JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

Hutan August 25, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 1:16 pm
Tags:

oleh: HABIBI

                                                                                               

A.LATAR BELAKANG

            Seperti telah kitam ketahui bersama, bahwa hutan merupakan paru- paru bumi tempat berbagai satwa hidup, hasil tambang dan berbagai sumberdaya lainnya yang bias kita dapatkan dari hutan yang tak ternilai harganya bagi manusia.

Keberadaan hutan, dalam hal ini  daya dukung hutan terhadap segala aspek kehidupan manusia,satwa dan tumbuhan sangat ditentukan pada tinggi rendahnya kesadaran manusia akan arti penting hutan di dalam pemempaatan dan pengelolaan hutan. Hutan menjadi media hubungan timbal balik antara manusia dan mahluk hidup lainya dengan fakto- factor alam yang terdiri dari proses ekologi dan merupakan satu kesatuan siklus yang dapat mendukung kehidupan (Reksohadiprojo, 2000)

B.DEFINISI DAN PENGERTIAN HUTAN

Hutan secara konsepsional yuridis dirumuskan di dalam pasal 1 ayat ( 1 )Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan. Menurut Undang – undang tersebut, Hutan adalah satu kesatuan ekosistem berupa hamparan  lahan berisi sumberdaya alam, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat di pisahkan.

            Pengertaian hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya.Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.

Hutan adalah suatu areal yang luas dikuasai oleh pohon, tetapi hutan bukan hanya sekedar pohon. Termasuk didalamnya tumbuhan yang kecil seperti lumut.semak belukar dan bunga – bunga hutan. Di dalam hutan juga terdapat beranekaragam burung ,serangga dan berbagai jenis binatang  yang menjadikan hutan sebagai habitatnya.

Menurut Spurr (1973), hutan dianggap sebagai persekutuan antara tumbuhan dan binatang dalam suatu asosiasi biotis.Asosiasi ini bersama-sama dengan lingkungannya membentuk suatu sistem ekologis dimana organisme dan lingkungan saling berpengaruh di dalam suatu siklus energi yang kompleks. Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis.

Dalam hutan Pohon tidak dapat dipisahkan dari hutan, karena pepohonan adalah vegetasi utama penyusun hutan tersebut. Pohon sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Suatu kumpulan pepohonan dianggap hutan jika mampu menciptakan iklim dan kondisi lingkungan yang khas setempat, yang berbeda daripada daerah di luarnya.

C.PROSES  KESEIMBANGAN DINAMIS PADA HUTAN                   

Keseimbangan dinamis pada hutan  berkaitan dengan proses-proses yang berhubungan dengan:

1.Hidrologis

Hindrologis artinya hutan merupakan gudang penyimpanan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada akhirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai yang memiliki mata air di tengah-tengah hutan secara teratur menurut irama alam.

2.iklim

Iklim artinya komponen ekosistem alam yang terdiri dari unsur-unsur hujan (air), sinar matahari (suhu), angin dan kelembaban yang sangat mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan bumi, terutama iklim makro maupun mikro.

3.Kesuburan tanah

Kesuburan tanah artinya tanah hutan merupakan pembentuk humus utama dan penyimpan unsur-unsur mineral bagi tumbuhan lain.

4.Keanekaragam genetic

Keragaman genetic artinya hutan memiliki kekayaan dari berbagai jenis flora dan fauna.

5. Sumber daya alam

Sumber daya alam artinya hutan mampu memberikan sumbangan hasil alam yang cukup besar bagi devisa negara, terutama di bidang industri. Selain itu hutan juga memberikan fungsi kepada masyarakat sekitar hutan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

6.Wilayah wisata alam

artinya hutan mampu berfungsi sebagai sumber inspirasi,nilai estetika, etika dan sebagainya.

D.JENIS – JENIS HUTAN

1.Hutan Bakau

Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai berlumpur. Contoh : pantai timur kalimantan, pantai selatan cilacap, dll.

2.Hutan Sabana

Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang luas dengan jumlah pohon yang sangat sedikit dengan curah hujan yang rendah. Contoh : Nusa tenggara.

3. Hutan Rawa

Hutan rawa adalah hutan yang berada di daerah berawa dengan tumbuhan nipah tumbuh di hutan rawa. Contoh : Papua selatan, Kalimantan, dsb.

4. Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis adalah hutan lebat / hutan rimba belantara yang tumbuh di sekitar garis khatulistiwa / ukuator yang memiliki curah turun hujan yang sangat tinggi. Hutan jenis yang satu ini memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta sulit untuk dimasuki oleh manusia. Hutan ini sangat disukai pembalak hutan liar dan juga pembalak legal jahat yang senang merusak hutan dan merugikan negara trilyunan rupiah. Contoh : hutan kalimantan, hutan sumatera, dsb.

5. Hutan Musim

Hutan musim adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala kemarau menyelimuti hutan.

E.PEMBAGIAN HUTAN BERDASARKAN FUNGSINYA

Pembagian hutan berdasarkan fungsinya dapat di bagi menjadi 4 yaitu :

  1. Hutan Wisata

Hutan wisata adalah hutan yang dijadikan suaka alam yang ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan / binatang langka agar tidak musnah / punah di masa depan. Hutan suaka alam dilarang untuk ditebang dan diganggu dialih fungsi sebagai buka hutan. Biasanya hutan wisata menjadi tempat rekreasi orang dan tempat penelitian.

  1. Hutan Cadangan

Hutan cadangan merupakan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian dan pemukiman penduduk. Di pulau jawa terdapat sekitar 20 juta hektar hutan cadangan.

  1. Hutan Lindung

Hutan lindung adalah hutan yang difungsikan sebagai penjaga ketaraturan air dalam tanah (fungsi hidrolisis), menjaga tanah agar tidak terjadi erosi serta untuk mengatur iklim (fungsi klimatologis) sebagai penanggulang pencematan udara seperti C02 (karbon dioksida) dan C0 (karbon monoksida). Hutan lindung sangat dilindungi dari perusakan penebangan hutan membabibuta yang umumnya terdapat di sekitar lereng dan bibir pantai.

  1. Hutan Produksi / Hutan Industri

Hutan produksi yaitu adalah hutan yang dapat dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Hutan produksi dapat dikategorikan menjadi dua golongan yakni hutan rimba dan hutan budidaya. Hutan rimba adalah hutan yang alami sedangkan hutan budidaya adalah hutan yang sengaja dikelola manusia yang biasanya terdiri dari satu jenis tanaman saja. Hutan rimba yang diusahakan manusia harus menebang pohon denga sistem tebang pilih dengan memilih pohon yang cukup umur dan ukuran saja agar yang masih kecil tidak ikut rusak.

F.MACAM – MACAM HUTAN

            Ada berbagai jenis hutan. Pembedaan jenis-jenis hutan ini pun bermacam-macam pula.Diantaranya adalah :

1.Menurut asal.                                                                             

Hutan menurut asalnya dibedakan  menjadi : hutan yang berasal dari biji, tunas, serta campuran antara biji dan tunas.

a). Hutan yang berasal dari biji disebut juga ‘hutan tinggi’ karena pepohonan yang tumbuh dari   biji cenderung menjadi lebih tinggi dan dapat mencapai umur lebih lanjut.

b). Hutan yang berasal dari tunas disebut ‘hutan rendah’.

c). Hutan campuran, oleh karenanya, disebut ‘hutan sedang’.

Penggolongan lain menurut asal adalah .

a)Hutan perawan (primer)

merupakan hutan yang masih asli dan belum pernah dibuka oleh manusia.

b)Hutan sekunder

adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau kerusakan yang cukup luas.

2.Menurut cara permudaan (tumbuh kembali)

Hutan dapat dibedakan sebagai hutan dengan permudaan alami, permudaan buatan, dan permudaan campuran.

a.Hutan dengan permudaan alami

berarti bunga pohon diserbuk dan biji pohon tersebar bukan oleh manusia, melainkan oleh angin,air, atau hewan.

b. Hutan dengan permudaan buatan

berarti manusia sengaja menyerbukkan bunga serta menyebar biji untuk menumbuhkan kembali hutan.

c. Hutan dengan permudaan campuran

berarti campuran kedua jenis sebelumnya.

3. Menurut susunan jenis

Berdasarkan susunan jenisnya, kita mengenal hutan sejenis dan hutan campuran.

4.Menurut umur

Kita dapat membedakan hutan sebagai hutan seumur (kira-kira berumur sama) dan hutan tidak seumur. Hutan alam atau hutan permudaan alam biasanya merupakan hutan tidak seumur. Hutan tanaman boleh jadi hutan seumur atau hutan tidak seumur.

5. Berdasarkan letak geografisnya

a.hutan tropika, yakni hutan-hutan di daerah katulistiwa

b.hutan temperatur, hutan-hutan di daerah empat musim (antara garis lintang 23,5º – 66º).

c.hutan boreal, hutan-hutan di daerah lingkar kutub.

