JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

PERANAN TUNAS BANGSA DALAM PENGELOLAAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BERKELANJUTAN August 7, 2011

Filed under: Lingkungan Sosial — Urip Santoso @ 12:44 am
Tags: , ,

SULI ANGRIA MURNI

Abstrak

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun suatu karya ilmiah berdasarkan kajian teori tentang” Peranan tunas bangsa dalam pengelolaaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hidup dan berkelanjutan”. Betapa pentingnya peranan remaja dalam menentukan maju mundurnya suatu bangsa, bahkan kepada remajalah harapan bangsa satu-satunya. Sebab remaja yang sering disebut juga generasi penerus punya peranan penting estafeta perjuangan bangsa, oleh karena itu pembinaanya tidak dapat ditangguhkan. Menjaga kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan merupakan usaha untuk mencapai pembangunan jangka panjang yang mencakup jangka waktu antargenerasi yaitu pembangunan yang terlanjutkan (sustainable development). Dengan mencakup jangka waktu antargenerasi berarti setiap pembangunan yang dilaksanakan bukan untuk generasi kita saja, melainkan juga untuk anak cucu kita. Agar pembangunan dapat berkelanjutan, pembangunan haruslah berwawasan lingkungan dengan menggunakan sumber daya secara bijaksana

Kata kunci: lingkungan, remaja

 

Pendahuluan

Dilingkungan sekitar kita terdapat berbagai jenis sumber daya alam. Sumber daya alam tersebut telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Sumber daya alam bisa membuat manusia bisa makan, berpakaian, membuat rumah, bepergian dengan kendaraaan, dan lain-lain. Berbagai manfaat tersebut tidak akan terus menerus diperoleh dari sumber daya alam jika manusia tidak melaksanakan pelestarian sumber daya alam. Sumber daya alam akan habis atau berkurang fungsinya jika tidak dilestarikan. Karena itu pelestarian secara mutlak harus dilakukan agar pemanfaatan terus menerus dapat kita peroleh. Tentu saja usaha pelestarian juga merupakan wujud bentuk tanggung jawab generasi saat ini terhadap generasi yang akan datang agar mereka juga dapat memperoleh manfaat sumber daya alam. Upaya pelestarian sumber daya alam dapat dilakukan berbagai tingkat lingkungan. Seperti, dapat dilakukan dilingkungan rumah, masyarakat dan lingkungan yang lebih luas.

 

Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup.

 

Remaja adalah sosok orang yang memiliki usia masih tergolong sangat muda serta mempunyai masa depan yang masih panjang. Sebuah usia yang potensial dalam membangun dan menjaga lingkungan hidup yang kini semakin rusak. Dengan usia yang masih muda tersebut, sebenarnya penglibatan remaja dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup sangatlah ideal. Oleh karena itu perlu disadari dan menjadi catatan bersama bahwa penglibatan remaja dalam melestarikan alam sejak masa remaja sangatlah penting dan sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan lingkungan, sekarang dan yang akan datang.

Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

–          Mengetahui Peranan tunas bangsa dalam pengelolaaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hidup dan berkelanjutan

–          Mengetahui upaya dan langkah yang harus dilakukan oleh tunas bangsa dalam rangka penyelamatan dan pelestarian sumber daya alam

Tujuan penulisan

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun suatu karya ilmiah berdasarkan kajian teori tentang Peranan tunas bangsa dalam pengelolaaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hidup dan berkelanjutan

Manfaat penulisan

–          Memberikan informasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam meninjak lanjuti pelestarian sumber daya alam sehingga dapat dijadikan modal dasar pembangunan dimasa yang akan datang dimana bentuk-bentuk kegiatan pelestarian lingkungan hidup secara praktis dilapangan dapat diketahui oleh setiap penerus harapan bangsa

–          Dari hasil penelitian yang tersaji dalam format ilmiah, diharapkan dapat

memperkaya khasanah keilmuan di bidang lingkungan

Arti penting lingkungan bagi manusia

Lingkungan mempunyai arti penting bagi manusia. Dengan lingkungan fisik manusia dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan materilnya, dengan lingkungan biologi manusia dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya, dan dengan lingkungan sosialnya manusia dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya. Bagi manusia, lingkungan dipandang sebagai tempat beradanya manusia dalam melakukan segala aktivitas kesehariannya, olehnya lingkungan tempat beradanya manusia menentukan seperti apa bentukan manusia yang ada di dalamnya. Olehnya itu jika dikaitkan dengan harapan atas terciptanya manusia, semakin baik lingkungan tempat beradanya manusia, maka semakin besar kemungkinan manusia yang ada di dalamnya untuk berperilaku baik, kondisi serupa dapat terjadi pada ilustrasi sebaliknya. Olehnya itu sebuah lingkungan memiliki arti yang sangat penting atas eksistensi manusia sebagai makhluk yang memiliki multi potensi. Sebab-sebab timbulnya permasalahan lingkungan dinamika penduduk.

