JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

DAMPAK PENAMBANGAN BATU BARA TERHADAP LINGKUNGAN February 6, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:23 pm
Tags: ,

Oleh

Erni Yusnita

Email : erniyusnita47@gmail.com

Abstrak

 Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang saling berlawanan, yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan yang sangat potensial. Sebagai sumber kemakmuran, sektor ini menyokong pendapatan negara selama bertahun-tahun. Sebagai perusak lingkungan, pertambangan terbuka (open pit mining) dapat mengubah secara total baik iklim dan tanah akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu. Selain itu penambangan batu bara juga bisa mengakibatkan perubahan social ekonomi masyarakat disekitar kawasan penambangan. Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan batu bara perlu dilakukan  tindakan-tindakan tertentu sehingga akan dapat mengurangi pencemaran akibat aktivitas pertambangan batubara dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi di sekitar pertambangan.

Kata kunci : Penambangan batubara, dampak, upaya pencegahan

Pendahuluan

Batubara merupakan salah satu bahan galian strategis yang sekaligus menjadi sumber daya energy yang sangat besar. Indonesia pada tahun 2006 mampu memproduksi batu bara sebesar 162 juta ton dan 120 juta ton diantaranya diekspor. Sementara itu sekitar 29 juta ton diekspor ke Jepang. indonesia memiliki cadangan batubara yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan dalam jumlah kecil, batu bara berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua dan Sulawesi. Sedangkan rumus empirik batubara untuk jenis bituminous adalah C137H97O9NS, sedangkan untuk antrasit adalah C240H90O4NS.

Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat besar dan menduduki posisi ke-4 di dunia sebagai negara pengekspor batubara. Di masa yang akan datang batubara menjadi salah satu sumber energi alternatif potensial untuk menggantikan potensi minyak dan gas bumi yang semakin menipis. Pengembangan pengusahaan pertambangan batubara secara ekonomis telah mendatangkan hasil yang cukup besar, baik sebagai pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun sebagai sumber devisa.

Bersamaan dengan itu, eksploitasi besar-besaran terhadap batubara secara ekologis sangat memprihatinkan karena menimbulkan dampak yang mengancam kelestarian fungsi lingkungan hidup dan menghambat terselenggaranya sustainable eco-development. Untuk memberikan perlindungan terhadap kelestarian fungsi lingkungan hidup, maka kebijakan hukum pidana sebagai penunjang ditaatinya norma-norma hukum administrasi ladministrative penal law) merupakan salah satu kebijakan yang perlu mendapat perhatian, karena pada tataran implementasinya sangat tergantung pada hukum administrasi. Diskresi luas yang dimiliki pejabat administratif serta pemahaman sempit terhadap fungsi hukum pidana sebagai ultimum remedium dalam penanggulangan pencemaran dardatau perusakan lingkungan hidup, seringkali menjadi kendala dalam penegakan norma-norma hukum lingkungan. Akibatnya, ketidaksinkronan berbagai peraturan perundang-undangan yang disebabkan tumpang tindih kepentingan antar sektor mewarnai berbagai kebijakan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Bertitik tolak dari kondisi di atas, maka selain urgennya sinkronisasi kebijakan hukum pidana, diperlukan pula pemberdayaan upaya-upaya lain untuk mengatasi kelemahan penggunaan sarana hukum pidana, dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kelestarian fungsi lingkungan hidup dan korban yang timbul akibat degradasi fungsi lingkungan hidup.

Tulisan ini berusaha menggambarkan bagaimana metode penambangan, kerusakan yang diakibatkan dan solusi mengatasi kerusakan lingkungan pasca penambangan.

Jenis Batu Bara

Jenis dan kualitas batubara tergantung pada tekanan, panas dan waktu terbentuknya batubara. Berdasarkan hal tersebut, maka batubara dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis batubara, diantaranya adalah antrasit, bituminus, sub bituminus, lignit dan gambut (Puslibang Kementrian ESDM, 2006)

  1. Antrasit merupakan jenis batubara dengan kualitas terbaik, batubara jenis ini mempunyai ciri-ciri warna hitam metalik, mengandung unsur karbon antara 86%-98% dan mempunyai kandungan air kurang dari 8%.
  2. Bituminus merupakan batubara dengan kualitas kedua, batubara jenis ini mempunyai kandungan karbon 68%-86% serta kadar air antara 8%-10%. Batubara jenis ini banyak dijumpai di Australia.
  3. Sub Bituminus merupakan jenis batubara dengan kualitas ketiga, batubara ini mempunyai ciri kandungan karbonnya sedikit dan mengandung banyak air.
  4. Lignit merupupakan batubara dengan kwalitas keempat, batubara jenis ini mempunyai cirri memiliki warna muda coklat, sangat lunak dan memiliki kadar air 35%-75%.
  5. Gambut merupakan jenis batubara dengan kwalitas terendah, batubara ini memiliki ciri berpori dan kadar air diatas 75%.