6. Berdasarkan sifat-sifat musimannya:

a.hutan hujan (rainforest), dengan banyak musim hujan.

b. hutan selalu hijau (evergreen forest)

c. hutan musim atau hutan gugur daun (deciduous forest)

d hutan sabana.(savannah forest), di tempat-tempat yang musim kemaraunya panjang.

7. Berdasarkan ketinggian tempatnya:

a.hutan  pantai (beach forest)

b.hutan daratan rendah (lowland forest)

c.hutan pegubungan bawah (sub-mountain forest)

d.hutan peguungan atas (mountain forest)

e.hutan kabut (mist forest)

f.hutan elfin (alpine forest)

8. Berdasarkan keadaan tanahnya:

a.hutan rawa – air tawar  atau hutan rawa (freshwater swamp-forest)

b.hutan rawa gambut (peat swamp-forest)

c.hutan rawa bakau, atau hutan bakau(mangrove forest)

d.hutan kerangas (heath forest)

e.hutan tanah kapur (limestone forest), dan lainnya

9. Berdasarkan jenis pohon yang dominan:

a.hutan jati (teak forest), misalnya dijawa timur.

b. hutan pinus (pine forest), di Aceh.

c.hutan dipterokarpa (dipterocarp forest), di Sumatra dankalimantan.

d.hutan ekaliptus (eucalyptus forest) dinusa tenggara. Dll.

10. Berdasarkan sifat-sifat pembuatannya:

a.hutan alam (natural forest)

b.hutan buatan (man-made forest), misalnya:

11. Berdasarkan tujuan pengelolaannya:

a.Hutan  produksi

b.Hutan lindung, dikelola untuk melindungi tanah dan tata air

c.Hutan suaka alam, dikelola untuk melindungi kekayaan keanekaragaman hayati atau keindahan alam

d.hutan konversi, yakni hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain, dapat dikonversi untuk pengelolaan non-kehutanan.

G.PELESTARIAN HUTAN

Memelihara pelestarian hutan dapat dilakukan  dengan cara :
1. Reboisasi

yaitu menanami kembali hutan-hutan yang telah gundul. Contohnya reboisasi di gunung kidul, reboisasi dilampung, reboisasi di lebak, dll

2. Melakukan tebang pilih

yaitu menebang pohon dengan kriteria-kriteria tertentu. Contohnya: menebang pohon jati yang diameternya sudah 75 cm.

3. Menghindari kebakaran hutan

4. Menetapkan Daerah Perlindungan Alam
Contoh daerah perlindungan Alam di Indonesia :

1. Taman hutan raya dan hutan wisata
2. Cagar Alam
3. Taman nasional
4. Merehabilitasi Satwa Langk

H. PERANAN HUTAN BAGI MASYARAKAT

Hutan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya adlah meningkatkan ekonomi masyarakat. Peranan hutan dalam rangka peninngkatan ekonomi masyarakat di realisasikan dalam bentuk antara lain :

  1. Hutan kemasyarakatan

Berdasarkan keputusan menteri kehutanan dan perkebunan nomor. 677/Kpts-II/1998, Hutan kemasyrakatan adalah hutan Negara yang dicadangkan atau detetapkan oleh menteri untuk di kelola oleh masyrakat yang tinggal di dalam dan disekitar hutan dengan tujuan pemempaatan secara lestari sesuai dengan fungsinya dan menitik beratkan kepentingan mensejaterakan masyrakat.

  1. Hutan rakyat

Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh di atas tanah milik dengan luas

Minimal 0.25 ha. Penutupan tanjuk didominasi oleh tanaman perkayuan, dan atau tanaman tahun pertama minimal 5000 batang ( dephutbun, 1999 ).

Pennaman  pepohonan di tanah milik masyrakat oleh pemiliknya, merupakan salah satu butir kearipan masyrakat dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.

I.  HUTAN SEBAGAI BAGIAN SUMBER DAYA ALAM

Secara umum klasifikasi sumberdaya alam terbagi kedalam bentuk (zain 1997):

  1. Lahan pertanian
  2. Hutan dengan aneka ragam hasilnya
  3. Lahan alami untuk keindahan, rekreasi atau untuk penelitian ilmiah
  4. Perikan laut dan darat
  5. Sumber air mineral bahan bakar dan non bahan bakar
  6. Sumber energy non-mineral seperti: panas bumi, tenega surya, angin, sumber tenaga air, gelombang pasang.