  1. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang kurang bijaksana.
  2. Kurang terkendalinya pemanfaatan akan ilmu pengetahuan & teknologi maju.
    1. Dampak negatif yang sering timbul dari kemajuan ekonomi yang seharusnya    positif.
  3. Benturan tata ruang.

Identifikasi Kualitas Lingkungan Hidup

Kehidupan yang berlangsung di muka bumi merupakan bentuk interaksi timbal balik antara unsur-unsur biotik dan unsur-unsur abiotik. Kedua unsur tersebut harus dapat mendukung satu sama lain, sehingga dapat diperoleh kondisi lingkungan hidup yang serasi dan seimbang. Hal penting yang harus kalian adalah bahwa lingkungan hidup yang ada sekarang bukanlah warisan dari nenek moyang yang dapat kita gunakan sembarangan. Akan tetapi, merupakan titipan dari generasi yang akan datang, sehingga dalam memanfaatkannya harus diperhatikan kelangsungan dan kelestariannya agar dapat digunakan oleh generasi yang akan dating.

Lingkungan Lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup mulai dari organisme yang tidak kasat mata sampai pada hewan dan vegetasi raksasa yang terdapat dipermukaan bumi. Sedangkan lingkungan abiotik merupakan segala segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup yang bukan berupa organisme.

Adanya keinginan untuk mencapai sasaran pembangunan yang ideal ialah membntuk manusia Indonesia seutuhnya secara material dan spiritual. Setiap pembangunan perlu mengkaji komponen yang meliputi komponen biotik, abiotik dan kultur dimana pengelolaan sumber daya sebaik mungkin dengan pembangunan yang berkesinambungan serta peningkatan terhadap mutu hidup masyarakat. Sasaran pembangunan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pembangunan dapat menimbulkan pengaruh yang cukup besar terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut dapat bersifat secara alamiah, kimia maupun secara fisik. Kualitas Lingkungan hidup yaitu dengan memperhatikan kondisi lingkungan hidup sekitar yang berhubungan dengan mutu hidup. Kualitas hidup dapat ditentukan oleh tiga komponen utama yaitu terpenuhinya kebutuhan untuk kelangsungan hidup hayati, terpenuhinya kebutuhan untuk kelangsungan hidup manusiawi dan terpenuhinya kebebasan untuk memilih. Lingkungan harus dijaga agar dapat mendukung terhadap kualitas berupa tingkat hidup masyarakat yang lebih tinggi. Lingkungan mempunyai kemampuan untuk menghasilkan sumber daya serta mengurangi zat pencemaran dan ketegangan sosial terbatas. Batas kemampuan itu disebut daya dukung. Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup, daya dukung lingkungan ialah kemampuan suatu lingkungan untuk mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya

 

Keterbatasan Ekologi dalam Pembangunan

Biolog lingkungan atau yang biasa dikenal dengan ekologi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan lingkungan.  Ekologi berasal dari kata oikos yang berarti rumah tangga dan logos yang mempunyai arti ilmu pengetahuan. Jadi, ekologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan keadaan lingkungannya yang bersifat dinamis. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya sangat terbatas terhadap lingkungan yang bersangkutan, hubungan inilah yang disebut dengan keterbatasan ekologi. Dalam keterbatasan ekologi terjadi degradasi ekosistem yang disebabkan oleh dua hal yaitu peristiwa alami dan kegiatan manusia. Secara alami merupakan peristiwa yang terjadi bukan karena disebabkan oleh perilaku manusia. Sedangkan yang disebabkan oleh kegitan manusia yaitu degradasi ekosistem yang dapat terjadi diberbagai bidang meliputi bidang pertanian, pertambangan, kehutanan, konstruksi jalan raya, pengembangan sumber daya air dan adanya urbanisasi.