 Metode Penambangan Batubara

Kegiatan  pertambangan  batubara  merupakan  kegiatan  eksploitasi sumberdaya  alam  yang  tidak  dapat  diperbaharui  dan  umumnya  membutuhkan investasi  yang  besar  terutama  untuk  membangun  fasilitas  infrastruktur.

Karakteristik yang penting dalam pertambangan batubara  ini adalah bahwa pasar dan harga  sumberdaya  batubara  ini  yang  sangat  prospektif  menyebabkan industri pertambangan batubara dioperasikan pada tingkat resiko yang tinggi baik dari  segi  aspek  fisik,  perdagangan,  sosial  ekonomi  maupun  aspek  politik.

Kegiatan  penambangan  batubara  dapat  dilakukan  dengan  menggunakan  dua metode yaitu (Sitorus, 2000)  :

  1. Penambangan permukaan  (surface/  shallow  mining) ,  meliputi  tambang terbuka penambangan dalam jalur dan penambangan hidrolik.
  2. Penambangan dalam (subsurfarcel deep mining).

Kegiatan  penambangan  terbuka  (open  mining)  dapat  mengakibatkan gangguan seperti

  1. Menimbulkan lubang besar pada tanah.
  2. Penurunan muka  tanah  atau  terbentuknya  cekungan  pada  sisa  bahan galian  yang dikembalikan ke dalam lubang galian.
  3. Bahan galian tambang apabila di tumpuk atau disimpan pada stock fliling dapat mengakibatkan bahaya longsor dan senyawa beracun dapat tercuci ke daerah hilir.
  4. Mengganggu proses penanaman kembali reklamasi pada galian  tambang yang  ditutupi  kembali  atau  yang  ditelantarkan  terutama  bila  terdapat bahan  beracun,  kurang  bahan  organiklhumus  atau  unsur  hara  telah tercuci .

Sistem  penambangan  batubara  yang  sering diterapkan  oleh  perusahaan-perusahaan  yang  beroperasi  adalah  sistem tambang  terbuka  (Open  Cut  Mining) .  Penambangan  batubara  dengan  sistem tambang  terbuka  dilakukan  dengan  membuat  jenjang  (Bench)  sehingga terbentuk  lokasi  penambangan  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  penambangan.

Metode  penggalian  dilakukan  dengan  cara  membuat  jenjang  serta  membuang dan  menimbun  kembali  lapisan  penutup  dengan  cara  back  filling  per  blok penambangan  serta  menyesuaikan  kondisi  penyebaran  deposit  sumberdaya mineral,  (Suhala Et, al.,,  1995).

Sedangkan pertambangan skala besar, tailing yang dihasilkan lebih banyak lagi. Pelaku tambang selalu mengincar bahan tambang yang tersimpan jauh di dalam tanah, karena jumlahnya lebih banyak dan memiliki kualitas lebih baik. Untuk mencapai wilayah konsentrasi mineral di dalam tanah, perusahaan tambang melakukan penggalian dimulai dengan mengupas tanah bagian atas (top soil). Top Soil kemudian disimpan di suatu tempat agar bisa digunakan lagi untuk penghijauan setelah penambangan. Tahapan selanjutnya adalah menggali batuan yang mengandung mineral tertentu, untuk selanjutnya dibawa ke processing plant dan diolah. Pada saat pemrosesan inilah tailing dihasilkan. Sebagai limbah sisa batuan dalam tanah, tailing pasti memiliki kandungan logam lain ketika dibuang.

Kegiatan penambangan apabila dilakukan di kawasan hutan dapat merusak ekosistem hutan. Apabila tidak dikelola dengan baik, penambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan secara keseluruhan dalam bentuk pencemaran air, tanah dan udara.

Pengangkutan Batu Bara

Cara pengangkutan batu bara ke tempat batu bara tersebut akan digunakan tergantung pada jaraknya. Untuk jarak dekat, batu bara umumnya diangkut dengan menggunakan ban berjalan atau truk. Untuk jarak yang lebih jauh di dalam pasar dalam negeri, batu bara diangkut dengan menggunakan kereta api atau tongkang atau dengan alternatif lain dimana batu bara dicampur dengan air untuk membentuk bubur batu dan diangkut melalui jaringan pipa.

Kapal laut umumnya digunakan untuk pengakutan internasional dalam ukuran berkisar dari Handymax (40-60,000 DWT), Panamax (about 60-80,000 DWT) sampai kapal berukuran Capesize (sekitar 80,000+ DWT). Sekitar 700 juta ton (Jt) batu bara diperdagangkan secara internasional pada tahun 2003 dan sekitar 90% dari jumlah tersebut diangkut melalui laut.

