JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

STRATEGI PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN YANG BERBASIS PADA SISTEM PERTANIAN ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN February 14, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 10:50 am
Tags: ,

Oleh. RISMAN EFENDI

ABSTRAK

Sebuah tulisan ilmiah yang diberikan berbentuk tugas dalam mata kuliah penyajian ilmiah. Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan  penting dalam menopang kehidupan manusia. Selama bertahun- tahun sistem pertanian yang ada selalu mengandalkan penggunaan input kimiawi yang berbahaya untuk meningkatkan hasil atau produksi pertanian. Beberapa indikator yang memprihatinkan perkembang kegiatan  pertanian saat ini antara lain : (1) tingkat produktivitas lahan menurun, (2) tingkat kesuburan tanah merosot, (3) konversi  lahan pertanian semakin meningkat, (4)  tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan pertanian meningkat, (5) daya dukung lingkungan merosot. Hal ini menuntut adanya penerapan teknologi yang dapat mengoptimalkan hasil tanpa menimbulkan degradasi pada lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan . Pertanian organik di Indonesia menjadi “tren” karena tumbuhnya kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi produk yang aman dan sehat, masyarakat semakin sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sentetis dalam pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut di atas, belakangan ini muncul tren pertanian organik yaitu kegiatan budidaya tanaman yang ramah lingkungan dengan berusaha meminimalisis dampak negatif bagi lingkungan. Pertanian organik dicirikan dengan tidak menggunakan bahan kimia sentetis seperti pestisida kimia dan pupuk sehingga produk yang dihasilkan bebas residu bahan kimia berbahaya.  Melalui penyuluhan, petani maupun masyarakat sebagai konsumen  diharapkan akan memperoleh informasi tentang teknik budidaya yang baik serta memenuhi standar kesehatan    dengan menerapkan system pertanian organik. ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kata kunci : Lingkungan usaha tani lestari, petani untung, konsumsi masyarakat  sehat

 

  1. PENDAHULUAN

 

1.1.             Latar Belakang

Seiring dengan semakin meningkatnya pradaban masyarakat, yang dicirikan dengan meningkatnya mutu pendidikan, kesejahteraan dan  serta kesadaran akan pentingnya kualitas hidup yang lebih baik, sehingga masyarakat mulai menyadari tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pencemaran baik lingkungan pertanian maupun pruduk yang dihasilkan seperti penggunaan  bahan kimia sintetis dalam usaha tani, yang berdampak pada meningkatnya tuntutan akan produk pangan bermutu dan aman seperti produk pertanian organik.  Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang, karena produk pertanian organik yang rama lingkungan  memiliki harga jual yang lebih baik dibandingkan dengan produk pertanian anorganik. Bagi petani selaku produsen diharapkan dapat menjawab tantangan dan peluang tersebut.  Produk pangan bermutu dan aman hanya bisa dihasilkan apa bila dari tahap awal proses produksi hingga tahap akhir produksi, yaitu dari persiapan lahan, benih, penanaman, pemeliharaan (pemupukan, perlindungan dan pengairan) sampai kepada kegiatan panen, pasca panen, pengolahan, distribusi dan penyajian sampai pangan siap dikonsumsi.  Keseluruhan proses produksi produk pangan tersebut harus memenuhi syarat sesuai dengan yang ditetapkan.    Kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan kondisi yang kontradiktif, dimana dalam upaya memperoleh tingkat produktivitas dan produksi yang optimal berbagai upaya dilakukan oleh petani untuk mengamankan produksi usahataninya, seperti penggunaan pestisida dan pemupukan yang kurang bijaksana yang dikhawatirkan merusak lingkungan dan rentan terhadap kemungkinan terjadinya cemaran produk pangan oleh residu pestisida yang dapat membahayakan kesehatan.

Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan sehat menghendaki produk-produk pertanian yang bebas dari residu bahan kimia berbahaya. Dinamika ini mendorong upaya-upaya untuk menghasilkan inovasi-inovasi dalam teknik budidaya yang berorientasi pada kualitas hasil tanpa mengesampingkan keselarasan lingkungan. Teknik ini sering dikenal dengan Ekofarming atau system pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan (Zulkarnain, 2001).   Meningkatnya animo masyarakat terhadap produk pertanian organik dan upaya sosialisasi tentang manfaat pertanian organik yang dilakukan oleh pemerintah dan pemerhati pertanian organik mendorong semakin bertambahnya jumlah pelaku usaha pertanian organik.