 

Remaja dan lingkungan

Betapa pentingnya peranan remaja dalam menentukan maju mundurnya suatu bangsa, bahkan kepada remajalah harapan bangsa satu-satunya. Sebab remaja yang sering disebut juga generasi penerus punya peranan penting estafeta perjuangan bangsa, oleh karena itu pembinaanya tidak dapat ditangguhkan. Memang masa muda dalam kehidupan manusia, adalah masa yang dapat dikatakan penuh vitalitas, harapan dan semangat. Jika kita tinjau dari segi biologis, ia sedang dalam puncak kesempurnaannya di mana tubuh sedang tumbuh kuat, kekar, segala organ sedang bekerja aktif ke segala fungsinya. Dari segi budaya, intelek, sosial dan profesi, umur muda adalah umur yang telah selesai pertumbuhannya. Yang mampu aktif menjalankan fungsinya, baik sebagai seorang individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dari segi berideologi pun masa remaja sedang menampakkan perhatian yang serius untuk dapat dibina.Agar dapat memanfaatkan tenaga muda yang baik dan terarah itu, perlu kita mengenalkan kepada remaja berbagai segi, agar jangan sampai tenaga yang penuh energi itu disalah gunakan, sehingga terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan baik bagi masyarakat maupun bagi dirinya sendiri.

 

Jenis Pengelolaan Lingkungan Hidup

Sampai saat ini belum tersedia pengkatagorian jenis pengelolaan lingkungan hidup, sehingga sering tumpang tindih dengan aktivitas yang lain. Hal tersebut adalah wajar karena dalam pengelolaan lingkungan hidup memerlukan berbagai disiplin. Berdasarkan tatanan waktu, dalam arti pelak-sanaan pengelolaan lingkungan, pendekatan pengelolaan dibedakan menjadi :

1.Pengelolaan rutin, yaitu pengelolaan yang dilakukan secara rutin dan terus menerus. Contoh yang rasional adalah pembersihan sampah, selokan, dan lain sebagainya,

2. Pengelolaan dini, yaitu suatu tindakan rencana pengelolaan yang akan dilaksanakan

agar dampak negatif yang timbul dapat dikurangi atau dicegah.

3.Pengelolaan pemulihan, yaitu rencana tindakan pengelolaan untuk tujuan perbaikan, dan pemulihan terhadap lingkungan yang rusak baik yang diakibatkan oleh manusia atau oleh alam.

Dalam kontek lain pendekatan pengelolaan (manajemen) dibedakan menjadi tiga

tatanan yaitu:

1. Preventive Management, ditujukan untuk menghindari dampak negatif. Karena sifatnya hingga mempersiapkan tindakan untuk mencegah atas kejadian-kejadian yang diprakirakan atas terjadi.

2. Reactive Management, ditujukan untuk membatasi atau mengkontrol suatu kerusakanyang terjadi dapat dibatasi sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadaplingkungan.

3. Compensatory Management, ditujukan untuk mengendalikan dampak negatimelalui

pertimbangan untung rugi. Pertimbangan untung rugi bukan saja didasarkan ata aspek ekonomi tetapi juga pertimbangan konservasi dan estetika.

 

Urgensi pelibatan remaja dalam pengelolaan lingkungan

Remaja khusnya yang masih duduk dalam jenjang pendidikan adalah modal dasar pembangunan di masa mendatang, karena sebagai generasi muda bangsa. Melalui pembakalan awal, akan memacu kepedulian terhadap hal-hal yang positif, khususnya terhadap lingkungan. Selain memperoleh pembekalan, peranan masyarakat (remaja) juga memiliki pengetahuan yang ada di lingkungannya (keareifan lokal), sehingga bisa saling membagikan pengetahuannya. Kelak akan memacu terhadap penelitian yang bersifat perorangan, serta mengetahui persis kondisi alam lingkungan di sekitarnya. Sumbangan masyarakat yang paling esensial antara lain meliputi

1. Memberikanberbagai bentuk isu lingkungan hidup yang dialaminya,

2. menginformasikan berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk hasil penanganan yang telah dilakukan apakah sudah tepat dan terpadu.

3. memberikan informasi hasil pendekatan yang telah dilakukan dan merupakan cara yang sesuai.