Pengangkutan batu bara dapat sangat mahal – dalam beberapa kasus, pengangkutan batu bara mencapai lebih dari 70% dari biaya pengiriman batu bara. Tindakan-tindakan pengamanan diambil di setiap tahapan pengangkutan dan penyimpan batu bara untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup.

Dampak Penambangan Batubara

Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena perubahan kondisi tata lingkungan (tanah, udara dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan) yang disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing (seperti sampah, limbah industri, minyak, logam berbahaya, dsb.) sebagai akibat perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula (Susilo, 2003).

  1. Dampak Terhadap  Lingkungan

Setiap kegiatan penambangan baik itu penambangan Batu bara, Nikel dan Marmer serta lainnya pasti menimbulkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan sekitarnya.    Dampak positifnya adalah meningkatnya devisa negaradan pendapatan asli daerah serta menampung tenaga kerja sedangkan dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat dikelompokan dalam bentuk kerusakan permukaan bumi, ampas buangan (tailing), kebisingan, polusi udara, menurunnya permukaan bumi (land subsidence), dan kerusakan karena transportasi alat dan pengangut berat.

Karena begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan maka perlu kesadaran kita terhadap lingkungan sehingga dapat memenuhi standar lingkungan agar dapat diterima pasar. Apalagi kebanyakan komoditi hasil tambang biasanya dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga harus hati-hati dalam pengelolaannya karena bila para pemakai mengetahui bahan mentah yang dibeli mencemari lingkungan, maka dapat dirasakan tamparannya terhadap industri penambangan kita.

Sementara itu, harus diketahui pula bahwa pengelolaan sumber daya alam hasil penambangan adalah untuk kemakmuran rakyat. Salah satu caranya adalah dengan pengembangan wilayah atau community development. Perusahaan pertambangan wajib ikut mengembangkan wilayah sekitar lokasi tambang termasuk yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Karena hasil tambang suatu saat akan habis maka penglolaan kegiatan penambangan sangat penting dan tidak boleh terjadi kesalahan.

Seperti halnya aktifitas pertambangan lain di Indonesia, Pertambangan batubara juga telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hidup yang cukup besar, baik itu air, tanah, Udara, dan hutan, Air . Penambangan Batubara secara langsung menyebabkan pencemaran antara lain ;

  1. Pencemaran air, 

Permukaan batubara yang mengandung pirit (besi sulfide) berinteraksi dengan air menghasilkan Asam sulfat yang tinggi sehingga terbunuhnya ikan-ikan di sungai, tumbuhan, dan biota air yang sensitive terhadap perubahan pH yang drastis.

Batubara yang mengandung uranium dalam konsentrasi rendah, torium, dan isotop radioaktif yang terbentuk secara alami yang jika dibuang akan mengakibatkan kontaminasi radioaktif. Meskipun senyawa-senyawa ini terkandung dalam konsentrasi rendah, namun akan memberi dampak signifikan jika dibung ke lingkungan dalam jumlah yang besar. Emisi merkuri ke lingkungan terkonsentrasi karena terus menerus berpindah melalui rantai makan dan dikonversi menjadi metilmerkuri, yang merupakan senyawa berbahaya dan membahayakan manusia. Terutama ketika mengkonsumsi ikan dari air yang terkontaminasi merkuri.

  1. Pencemaran udara

Polusi/pencemaran udara yang kronis sangat berbahaya bagi kesehatan.  Menurut logika udara kotor pasti mempengaruhi kerja paru-paru. Peranan  polutan ikut andil dalam merangsang penyakit pernafasan seperti influensa,bronchitis dan pneumonia serta penyakit kronis seperti asma dan bronchitis kronis.

  1. Pencemaran Tanah

Penambangan batubara dapat merusak vegetasi yang ada, menghancurkan profil tanah genetic, menggantikan profil tanah genetic, menghancurkan satwa liar dan habitatnya, degradasi kualitas udara, mengubah pemanfaatan lahan dan hingga pada batas tertentu dapat megubah topografi umum daerah penambangan secara permanen.

Disamping itu, penambangan batubara juga menghasilkan gas metana, gas ini mempunyai potensi sebagi gas rumah kaca. Kontribusi gas metana yang  diakibatkan oleh aktivitas manusia, memberikan kontribusi sebesar 10,5% pada emisi gas rumah kaca.

Aktivitas  pertambangan  batubara  juga  berdampak  terhadap  peningkatan laju  erosi  tanah  dan  sedimentasi  pada  sempadan  dan  muara-muara  sungai.