Meskipun pertanian organik ini sangat mememberikan harapan baik bagi petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen, upaya memasyarakatkan dan mengembangkan pertanin organik di Indonesia khususnya di Bengkulu,  masih banyak kendala dan hambatan yang ditemui disamping beberapa hal yang sudah dicapai sebagai faktor penunjang dalam pengembangan lebih lanjut.  Beberapa kendala tersebut antara lain adalah masih adanya perbedaan persepsi terhadap penerapan sistem pertanian organik di lapangan oleh berbagai “stake holder”, maraknya klaim organik oleh pelaku usaha yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, kurangnya apresiasi masyarakat terhadap produk organik, perbedaan proses sertifikasi serta potensi dan peluang pasar yang tersedia.

Berdasarkan kenyataan di atas, diperlukan strategi yang tepat dalam pengelolaan dampak lingkungan yang berbasis pada system pertanian organik dengan memperhatikan factor-faktor yang dominan yang mempengeruhi petani dalam pengembangan pertanian organik melibatkan petani dan masyarakat sebagai konsumen produk pertanian.

 

1.2.             Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui dan memberikan masukan bagaimana strategi yang tepat dalam mengendalikan dampak  lingkungan melalui system pertanian organik ramah lingkungsn dengan memperhatikan keterlibatan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen produk pertanian di Kabupaten Bengkulu Utara.

 

  1. KAJIAN PUSTAKA

2.1.             Sistem Pertanian Ramah Lingkungan

Pertanian ramah lingkungan secara umum diartikan sebagai usaha pertanian yang bertujuan untuk memperoleh produksi optimal tanpa merusak lingkungan, baik secara fisik, kimia, biologi, maupun ekologi. Aspek keberlanjutan sistem produksi merupakan salah satu ciri pertanian ramah lingkungan.

Kriteria pertanian ramah lingkungan adalah

  • terpeliharanya keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologis biota pada

permukaan dan lapisan olah tanah,

  • terpeliharanya kualitas sumber daya pertanian dari segi fisik, hidrologis, kimiawi, dan biologi microbial.
  • bebas cemaran residu kimia, limbah organik, dan anorganik yang berbahaya  ataumengganggu proses hidup tanaman,
  • terlestarikannya keanekaragaman genetik tanaman budi daya,
  • tidak terjadi akumulasi senyawa beracun dan logam berat yang membahayakat

atau melebihi batas ambang aman,

  • terdapat keseimbangan ekologis antara hama penyakit dengan musuh alami,
  • produktivitas lahan stabil dan berkelanjutan, dan produksi hasil panen bermutu tinggi dan aman sebagai pangan atau pakan.

Atas dasar kriteria tersebut, pertanian ramah lingkungan dapat didefinisikan sebagai: Pertanian yang menerapkan teknologi serasi dengan kelestarian lingkungan, ditujukan untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian, guna memperoleh hasil panen optimal yang aman dan berkelanjutan.

Salah satu upaya untuk menciptakan pertanian yang ramah lingkungan tersebut adalah melalui system pertanian organik. Pertanian organik merupakan pertanian masa depan  sebagai usaha manusia menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan alam dan lingkungan (Yusuf, 2001). Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Pertanian organik merupakan  system pertanian holistic yang mempromosikan dan menguatkan kesehatan agroekosistem, termasuk biodiversity siklus biologi dan kegiatan-kegiatan biologi tanah (Sabastian E.S, 2008).