Di Kabupaten Bengkulu Selatan sendiri dari sumberdaya alam hayatinya diantaranya dari hasil-hasil laut, hutan dan sebagainya dimana semua kekayaan alam tersebut perlu dikenalkan kepada remaja lebih optimal, serta perlu perlestarian. Bukan berarti hanya dijaga dan dilindungi akan tetapi dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengertian pemanfaatan dimaksud, bukan saja terhadap potensi produksinya seperti udang lopster, berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya atau burung, akan tetapi dalam bentuk jasa-jasa lingkungannya. Oleh sebab itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan pentingnya pengenalan alam dan lingkungan mencakup upaya-upaya sebagai berikut:

1. Membawa remaja/pelajar ke lapang, untuk mengenal beberapa jenis pepohonan, seperti yang tertera pada buku tek pelajaran, tampaknya perlu dilakukan, karena bayangan apa yang dilihat pada gambar akan jauh berbeda dengan apa yang dapat di lihat di lapang

2. Cagar alam (P. Rambut) merupakan sumber plasma nutfah berbagai jenis burung, keberadaan tersebut dapat dikenalkan kepada masyarakat, sebagai wahana ilmu pengetahuan alam.

3. Demikian halnya dengan masalah dan fenomena lingkungan, baik di pedesaan maupun

di perkotaan, yang sering diungkap dalam mata pelajaran geografi, juga menjadi garapan yang cukup menarik apabila dihayati untuk diperdayakan kepada siswa didiknya.

 

Hakikat pembangunan berkelanjutan

Pembangunan dapat dikatakan berhasil jika memenuhi beberapa kondisi, antara lain, dapat menyejahterakan kehidupan masyarakat, memiliki fungsi dan peruntukan yang tepat, serta memiliki dampak terhadap kerusakan lingkungan terendah. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pembangunan pasti menimbulkan dampak terhadap keseimbangan lingkungan hidup. Namun, kita harus mampu meminimalisasi dampak-dampak negatif tersebut. Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah pembangunan yang dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan memerhatikan analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL). Hal ini dimaksudkan agar generasi mendatang dapat pula menikmati kualitas dan kuantitas sumber daya alam sebagai-mana yang kita nikmati sekarang, sehingga kita tidak mewariskan kerusakan dan pencemaran kepada generasi penerus kita. Dasar hukum pelaksanaan AMDAL di Indonesia diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Lingkungan Hidup yang berbunyi: “Setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah.” Makna yang tersirat dari isi pasal tersebut adalah berikut ini.

  1. Setiap kegiatan pembangunan pada dasarnya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup yang perlu diperkirakan pada perencanaan awal, sehingga sejak dini dapat diambil langkah pencegahan, penanggulangan dampak negatif, serta mengembangkan dampak positif dari kegiatan tersebut.
  2. Analisis mengenai dampak lingkungan diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup
  3. Pembangunan perlu dilakukan secara bijaksana agar mutu kehidupan dapat dijaga secara berkesinambungan sehingga keserasian hubungan antarberbagai kegiatan perlu dijaga.

Menjaga kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan merupakan usaha untuk mencapai pembangunan jangka panjang yang mencakup jangka waktu antargenerasi yaitu pembangunan yang terlanjutkan (sustainable development). Dengan mencakup jangka waktu antargenerasi berarti setiap pembangunan yang dilaksanakan bukan untuk generasi kita saja, melainkan juga untuk anak cucu kita. Agar pembangunan dapat berkelanjutan, pembangunan haruslah berwawasan lingkungan dengan menggunakan sumber daya secara bijaksana.

Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan

Pembangunan yang akhir-akhir ini dikembangkan oleh pemerintah Indonesia adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan, yaitu suatu bentuk pembangunan yang tetap memerhatikan daya dukung lingkungan dan kelestarian sumber daya alam. Pembangunan berwawasan lingkungan akan menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan seimbang. Pembangunan yang berwawasan lingkungan harus memerhatikan dan melaksanakan konsep serta analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity, and threats atau kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) sehingga mampu mengoptimalkan potensi dan peluang yang ada serta dapat meminimalisasi kelemahan dan ancaman serta dampak yang mungkin ditimbulkan. Untuk dapat mendukung pelaksanaan analisis SWOT, maka partisipasi segenap lapisan masyarakat sangat diperlukan sehingga hasil-hasil pembangunan dapat dipertanggung jawbkan dan dirasakan. Berdasarkan uraian tersebut, secara ringkas ciri-ciripembangunan berwawasan lingkungan antara lain:

1.   Dilakukan dengan perencanaan yang matang dengan mengetahui dan    memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki dan yang mungkin timbul di belakang hari

2. Memerhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat mendukung     kesinambungan  pembangunan

3. Meminimalisasi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan; serta
melibatkan partisipasi warga masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

Dalam pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari maka dapat dilakukan uasaha atau upaya sebagai berikut:

  1. Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang harus selalu hijau  karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi perairan di darat
  2. Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air sebagia air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan.
  3. Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi sebagai reservoir air, tata air, peresapan air, dan keseimbangan lingkungan
  4. Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah
  5. Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan terhadap pembuangan air limbah yang banyak dibuang secara langsung ke sungai
  6. Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman penduduk, perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain.
  7. Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki tingkat pencemaran tinggi sehingga menimbulkan polusi.
  8. Memperbanyak penggunaan pupuk kandang dan organik dibandingkan dengan penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan pada tanah.
  9. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang kritis sebagai suatu bentuk usaha pengendalian agar memiliki nilai yang ekonomis.
  10. Pembuatan sengkedan, guludan, dan sasag yang betujuan untuk mengurangi laju erosi
  11. Adanya pengendalian terhadap penggunan sumber daya alam secara berlebihan
  12. Untuk menambah nilai ekonomis maka penggunaan bahan mentah perlu dikurangi karena dianggap kurang efisien.
  13. Reklamasi lahan pada daerah yang sebelumnya dijadikan sebagai daerah penggalian.

Kesimpulan:

Dari hasil dan kajian karya tulis ini dapat diajukan beberapa kesimpulan bahwa Melalui pelibatan remaja dalam pelestarian lingkungan hidup, diharapkan dapat dijadikan modal dasar pembangunan dimasa yang akan datang. Hal tersebut dimaksudkan

agar bentuk-bentuk kegiatan pelestarian lingkungan hidup secara praktis di lapangan dapat

diketahui oleh setiap insan sejak dini.

 

Saran

Dari beberapa kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa perlu pencanangan terhadap gerakan dan aksi untuk Lingkungan agar dapat terealisasikan secara nyata di lingkungan naik itu keluarga atau masyarakat pada umumnya dan Perlu diadakan upaya untuk dapat mensosialisasikan pelestarian lingkungan kepada remaja sebagi wujud untuk mencapai pencegahan secara dini masalah kerusakan lingkungan

Daftar pustaka

Anonim . 2004. Aplikasi Teknologi Sumur Resapan Ramah Lingkungan Dalam Kancah

Revitalisasi Air Tanah. Lokakarya Regional Revitalisasi Air Tanah melalui Peresapan Buatan,.Kemitraan Air Indonesia, Departemen Kimpraswil Jakarta, 12 Oktober 2004.

Anonim . 2005. Strategi Pemberdayaan Minat Remaja Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup.

Makalah (Paparan) dalam Sarasehan Kelompok Remaja Sadar Lingkungan Kabupaten

Administrasi Kepulauan Seribu, P. Pramuka 12 Mei 2005.

sumber sosialisasi hasil-hasil pembangunan hutan kota di DKI Jakarta. Gunung Sahari Jakarta,27 Oktober 2005.

Bagus, Aryo  Handoko.2011. Remaja dan lingkungan http://cahayamuslim.blogspot.com/2007/07/remaja-dan-lingkungan.html

Fatah. Sanusi. 2009 Artikel lingkungan hidup dan pelestariaannya http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Lingkungan_Hidup_dan_Pelestariannya_8.1_(BAB_3)  13 Februari 2011

Gunawan,Totok M.S.,dkk. 2004. Fakta dan Konsep Geografi. Jakarta: Ganeca Exact.

Salwiah.2010.http://www.ccde.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=16:peran-remaja-dalam-upaya-pelestarian-lingkungan&catid=3:bingkai&Itemid=4 25 Januari 2011.

Advertisements
 

4 Responses to “PERANAN TUNAS BANGSA DALAM PENGELOLAAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BERKELANJUTAN”

  1. fahmi Says:

    maksihh kangg..

    salam kenal yaa…

  2. ilhashinee Says:

    terima kasih atas infonya ..

  3. artikel yang menarik dan bermanfaat..

  4. artikel yang menarik dan bermanfaat..

    -akbar mauli-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s