Kejadian  erosi  merupakan  dampak  tidak  langsung  dari  aktivitas  pertambangan batubara melainkan dampak dari pembersihan  lahan untuk bukaan  tambang dan pembangunan  fasilitas  tambang  lainnya  seperti  pembangunan  sarana  dan prasarana  pendukung  seperti  perkantoran,  permukiman  karyawan,Dampak  penurunan  kesuburan  tanah  oleh  aktivitas  pertambangan batubara  terjadi  pada  kegiatan  pengupasan  tanah  pucuk  (top  soil)  dan  tanah penutup  (sub  soil/overburden).  Pengupasan  tanah  pucuk  dan  tanah  penutup akan merubah  sifat-sifat  tanah  terutama  sifat  fisik  tanah  dimana  susunan  tanah yang  terbentuk  secara  alamiah  dengan  lapisan-lapisan  yang  tertata  rapi  dari lapisan  atas  ke  lapisan  bawah  akan  terganggu  dan  terbongkar  akibat pengupasan  tanah  tersebut.

  1. Dampak Terhadap manusia

Dampak pencemaran Pencemaran akibat penambangan batubara terhadap manusia, munculnya berbagai penyakit antara lain :

  1. Limbah pencucian batubara zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan       manusia jika airnya dikonsumsi  dapat menyebabkan penyakit kulit pada manusia seperti kanker kulit. Kaarena Limbah tersebut mengandung belerang ( b), Merkuri (Hg), Asam Slarida (Hcn), Mangan (Mn), Asam sulfat (H2sO4),  di samping itu debu batubara menyebabkan polusi udara di sepanjang jalan yang dijadikan aktivitas pengangkutan batubara. Hal ini menimbulkan merebaknya penyakit infeksi saluran pernafasan, yang dapat memberi efek jangka panjang berupa kanker paru-paru, darah atau lambung. Bahkan disinyalir dapat menyebabkan kelahiran bayi cacat.
  2. Antaranya dampak negatifnya adalah kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh proses penambangan dan penggunaannya. Batubara dan produk buangannya, berupa abu ringan, abu berat, dan kerak sisa pembakaran, mengandung berbagai logam berat : seperti arsenik, timbal, merkuri, nikel, vanadium, berilium, kadmium, barium, cromium, tembaga, molibdenum, seng, selenium, dan radium, yang sangat berbahaya jika dibuang di lingkungan.
  3. Seperti halnya aktifitas pertambangan lain di Indonesia, Pertambangan batubara juga telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hidup yang cukup parah, baik itu air, tanah, Udara, dan hutan, Air Penambangan Batubara secaralangsung menyebabkan pencemaran air, yaitu dari limbah penducian batubara tersebut dalam hal memisahkan batubara dengan sulfur. Limbah pencucian tersebut mencemari air sungai sehingga warna air sungai menjadi keruh, Asam, dan menyebabkan pendangkalan sungai akibat endapan pencucian batubara tersebut. Limbah pencucian batubara setelah diteliti mengandung zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia jika airnya dikonsumsi. Limbah tersebut mengandung belerang ( b), Merkuri (Hg), Asam Slarida (Hcn), Mangan (Mn), Asam sulfat (H2sO4), dan Pb. Hg dan Pb merupakan logam berat yang dapat menyebabkan penyakit kulit pada manusia seperti kanker kulit.

 

  1. Dampak Sosial dan kemasyarakatan

 

  1. Terganggunya Arus Jalan Umum

Banyaknya lalu lalang kendaraan yang digunakan untuk angkutan batubara berdampak pada aktivitas pengguna jalan lain. Semakin banyaknya kecelakaan, meningkatnya biaya pemeliharaan jembatan dan jalan, adalah sebagian dari dampak yang ditimbulkan.

  1. Konflik Lahan Hingga Pergeseran Sosial-Budaya Masyarakat

Konflik lahan kerap terjadi antara perusahaan dengan masyarakat lokal yang lahannya menjadi obyek penggusuran. Kerap perusahaan menunjukkan kearogansiannya dengan menggusur lahan tanpa melewati persetujuan pemilik atau pengguna lahan. Atau tak jarang mereka memberikan ganti rugi yang tidak seimbang denga hasil yang akan mereka dapatkan nantinya. Tidak hanya konflik lahan, permasalahan yang juga sering terjadi adalah diskriminasi. Akibat dari pergeseran ini membuat pola kehidupan mereka berubah menjadi lebih konsumtif. Bahkan kerusakan moral pun dapat terjadi akibat adanya pola hidup yang berubah.

Nilai atau dampak positif dari batubara itu sendiri, Sumber wikipedia.com mengatakan Tidak dapat di pungkiri bahwa batubara adalah salah satu bahan tambang yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Indonesia adalah salah satu negara penghasil batubara terbesar no.2 setelah Australia hingga tahun 2008. Total sumber daya batubara yang dimiliki Indonesia mencapai 104.940 Milyar Ton dengan total cadangan sebesar 21.13 Milyar Ton. Nanun hal ini tetap memberikan efek positif dan negatif, dan hal positifnya Sumber wikipedia.com mengatakan. Hal positifnya adalah bertambahnya devisa negara dari kegiatan penambanganya.