Menurut Nusril (2001) dan Nugrahadi (2002), keunggulan dan keuntungan penerapan pertanian organik antara lain :

  • Lebih mendukung usaha tani yang berkelanjutan
  • Penggunaan input luar yang rendah
  • Kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin tinggi
  • Menghasilkan produk makanan yang sehat
  • Adanya dukungan dari lembaga pemerintah dan suasta

 

Sistem pertanian organik dilandaskan pada interaksi dinamis antara tanah, tanaman,binatang, manusia, ekosistem dan lingkungan. Sistem tersebut diarahkan kepada peningkatan siklus hidup alamiah ketimbang pemerasan atau penekanan terhadap alam. Sistem ini sangat mengandalkan sumber-sumber daya yang tersedia di wilayah setempat. Sistem pertanian ini dapat memberikan kontribusi terhadap masa depan dampak lingkungan bagi kepentingan manusia (Dharmawan, dkk, 2002)

Bahan organik merupakan sumber energi bagi jasad mikro tanah dan media penyimpan hara bagi tanaman. Perkembangan industri pupuk telah menyisihkan penggunaan bahan organik sebagai media penyimpan hara, karena hara anorganik dapat diperoleh dengan murah dan mudah langsung dari pabrik  (Suharjo. H dan Soepartini. 1992) .

Mikroba berguna (effective microorganism) sebagai komponen habitat alam mempunyai peran dan fungsi penting dalam mendukung terlaksananya pertanian ramah lingkungan melalui berbagai proses, seperti dekomposisi bahan organik, mineralisasi senyawa organik, fiksasi hara, pelarut hara, nitrifikasi dan denitrifikasi. Dalam aliran pertanian input organik, mikroba diposisikan sebagai produsen hara, tanah dianggap sebagai media biosintesis, dan hasil kerja mikroba dianggap sebagai pensuplai utama kebutuhan hara bagi tanaman.

2.2.            Strategi Untuk Mencapai Sistem Pertanian Organik Ramah Lingkungan

Agar system usaha tani yang ramah lingkunyan dapat dibangun dan dikembangkan dengan baik, perlu diberikan pemahaman melalui penyuluhan baik kepada petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen betapa pentingnya pengelolaan lingkungan usaha tani dan produk pertanian yang sehat untuk di kosumsi. Strategi yang perlu dilakukan  :

  1. Terhadap petani sebagai pelaku usaha

Melalui penyuluhan pertanian perlu dilakukan upaya memberikan pemahaman kepada petani sebagai produsen bahwa, pengembangan pertanian yang ramah lingkungan  harus mengacu kepada prinsip – prinsip organik (prinsip kesehatan, prinsip ekologi, prinsip keadilan dan prinsip perlindungan) agar mendapatkan hasil pangan yang bermutu serta aman dikonsumsi.

Penggunaan input kimia dengan dosis yang tinggi dan jangka waktu yang lama menyebabkan terjadinya akumulasi residu bahan kimia berbahaya di dalam tanah dan berpotensi mencemari lingkungan. Fenomena lain yang timbul sebagai akibat langsung penggunaan bahan kimia ini adalah menurunnya kualitas fisik dan kimia tanah yang berdampak pada berkurangnya keragaman hayati dan musuh alami organism pengganggu tanaman serta munculnya hama-hama yang resisten. Beberapa hasil penelitian menunjukkan  adanya kontribusi pupuk kimia terhadap peningkatan populasi  hama tertentu (Rasyid 2001)

Berdasarkan hal tersebut  tersebut diatas, perlu dilakukan upaya agar petani selaku pelaku usaha melakukan dan mengembangkan sistem pertanian organik dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan  beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan :

  • Keragaman daur-ulang limbah organik dan pemanfaatannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
  • Memadukan sumber daya organik dan anorganik pada sistem pertanian di lahan basah dan lahan kering.
  • Mengembangkan sistem pertanian berwawasan konservasi di lahan basah dan lahan kering.
  • Memanfaatkan bermacam – macam jenis limbah sebagai sumber nutrisi tanaman.
  • Reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan menerapkan konsep pertanian organik.
  • Perubahan dari tanaman semusim menjadi tanaman keras di lahan kering harus dipadukan dengan pengembangan ternak, pengolahan minimum dan pengolahan residu pertanaman.
  • Mempromosikan pendidikan dan pelatihan bagi penyuluh pertanian untuk memperbaiki citra dan tujuan pertanian organik.
  • Memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, babi, ayam, itik, kambing, dan kelinci sebagai sumber pakan ikan.

