26,75

27,0

26,4

DHL (µS)

50

50

20

33,2

Kekeruhan (NTU)

1,65

1,57

 

5,5

TSS (mg/l)

15,5

14,5

32,5

38,66

TDS (mg/l)

20

22,5

10

17,6

pH

7,5

7,35

7,2

6,64

COD (mg/l)

17,5

10,3

11,5

23,3

BOD (mg/l)

10,3

9,5

7,2

21,24

Minyak (mg/l)

<0,001

<0,001

<0,001

<0,001

Amoniak (mg/l)

0,30

0,14

0,07

0,45

Nitrit (mg/l)

0,05

0,03

0,04

0,08

Nitrat (mg/l)

2,0

1,15

1,5

2,26

Nitrogen total (mg/l)

2,35

1,32

1,61

2,79

Sulfat (mg/l)

9,5

6,0

8,5

11,34

Sulfit (mg/l)

1,3

1,1

1,2

1,3

Klorida total (mg/l)

0,08

0,25

0,09

0,08

Klorida bebas (mg/l)

0,06

0,04

0,07

0,07

Besi (mg/l)

0,12

0,09

0,12

0,38

Kesadahan Ca (mg/l)

48,0

35,65

37,6

44,04

Kesadahan Mg (mg/l)

16,3

10,5

12,7

14,78

Kesadahan total (mg/l)

64,3

46,15

50,3

58,82

Sumber: Andal PT Agromuko (2005)

 

Tabel  6b. Kualitas air  beberapa sungai di Propinsi Bengkulu

Parameter

Air Mayan

Air Dikit

Air Pelikan

Air  Bantal

Suhu (oC)

25,5

28,5

29,0

25,5

DHL (µS)

50

70

100

30

Kekeruhan (NTU)

 

3,9

5,8

1,32

TSS (mg/l)

27,75

41,2

25,6

13,6

TDS (mg/l)

30

35

55

10

pH

7,3

7,1

6,4

7,6

COD (mg/l)

18,7

16,7

32,2

21,5

BOD (mg/l)

7,8

15,3

24,6

10,8

Minyak (mg/l)

<0,001

<0,001

0,13

<0,001

Amoniak (mg/l)

0,055

0,7

0,4

0,08

Nitrit (mg/l)

0,025

0,04

0,32

0,04

Nitrat (mg/l)

0,9

1,2

5,8

1,9

Nitrogen total (mg/l)

0,98

1,94

6,52

2,02

Sulfat (mg/l)

10

6

10,2

8,5

Sulfit (mg/l)

1,105

1,2

0,8

1,3

Klorida total (mg/l)

0,04

0,06

0,12

0,07

Klorida bebas (mg/l)

0,04

0,05

0,06

0,06

Besi (mg/l)

0,185

0,13

1,2

0,14

Kesadahan Ca (mg/l)

36,8

37,5

43,2

40,5

Kesadahan Mg (mg/l)

12,3

11,2

16,3

11,2

Kesadahan total (mg/l)

49,1

49,7

59,5

51,7

Sumber: Andal PT Agromuko (2005)

 

 

Tabel  6c. Kualitas air  beberapa sungai di Propinsi Bengkulu

Parameter

Air Teramang

Air Penanakan

Air Penago

Air Gesikan

Suhu (oC)

27,0

27,0

28,0

28,5

DHL (µS)

25

2400

2100

2700

Kekeruhan (NTU)

1,61

8,3

9,2

7,2

TSS (mg/l)

29,5

44,4

50,1

45,6

TDS (mg/l)

11

1200

1100

2300

pH

6,9

6,5

6,7

6,8

COD (mg/l)

17,4

18,8

16,5

17,2

BOD (mg/l)

12,15

8,2

9,1

7,1

Minyak (mg/l)

<0,001

0,01

<0,01

<0,01

Amoniak (mg/l)

0,14

0,5

0,6

0,3

Nitrit (mg/l)

0,205

0,09

0,10

0,06

Nitrat (mg/l)

1,6

2,4

2,7

2,1

Nitrogen total (mg/l)

1,945

2,99

3,40

2,46

Sulfat (mg/l)

7,5

 

 

 

Sulfit (mg/l)

1,6

 

 

 

Klorida total (mg/l)

0,055

 

 

 

Klorida bebas (mg/l)

0,045

 

 

 

Besi (mg/l)

0,185

0,4

0,5

0,6

Kesadahan Ca (mg/l)

32,55

 

 

 

Kesadahan Mg (mg/l)

12,75

 

 

 

Kesadahan total (mg/l)

45,3

 

 

 

Sumber: Andal PT Agromuko (2005); Andal PT Famiaterdio Nagara (2006)

 

 Misalnya sungai Bengkulu yang dijadikan sumber air minum oleh PDAM, mempunyai tingkat kekeruhan yang tinggi serta tercemar oleh batubara. Air minum yang diolah dari sungai ini terindikasi tercemar oleh batubara serta mempunyai tingkat kekeruhan yang tinggi. Hal ini sering dikeluhkan oleh konsumen PDAM, namun belum ada tindak lanjut dari PDAM secara nyata. Juga ditemukan bahwa meskipun di beberapa sungai jumlah E. coli rendah namun di beberapa sungai terindikasi tercemar oleh bakteri ini. Hasil penelitian di Jurusan Peternakan, sumber air (sumur) di beberapa tempat lokasi peternakan terindikasi tercemar oleh bakteri E. coli.

            Upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menjaga mutu air adalah dengan cara melakukan pemantauan secara mendadak ke perusahaan-perusahaan. Pemantauan kualitas air sungai perlu dilakukan secara rutin sesuai dengan peraturan yang berlaku (Tabel 7). 

 

 

Tabel 7. Parameter kimia air baku dan air bersih Propinsi Bengkulu tahun 2005

Parameter

Ukuran

Air Baku

Air  Bersih

Suhu

oC

27,05

27,0

Warna

Pt.Co

55,40

11,76

Kekeruhan

NTU

64,75

2,35

TDS

Mg/l

11,0

 

pH

Mg/l

6,87

6,73

Kesadahan total

Mg/l

44,70

38,85

Kesadahan Mg

Mg/l

20,60

16,90

Kesadahan Ca

Mg/l

24,05

21,95

Alkalinity

Mg/l

7,35

7,75

Besi

Mg/l

0,48

0,13

Ammonia

Mg/l

1,04

5,1

Nitrat

Mg/l

5,05

5,1

Sulfat

Mg/l

2,10

2

Aluminium

Mg/l

0,005

0,0

Mangan

Mg/l

0,005

0,0

Klorida

Mg/l

4,40

4,00

Oksigen terlarut

Mg/l

6,20

6,05

Natrium

Mg/l

13,10

13,0

E. coli

Koloni/100 ml

0

0             

Total colform

Koloni/100 ml

0

0

Debit/kapasitas produksi

l/detik

300

300

Sumber: Basis data lingkungan hidup daerah (2005)

 

            Air tanah dangkal (sumur) di lokasi kegiatan penambangan pasir besi PT Famiaterdio Nagara (2006) dinilai relative  baik, tidak asin dan memiliki ph air 5,5-6,1 dengan tingkat kekeruhan rata-rata < 5,0 NTU (relative jernih).

            Jumlah air tawar di Propinsi Bengkulu cukup besar yaitu mencapai 206.276,42 m3/tahun (Tabel 8). Jumlah air tawar yang paling banyak berasal dari kabupaten Bengkulu Utara sebesar 71.263,62 m3/tahun, Kabupaten Bengkulu Selatan 68.210,83 m3/tahun, Rejang Lebong 54.126,71 m3/tahun dan Kota Bengkulu 12.675,26 m3/tahun. Kebutuhan air untuk kebutuhanan pertanian sebesar 193.982,80 m3/tahun.

 

Tabel 8. Sumber Daya Air di Propinsi Bengkulu tahun 2004

Parameter

Ukuran

Jumlah

Jumlah air tawar

m3/tahun

206.276,42

Kebutuhan air per kapita

m3/kapita

 

Kebutuhan air untuk industri

Juta m3/tahun

12,82

Kebutuhan air untuk rumah tangga

Juta m3/tahun

 

Kebutuhan air untuk pertanian

Juta m3/tahun

193.982,80

Cadangan air tawar

Ton/tahun

5.750,40

Sumber: Data basis lingkungan hidup Bengkulu (2005)

 

            Propinsi Bengkulu merupakan propinsi yang mempunyai curah hujan yang sangat tinggi. Dengan curah hujan yang tinggi, persediaan air di Bengkulu sangat melimpah. Perkiraan kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga per hari adalah 80 liter per orang di perkotaan dan 60 liter per orang di pedesaan. Cadangan air pada awal tahun  mencapai  206.276,42m3. Cadangan air ini belum termasuk pertambahan air selama satu tahun yang disebabkan adanya curah hujan yang tinggi.

Komposisi kimia air hujan di Bengkulu masih tergolong normal (Tabel 9).  Hanya saja pH air hujan di Bengkulu tergolong asam.

 

Tabel 9.  Komposisi kimia air hujan Kota Bengkulu tahun 2004

Parameter

Satuan

Jan

Feb

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agust

Sept

Okt

Nov

Des

pH

 

5,660

5,270

5,350

5,390

5,048

5,790

5,453

4,520

4,973

4,706

5,301

5,470

D. hantar

Mho/cm

8,300

16,490

25,510

12,160

8,453

20,550

13,450

35,580

10,620

17,300

8,230

6,190

Ca

mg/l

0,096

0,190

0,179

0,329

0,156

0,679

0,340

1,538

0,366

0,548

0,141

0,086

Mg

mg/l

0,043

0,114

0,191

0,124

0,108

0,309

0,116

0,537

0,147

0,139

0,047

0,043

Na

mg/l

0,152

0,382

1,222

1,652

0,561

2,152

0,713

4,043

1,026

1,181

0,431

0,329

K

mg/l

0,020

0,177

0,356

0,439

0,079

0,145

0,274

0,440

0,142

0,217

0,362

0,100

NH4

mg/l

0,229

0,477

0,205

0,326

0,215

0,043

0,188

1,170

0,371

0,626

0,485

0,212

Cl

mg/l

1,657

3,470

2,100

0,918

0,918

2,614

0,982

0,745

1,148

1,907

1,127

0,690

SO4

mg/l

0,861

1,918

1,880

0,621

0,520

1,365

0,370

1,078

0,875

1,444

0,616

0,518

NO3

mg/l

0,591

0,361

0,788

0,36

0,204

0,000

0,892

0,578

0,197

0,702

0,448

0,157

Kesadahan total

mg/l

0,139

0,173

0,361

0,493

0,264

0,988

0,306

2,059

2,385

0,674

0,188

0,130

Sumber: SLHD Bengkulu (2005)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s