Secara teoritis usaha pertambangan ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Para pekerja tambang selayaknya bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Salah satu bentuknya dengan cara memperkerjakan masyarakat sekitar dalam usaha tambang sekitar, sehingga membantu kehidupan ekonomi masyarakat sekitar.

 

Solusi Terhadap Dampak  Dan Pengaruh Pertambanga Batubara

Tidak dapat di pungkiri bahwa pemerintah mempunyai peran yang penting dalam mencari solusi terhadap dampak dan pengaruh pertambangan    batu bara yang ada di indonesia. Pemerintah harus menyadari bahwa tugas mereka adalah memastikan masa depan yang dimotori oleh energi bersih dan terbarukan. Dengan cara ini, kerusakan pada manusia dan kehidupan sosialnya serta kerusakan ekologi dan dampak buruk perubahan iklim dapat dihindari.

Sayangnya, Pemerintah Indonesia ingin percaya bahwa batubara jawaban dari permintaan energi yang menjulang, serta tidak bersedia mengakui potensi luar biasa dari energi terbarukan yang sumbernya melimpah di negeri ini.

Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang    ditimbulkan oleh penambang batu bara dapat ditempuh dengan beberapa pendekatan, untuk dilakukan tindakan-tindakan tertentu sebagai berikut :

  1. Pendekatan teknologi, dengan orientasi teknologi preventif (control/protective) yaitu pengembangan sarana jalan/jalur khusus untuk pengangkutan batu bara sehingga akan mengurangi keruwetan masalah transportasi. Pejalan kaki (pedestrian) akan terhindar dari ruang udara yang kotor. Menggunakan masker debu (dust masker) agar meminimalkan risiko terpapar/terekspose oleh debu batu bara (coal dust).
  2. Pendekatan lingkungan yang ditujukan bagi penataan lingkungan sehingga akan terhindar dari kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan. Upaya reklamasi dan penghijauan kembali bekas penambangan batu bara dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk malaria. Dikhawatirkan bekas lubang/kawah batu bara dapat menjadi tempat perindukan nyamuk (breeding place).
  3. Pendekatan administratif yang mengikat semua pihak dalam kegiatan pengusahaan penambangan batu bara tersebut untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku (law enforcement)
  4. Pendekatan edukatif, kepada masyarakat yang dilakukan serta dikembangkan untuk membina dan memberikan penyuluhan/penerangan terus menerus memotivasi perubahan perilaku dan membangkitkan kesadaran untuk ikut memelihara kelestarian lingkungan.

 

Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih atas terselesaikanya penulisan artikel ini  disampaikan  kepada dosen pengasuh Mata Kuliah Penyajian Ilmiah  Bapak Prof. Dr. Ir. Urip Santoso, M.Sc, yang telah memberikan arahan, petunjuk dan materi dasar untuk membuat tulisan ini. Semoga Allah, SWT, membalas semua kebaikan Bapak.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Agus, F. 2004. Pengelolaan DTA Danau dan Dampak Hidrologisnya. Balai Penelitian Tanah. Bogor.  http://www.litbang.deptan.go.id/artikel/one/56/pdf [16 Juni 2006].

 

Agus F, Farida, Noordwijk Van Meine, editor. 2004. Hydrological Impacts of Forest, Agroforestry and Upland Cropping as a Basis for Rewarding Environmental Service Providers in Indonesia. Proceedings of a workshop in Padang/Singkarak, Weat Sumatra, Indonesia, 25-28 February 2004. ICRAF-SEA. Bogor

 

Latifa, S.  2000. Keragaan  Accacia mangium wild  pada  Lahan  Bekas  Tambang Timah            (Studi  kasus  di  areal  PT.  Timah).  Tesis  Sekolah  Pascasarjana.IPB. Boger.

 

Pusat  Penelitian  ttan  Pengembangan  (Puslitbang)  Teknologi  Mineral  dan Batubara.   Departemen  ESDM.  2006.  Batubara  Indonesia.  Departemen ESDM. Jakarta.

 

Sitorus.  S.R.P.  2000.  Pengembangan  Sumberdaya  Tanah  Berkelanjutan. Jurusan Tanah.Fakultas pertanian  lnstitut Pertanian Bogor (IPB). Boger.

 

Soemarwoto,  0 .  2005. Analisis  Mengenai  Dampak  Lingkungan. Gadjah  Mada Uversity    Press. Yogyakarta.

Suhala,  S,  A.  F.  Yoesoef  dan  Muta’alim.  1995.  Teknologi  Pertambangan Indonesia.  Pusat  Penelitlan  dan  Pengembangan  Teknologi  Mineral,Direktorat  Jenderal  Pertambangan  Umum  Departemen  Pertambangan dan Energi. Jakarta.

 

Wardana.  W.  A.  2001 .  Dampak  Pencemaran  Lingkungan.  Penerbit  Andi Yogyakarta.Yogyakarta.