Ketika praktik – praktik bertani yang tidak alami dengan pemupukan, pengolahan tanah, pemberantasan gulma maka ketidakseimbangan penyakit dan hama menjadi masalah serius. Hama dan penyakit memang tidak dipungkiri dapat memberi kerugian tetapi masih dalam batas – batas yang tidak memerlukan penggunaan zat – zat kimia (pestisida). Pendekatan yang arif adalah dengan menanam tanaman yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit pada sebuah lingkungan yang sehat. Penggunaan bahan kimia hanya efektif untuk sementara waktu, pada saatnya akan menyebabkan terjadinya ledakan hama yang lain karena keseimabangan bioligis terganggu karena penggunaan bahan kimia tersebut.

 

  1. Terhadap Masyarakat  Sebagai Pengguna Hasil Pertanian

Untuk mensukseskan sistem pertanian yang ramah lingkungan ini, diperlukan dukungan dan kesadaran masyarakat konsumen akan pentingnya kesehatan baik yang bersumber dari hasil pertanian maupun lingkungannya melalui penyuluhan-penyulahan yang dilakukan oleh instansi terkait.

Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan. Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia.

Konsumen di Negara-negara maju menjadi pemicu awal dan inspirasi bergulirnya pertanian organik. Di Indonesia pertanian organik menjadi “tren” karena tumbuhnya kesadaran konsumen untuk mengonsumsi produk yang aman dan sehat. Memasuki abad ke 21, kesadaran masyarakat dunia akan dampak yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sentetis dalam pertanian semakin meningkat. Masyarakat sudah semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Hal ini tidak saja sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik, mental, sosial dan ekologi. Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri merupakan hal mendasar untuk menuju sehat.

Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di alam tanah hingga manusia. Secara khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan. Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.

Selain terjadinya degradasi lingkungan, residu bahan kimia juga terakumulasi didalam jaringan tanaman dan tetap bertahan sampai dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu konsumsi terhadap sayuran maupun buah-buahan yang mengandung residu bahan kimia berbahaya akan menyebabkan terjadinya akumulasi bahan kimia tersebut didalam tubuh manusia.

Bagi masyarakat sebagai konsumen pruduk pertanian, sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik yang rama lingkungan adalah, antara lain:  

  • Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga mempunyai kandungan vitamin C,  kalium, dan beta karoten yang lebih tinggi.
  • Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Karena pertanian organik: (1) Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan (2) Memanfaatkan limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk kompos.

Berdasarkan hal tersebut diatas, agar pengendalian dampak lingkungan yang berbasiskan sistem pertanian organik dapat tercapai dan berhasil baik agar penyuluhan pertanian, kehutanan, dan kesehatan serta instasi terkait menyampaikan keunggulan dan kebaikan system pertanian organic baik kepada petani selakuku produsen produk pertanian maupun kepada masyarakat sebagai pengguna/konsumen hasil pertanian.

 

  1. KESIMPULAN DAN SARAN

 

3.1.            Kesimpulan

 

Advertisements
 

25 Responses to “STRATEGI PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN YANG BERBASIS PADA SISTEM PERTANIAN ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN”

  1. BURSAMIN Says:

    BURSAMIN

    PSDAL – BENGKULU UNIVERSITY FORCES TO 18

    AGREE
    However, the ministry of the environment need to conduct inspections of the middle of the community to prevent the risk of degradation by conducting counseling on a regular basis in order to identify to obtain data and information documented so that the impact of such degradation is not entirely come from the public and businesses, but the effect of the damage can be influenced by the parties are not aware of and deliberately to clear land for private purposes as an investment in the form of commercial plantations. The imbalance in the economic status should be reviewed.

  2. monica sari sianturi Says:

    saya sangat setuju dengan sistem pertanian yang seperti ini yang ramah terhadap lingkungan hidup, tidak tergantung pada pupuk kimiawi. Dimana jika kita mengkonsumsi hasil pertanian organik ini maka akan lebih sehat. Jika manusia mengkonsumsi hasil pertanian yang di pupuk dengan bahan kimiawi maka akan meninggalkan residu berbahaya dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama sehingga mengakibatkan masalah kesehatan.
    Pupuk organik ini juga dapat diperoleh dari kotoran ternak dan limbah rumah tangga, pasar maupun industri yang dapat di daur ulang kembali sehingga dapat digunakan bagi tanaman.