Sumber daya alam dapat di bedakan menjadi sumber daya yang dapat diperbarui atau dapat diisi kembali atau tidak akan habis dan sumber daya dan sumber daya yang tidak dapat diperbarui atau dipulihkan kembali sebagai mana keadaan semula.Biasanya kita kelompokan, sebagai renewable resources, seperti hutan, perikanan, hasil pertaniandan non-renewable reseources, seperti biji mineral, bahan bakar posil dan sebagainya.

PENUTUP

I.KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat di ambil dari makalah ini adalah :

1. Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman

2. Dengan mengenali betul-betul sifat sebuah hutan, kita akan memperlakukan hutan secara lebih tepat sehingga hutan dapat lestari, bahkan terus berkembang.

ii.SARAN

Adapun saran yang dapat di ambil dari makalah ini yakni:

1.Perlunya kita sebagai manusia yang selalu memanfaatkan hutan agar selalu memelihara pelestarian hutan yang  dapat dilakukan  dengan cara ,reboisasi,melakukan tebang pilih,dan menetapkan daerah perlindungan alam.

                                    DAFTAR PUSTAKA

            Depertemen kehutanan dan perkebunan. 1999. Panduan kehutanan Indonesia

                        Dephutbun RI.  Jakarta

Depertemen Kehutanan dan Perkebunan. 1999. Undang- undang Nomor 41

            Tahun 1999 tentang Kehutanan. Dephutbun RI. Jakarta

Depertemen Kehutanan. 2001. Keputusan Menteri Kehutanan No.70/Kpts-

II/2001 tentang Penetapan Kawasan Hutan, perubahan status dan fungsi Kawasan hutan. Jakarta

                        Departemen Kehutanan. 2001. Peraturan Pemerintah RI No. 34 tahun 2002

Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemamfaatan Hutan  dan Penggunaan Kawasan Hutan.  Jakarta

Sumber. http:Syadiashere. com/jenis-dan-Fungsi-hutan.html Net/Definisi-   hutan,html

                        Definisi hutan. http://www.scribb. Com/doc/38403213/Definisi hutan

                                    29 September 2010

http://Refostori, usu .ac, id/bitstream/123456789/1028/1/hutan-rahmawati. Pdf tahun 2004

fathoni, t. 2003. 22 Lokasi Hutan dan Lahan akan Dikembangkan menjadi

Social Forestry. http:www.fwi.or.id/Info terkini

Reksohadiprodjo, s., brodjonegoro.  2000.  Ekonomi Lingkungan.  BPFE

            Yokyakarta. Edisi kedua.  Yokyakarta.

Zain, AS.  1996.  Hukum lingkungan Konservasi Hutan.  Penerbit Rineka Cipta.  Jakarta.

Zain, AS.  1997.  Aspek Pembinaan Kawasan Hutan Dan stratifikasi Hutan Rakyat.  Penerbit Rineka Cipta.  Jakarta.

http://www. Irwantoshut. Net / DEFINISI- Hutan , html

 

6 Responses to “Hutan”

  1. Agusri Ramadhan, PSDAL XVIII UNIB 2016 Says:

    Tulisannya sangat bermanfaat prof..
    Bisa jadi referensi dan bahan tambahan pengetahuan.
    Trmksh.

  2. hutan sangat penting keberadaanya saat ini, selain menyimpan kekayaan sumberdaya alam yang tinggi juga menjadi upaya mitigasi terhadap perubahan iklim

  3. LITMAN PSDAL 18 Says:

    Hutan Bakau untuk mitigasi bencana Tsunami..

  4. ikhwan efendy Says:

    Perlunya Pelestarian Hutan agar tetap terjaga Ekosistemnya

  5. Nursaadah Istiqamah Says:

    [Nursaadah Istiqamah]
    Artikel ini menarik, mendengar suara hutan saya sangat bangga rasanya tinggal di indonesia, karna indonesia hutannya sangat luar biasa dan sebagai paru-paru dunia, tapi seraya berjalananya waktu dan perkembangan zaman, sekarang keadaan hutan indoneaia sangat memperihatinkan pemerintah kurang memperhatikanya undang-undang yang ada belum terealisasi sepenuhnya. pada dasarnya hutan ini sangat lah penting bagi keberlangsungan kehidupan kita di dunia, hutan sangat lah penting perannya, tapi manusia di era zaman sekarang (moderen) masih ada yang mengabaikan pentingnya kelestarian hutan.
    Wassalam….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s