 

 

33 Responses to “DAMPAK PENAMBANGAN BATU BARA TERHADAP LINGKUNGAN”

  1. kalau mau memasukkan artikel ilmiah kita tentang kehutanan kesalah satu jurnal, bagaimana prosedur nya pak?terimaksih pak

  2. Jalin Elsaprike, ST Mahasiswa Pasca Sarjana PSDAL Angkatan 18 Says:

    realnya dilapangan, tdk ada yang menguntungkan bagi lingkungan, dokumen LH hanya sebagai bahan prasyarat saja untuk mendapatkan ijin lanjutan, tdk pernah ada kegiatan batubara yang berpihak pada lingkungan…teori luar biasa tetapi penerapannya NOL….tinggal kita pelaku dan pecinta lingkungan bagaimana memberikan pengawasan yang preventif terhadap kegiatan tsb, agar kita tidak disalahkan oleh ANAK CUCU kita, berusahalan menjadi generasi penyelamat lingkungan….

  3. BURSAMIN Says:

    BURSAMIN

    PSDAL – BENGKULU UNIVERSITY FORCES TO 18

    AGREE
    Actually, the competent authorities should not blame it on one side, resulting in the loss and the cessation of operations. As a result of these conditions, the welfare of the people declined and may increase the unemployment rate. Supposedly, the competent authorities give direction, guidance, organize and provide support for those activities that can take place continuously.

  4. monica sari sianturi Says:

    Penambangan batubara ini memang sudah lama dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Diakui memang bahwa hasil dari tambang batubara ini menjadi sumber devisa negara dan sumber lapangan pekerjaan bagi mereka yang tinggal di dekat lokasi pertambangan batubara tersebut, tapi hal ini tidak bertahan lama (hanya sebentar saja). Akibat yang didapatkan dari hal ini sudah dijelaskan di materi yang diatas. Yang menjadi persoalannya sekarang adalah bagaimana kita mengatasi dan memperbaiki hasil galian dari batubara tersebut mungkin bisa dengan alat-alat teknologi yang berkembang sekarang ini.

    Terimakasih untuk artikel dan tulisan ini karena saya bisa lebih mengerti dan memahami dampak penggalian batubara bagi lingkungan dari tulisan ini.
    Sekian dan terimakasih.
    #Monica Sari Sianturi

  5. Windi mayasari Says:

    Menarik sekali ya artikelnya. Saya ingin menambahkan Salah satu cara meminimalisir adanya dampak penambangan batu bara adalah
    1. dg melakukan kegiatan reklamasi sesuai dg kearifan lokal.
    2. Penyiraman rutin jalan dg water tank.
    3.pembuatan sdimenpont/sdlingpont.

  6. Yahumri PSDAL Angkatan XVIII Says:

    Penambangan batu bara bukan hanya berdampak pada lingkungan daerah aliran sunga saja akan tetapi juga pada kualitas air PDAM di Kota Bengkulu….

  7. Alexander Taufan PSDAL 18 Says:

    ALEXANDER PSDAL 18

    Sebuah ulasan yang menarik dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.

    Sebagai saintis, saya sependapat dengan penulis, bahwa fenomena yang paling riil, bahwasannya diskresi luas yang dimiliki pejabat administratif serta pemahaman yang sempit terhadap fungsi hukum pidana sebagai ultimum remedium dalam penanggulangan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup, seringkali menjadi kendala dalam penegakan norma-norma hukum lingkungan.
    Sebuah realitas miris yang harus kita perjuangkan demi tercapainya suatu kesetimbangan.

    let’s live in a harmony.

    regard, sir.

  8. weli sulastri Says:

    Sebenarnya yg harus memperoleh manfaat terbesar dr adanya penambangan batu bara adalah daerah penghasil itu sendiri, tapi pada kenyataannya daerah penghasil tdk memperoleh manfaat secara optimal seperti yg dibayangkan. PAD yg masuk ke kasda lgsg hanya dr retribusi produksi, uang kesungguhan yg dibayar sbg jaminan perusahaan melaksanakan reklamasi dan uang jaminan apabila terjadi pencemaran lingkungan. Sementara landrent dibayarkan ke pusat dan daerah hanya mendapatkan dana bagi hasilnya saja. Bila dibandingkan dg manfaat berupa PAD, maka dampak yg hrs ditanggung oleh daerah tdklah sebanding, misalnya rusaknya jln akibat pengangkutan, pencemaran pd sungai, berubahnya rona alam secara estetika. Dan batu bara ini sendiri dlm penggunaannya oleh pabrik-pabrik tdk ramah lingkungan bila dibandingkan dg sumber energi dr air, matahari uap atau nuklir krn penggunaan batu bara ini melepaskan CO dan CO2 ke udara