    Sekian dan terimakasih.
    #Monica.

  3. Yahumri PDAL Angkatan XVIII Says:

    Pada komoditas yang mentargetkan produktivitas tentunya tidak bisa ansih pertanian organik karena diperlukan waktu yang cukup lama untuk stabilitas hasil. Oleh karena itu diperlukan strategi yang bijak dengan mengurangi komponen input dari eksternal dengan konsep Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA).

  4. Yartiwi PSDAL angkatan 18 Says:

    Hasil produksi pertanian organik masih dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke atas, sedangkan masyarakat kelas bawah belum karena masih melihat dari sudut kuantitas.

  5. Agusri Ramadhan Says:

    PSDAL UNIB Angkatan XVIII 2016

    Dengan sistem pertanian organik akan banyak memberikan kontribusi pada perlindungan lingkungan dan masa depan kehidupan manusia. Pertanian organik juga menjamin keberlanjutan bagi agroekosistem dan kehidupan petani sebagai pelaku pertanian. Sumber daya lokal dipergunakan sedemikian rupa sehingga unsur hara, bimassa, dan energi bisa ditekan serendah mungkin serta mampu mencegah pencemaran. Selain itu hasil pertanian organik juga sangat baik untuk kesehatan karna tidak terkontaminasi pestisida dan lain sebagainya.

  6. Assalammualaikum wr wb…….

    Konsep Pertani Organik memiliki salah satu unsur penting yaitu adalah manusia (Human), maka pertanian organik tidak dapat dipisahkan dari FAIR TRADE alias perdagangan yang adil. Masyarakat setempat dilibatkan dalam pertanian ini, baik sebagai petani, pengolah maupun pemasar. Petani harus mendapatkan penghasilan yang layak untuk kehidupannya. Dan konsumen harus mendapat produk yang sehat sesuai dengan harga yang dibayarnya…..

  7. KOMENTAR KE 2 :

    Dalam sistem pertanian organik modern diperlukan standar mutu dan ini diberlakukan oleh negara-negara pengimpor dengan sangat ketat. Sering kali suatu produk pertanian organik harus dikembalikan ke negara pengekspornya termasuk ke Indonesia karena masih ditemukan kandungan residu pestisida maupun bahan kimia lainnya….hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi kekecewaan antara produsen dengan konsumen…….. Artikel ini merupakan artikel yang menarik untuk dibaca…

    Wassalam……!!

  8. hermy puspita sari, PSDAL Unib Says:

    dengan sistem pertanian organik ramah lingkungan maka akan memperbaiki sistem kesehatan tanah yang baik juga,,, dengan demikian kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk kimiawi dan pangan yang dihasilkan akan lebih sehat tanpa mengurangi gizi yang terkandung dalam pangan tersebut

  9. LITMAN (PSDAL 18) Says:

    Artikel yang menarik,.. menambah wahana pengetahuan,. terima kasih.

  10. pertanian organik dapat memperbaiki struktur alam dari penggunaan pupuk kimia yang suda berjalan berpuluh tahun.. namun pekerjaan tersebut perlu di lakukan bertahap agar petani dapat memahami dengan baik tetapi kebutuhan pangan tetap dapat terpenuhi….

  11. pertanian organik merupakan sistem pertanian yang ramah lingkungan yang perlu diterapkan di ruang lingkup dan kalangan yang lebih luas sehingga lebih terasa manfaatnya

  12. organik merupakan peluang usaha yang tinggi dan juga perbaikan unsur tanah untuk pengurangan sifat kimiawinya

  13. endy yurizal PSDAL angkatan 18 Says:

    saya sangat setuju dengan sistem pertanian yang seperti ini ramah terhadap lingkungan.
    dengan adanya sisitem pertanian organik maka akan banyak memberikan kontribusi pada perlindungan lingkungan dan kehidupan manusia.