  9. Assalammualaikum wr wb….

    Menurut saya (RANDY HERMAWAN) Setiap kegiatan pastilah menghasilkan suatu akibat, begitu juga dengan kegiatan eksploitasi bahan tambang, yang dapat berkontribusi dan membawa dampak yang jelas terhadap lingkungan dan juga kehidupan di sekitarnya, dampak tersebut dapat bersifat negatif ataupun positif, namun pada setiap kegiatan eksploitasi orang-orang lingkungan lebih cenderung memperhatikan dampak negatifnya, hal tersebut dapat diminimalisir apabila pihak yang bersangkutan bertanggung jawab terhadap pengolahan sumber daya alamnya dan juga memanfaatkannya secara bijaksana. Sebagai contoh adalah kegiatan pertambangan batubara di pulau Kalimantan yang bisa dibilang telah mencapai tahap yang kronis, dengan menyisakan lubang-lubang besar bekas kegiatan pertambangan dan juga dampak-dampak yang lainnya. Hal tersebut setidaknya dapat diminimalisir dan dikurangi dampaknya apabila kita melakukan tindakan perbaikan dan juga memanfaatkan SDA secara bijaksana.

    Wassalam….

  10. KOMENTAR KE 2

    Saran yang bisa diberikan Adalah = Agar pemerintah lebih mengoptimalkan dan mensosialisasikan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sehingga para penambang lebih memperhatikan dampak lingkungan dari pada keuntungan semata. Diharap juga pemerintah lebih tegas menindak para penambang yang terbukti melanggar peraturan penambangan agar para penambang terutama perusahaan-perusahaan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan sehingga dapat meminimalkan dampak lingkungan dan resiko kecelakaan. Diharap dengan adanya penambang yang bertanggung jawab terhadap reklamasi lahan bekas penambangan, sehingga pada akhirnya tidak mengganggu keseimbangan lingkungan (BALANCE).

    Wassalam…….

  11. Yartiwi, PSDAL angkatan 18 Says:

    Ternyata penambangan batu bara ini sangat banyak berdampak negatif terhadap kehidupan manusia dan lingkungannya. Sekarang ini apakah para penambang sudah menyadari dampak tersebut ?

  12. Agusri Ramadhan, PSDAL XVIII UNIB 2016 Says:

    Diharapkan pemerintah lebih mengoptimalkan dan mensosialisasikan tentang AMDAL, sehingga para penambang lebih memperhatikan dampak lingkungan dari pada keuntungan semata. Juga agar pemerintah lebih tegas menindak para penambang yang terbukti melanggar peraturan penambangan supaya para penambang terutama perusahaan-perusahaan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan sehingga dapat meminimalkan dampak lingkungan dan resiko kecelakaan. Dengan penambang yang bertanggung jawab terhadap reklamasi lahan bekas penambangan, sehingga pada akhirnya tidak mengganggu keseimbangan lingkungan yang ada.

  13. arief huzeini Says:

    Pertambangan merupakan usaha kegiatan pengambilan mineral atau bahan berharga yang ada didalamnya dengan menggunakan alat mekanis maun non mekanis guna untuk mempermudah proses pengambilan mineral itu sendiri, sudah hal yang pasti didalam proses pengambilan mineral atau bahan berharga tersebut akan mengubah bentuk dan struktur bentang alam didalamnya , dalam hal ini saya berpendapat selama proses Eksploitasi itu dijalankan dan dikerjakan dengan prosedur dan aturan perundang-undangan yang berlaku, kegiatan penambangan tersebut tidak terlalu berdapak berat terhadap aktifitas lingkungan, asumsi tersebut berdasarkan peraturan pemerintah No.23 Tahun 2010 tentang persyaratan untuk memperoleh izin IUP harus dilengkapi persyaratan teknis, lingkungan dan finansial.jika prusahaan tersebut telah memperoleh izin IUP sudah pasti mempunyai dokumen lingkungan serta teknis hal ini menjadi acuan dalam proses penambangan, Tetap harus ada pengawasan yang jelas dari pemerintah didalam pena’atan aturan pelaksana’an penambangan tersebut.

  14. hermy puspita sari, PSDAL Unib Says:

    memang benar Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang saling berlawanan, yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan yang sangat potensial. Sebagai sumber kemakmuran yang tinggal di sekitaran penambang batubara tapi juga perusak kualitas air sungai… diharapkan pemerintah dan pemilk tambang dapat memberiakn kebijakan yang saling menguntungkan

  15. LITMAN (PSDAL 18) Says:

    Penambangan batubara untuk devisa negara dan kesejahteraan masyarakat,. Namun sedapat mungkin meminimalisir kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan tersebut,.

  16. Tulisan yang menarik, dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami. Konten yang bagus, untuk menambah khasanah dan wawasan pembaca awam.
    Saya setuju, bahwa solusi untuk permasalahan lingkungan seperti ini, tentunya bisa dengan pendekatan Teknologi, pendekatan Lingkungan , pendekatan Administrasi, dan pendekatan Edukasi.

    SALAM

  17. batubara banyak mudaharat bagi masyarakat, mending tidak usah di tambang. bagi hasil provinsi bengkulu dengan perusahaan tambang tidak mencukupi untuk membangun infrasrtuktur jalan yang ada di Bengkulu…jadi ditutup saja..

  18. Banyak sisi negatif daripada sisi positif dari penambangan batu bara. STOP!!! dan segera Moratorium izin Tambang batu bara. Lihat dampak yang terjadi di Kbupaten Bengkulu Utara dan Benteng. Tambang batu bara hanya menguntungkan bagi investor dan dinikmati pejabat-pejabat yang menyalahi wewenang.

    • arief Says:

      jangan mengambil keputusan sebelah pihak, yang sifatnya tidak obyektif,,JIka tambang batubara ditutup’ terus untuk meleburkan baja gmana?, untuk listrik tenaga uap gimana? untuk produksi pembakaran semen gimana? untuk produksi plastik gimana,.. semua itu pake batubara,… kalo pendapat saya jika penambangan batubara dihentikan ya kita harus siap tidak memaki semen lagi untuk bangun rumah, tidak memakai plastik lagi. 30% pendapatan negara brasal dari penambangan. trimasih

  19. dodi haryono PSDAL Says:

    Kalau dilihat dari kacamata sebagai seorang anggota masyarakat memang penambangan batu bara ini lebih banyak buruknya daripada baiknya, tapi dibalik itu tentu pemerintah mempunyai alasan yang kuat untuk memberi izin terhadap operasi penambangan tersebut.

  20. Ardi Setiawan, Mahasiswa Pasca Sarjana PSDAL angkatan 18 Says:

    Untuk saat ini energi fosil khususnya batubara masih sangat banyak digunakan untuk kebutuhan energi bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Hampir semua industri menggunakan batubara sebagai bahan bakar (industri makanan,industri otomotif, industri semen, dll). Jadi tinggal bagaimana peran pemerintah dalam melakukan pengawasan, pemantauan dan pembinaan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku agar tambang yang ada di Indonesia bisa dikelola dengan baik bukan di tutup.

  21. ikhwan efendy Says:

    Menurut Pendapat Saya selain dari keempat pendekatan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh penambang batubara perlunya unsur pengawasan dari berbagai pihak.seperti dari Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Masyarakat sekitar.

  22. Nursaadah Istiqamah S.Pt Says:

    menurut saya, berdasarkan karya ilmiah yang membahas mengenai pertambangan ini sangat bagus apalagi bagi kita untuk para pembaca. Sesuai dengan uraian diatas mengenai beberapa solusi terhadap dampak pertambangan batubara antara lain melalu metode pendekatan teknologi, pendekatan lingkungan, pendekatan administratif, dan pendekatan edukatif. Adapun menurut saya yang baik selain uraian diatas harus juga berdasarkan proses dan mekanisme melalui proses pembuatan studi kelayakan, membuat analisis stake holders, melakukan pelaksanaan pertambangan yang ramah lingkungan, tidak melakukan pencemaran lingkungan dan pengrusakan infrastruktur daerah di wilayah pertambangan.
    Terima Kasih.

  23. Nursaadah Istiqamah S.Pt Says:

    Untuk komentar kedua menurut saya apabila kita tinjau melalui segi agama pelaksanaan pertambangan haruslah menghindari kerusakan (daf’u al-mafsadah) menimbulkan kerusakan ekosistem darat dan laut. Sesuai dalam Al-Qur’an QS. Ar Ra’d (13): 17 ﯾyang artinya “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikian Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar danyang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap dibumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan”.

  24. Yosep Pujo Aryanto Says:

    Penambangan Batu bara berpengaruh besar terhadap kerusakan lingkungan. hal ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan. beberapa hal yang dapat merugikan akibat penambangan batu bara diantaranya pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah. dampak yang dirasakan bagi manusia juga terasa seperti kesehatan yang akan selalu mengancam terutama masyarakat yang berada disekitaran tambang. penyakit yang timbul akibat pencemaran lingkungan akibat penambangan batu bara adalah kanker.

    • windi maya sari Says:

      benar sekali, bukan hanya kanker, penyakit yang timbul akibat aktifitas penambangan, beberapa penyakit seperti batuk,gatal-gatal,sesak nafas,dampak sosial dan lain-lain ikut serta akibat aktifitas penambangan.

  25. Khairul Romadan PSDAL XVIII UNIB Says:

    Penambangan bagaikan dua sisi mata uang..
    Jadi tergantung bagaimana cara kita menanggapi dan menerapkannya di lapangan.
    Bermanfaat namun sedapat mungkin meminimalisir kerusakan lingkungan akibat kegiatan tersebut,.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s