  14. Jalin Elsaprike, ST Mahasiswa Pasca Sarjana PSDAL Angkatan 18 Says:

    perlu di terapkan oleh pemerintah terkait sosialisasi rencana program tersebut ke para petani. mengingat dewasa ini, kondisi hasil pertanian yang ramah lingkungan nilai jualnya sangat tinggi dan terbatas…serta lebih efisien dalam biaya operasional petani….

  15. Lezita Malianti PSDAL 18 Says:

    kita dapat menggunakan limbah pertanian seperti solid yang belum termemanfaatkan secara maksimal, yang bisa digunakan sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dengan cara difermentasi.

  16. saya sangat mendukung pertanian organik. namun sementara ini menurut saya diterapkan 50% pola organik sudah alhamduliillah. karena mengapa..petani belum mendapatkan hasil yang langsung dari kegiatan pertanian organik mereka. pengendalian hama penyakit juga perlu diberikan solusi, setahu saya bahan-bahan pengendali penyakit tanaman yang bersifat organik seperti Busuk kering (antracnose), keriting, cercospora, downy mildow dll belum ada. jadi perlu solusi juga..biar petani juga tenang untuk menerapkan pertanian organik.

  17. Yartiwi PSDAL angkatan 18 Says:

    Di Provinsi Bengkulu sistem pertanian organik belum optimal diterapkan dan masih sangat perlu di inisiasi penumbuhannya. Konsep pertanian organik salah satu pertanian yg ramah lingkungan yg bertujuan agar kegiatan ekonomi tidak merusak lingkungan dg tetap memperhatikan keterkaitan antara ekologi, ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan.

  18. yeni herlina PSL18 Says:

    di negara-negara maju pertanian organik sudah lama diterapkan sedangkan di Indonesia masih banyak kendala penerapannya karena banyak faktor salah satunya pasar dalam negeri masih banyak golongan menengah kebawah sehingga pemasarannya masih agak sulit,

  19. ikhwan Says:

    Dengan KOnsep Pertanian Ramah Lingkungan Secara umum dapat meningkatkan produksi tanpa merusak lingkungan baik secara fisik, kimia dan biologi maupun ekologi.

  20. Ardi Setiawan, Mahasiswa Pasca Sarjana PSDAL angkatan 18 Says:

    Metode pertanian organik perlu dikembangkan dan disosialisasikan ke petani agar para petani tidak banyak bergantung lagi dengan pupuk kimia.

  21. Artikel yang menarik prof. saya sangat setuju dengan sistem pertanian organik sebagaiman kita tahu bahwa Penggunaan pupuk an-organik secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan tanah dalam jumlah besar. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemulihan kualitas tanah salah satu langkah untuk memperbaiki keadaan ini adalah dengan mengembalikan sistem pertanian kepada sistem organik dengan pupuk organik sebagai pupuk utama dalam usaha pertanian, pupuk organik berfungsi untuk meningkatkan daya menahan air, aktivitas mikrobiologi tanah dan memperbaiki struktur tanah.
    saya berencana mengambil topik penelitian untuk tesis “Pemanfaatan Limbah Ternak Puyuh Sebagai Pupuk Organik” sebagaimana latar belakang S1 saya adalah pertanian/peternakan. oleh sebab itu saya mohon bimbinganya Prof.
    Terimakasih.

  22. saya sangat setuju dengan pertanian organik. akan tetapi perlu di perhatikan apakah produksi yang dihasilkan nantinya bisa bersaing di pasaran. karena stigma produk pertanian organik harga cukup mahal jika di bandingkan dengan kondisi perekonomian masyarakat di indonesia.

    -Akbar Mauli-

  23. Yosep Pujo Aryanto Says:

    pertanian organik memiliki peranan sangat penting dalam pelestarian lingkungan. Hal ini dikarenakan dengan pertanian organik mengurangi penggunaan obat2 yang berbahan kimia seperti pestisida sehingga berdamapak pada kerusakan unsur tanah apabila dilakukan secara terus menerus. dengan kata lain perlu ada upaya peningkatan pertanian organik berbasis teknologi moderen sehingga mengurangi terjadinya kerusakan lingkungan seperti Hidroponik, Aquaponik, dan beberapa sistem pertanian organik lainya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s