JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

DAMPAK PENAMBANGAN BATU BARA TERHADAP LINGKUNGAN February 6, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:23 pm
Tags: ,

Oleh

Erni Yusnita

Email : erniyusnita47@gmail.com

Abstrak

 Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang saling berlawanan, yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan yang sangat potensial. Sebagai sumber kemakmuran, sektor ini menyokong pendapatan negara selama bertahun-tahun. Sebagai perusak lingkungan, pertambangan terbuka (open pit mining) dapat mengubah secara total baik iklim dan tanah akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu. Selain itu penambangan batu bara juga bisa mengakibatkan perubahan social ekonomi masyarakat disekitar kawasan penambangan. Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan batu bara perlu dilakukan  tindakan-tindakan tertentu sehingga akan dapat mengurangi pencemaran akibat aktivitas pertambangan batubara dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi di sekitar pertambangan.

Kata kunci : Penambangan batubara, dampak, upaya pencegahan (more…)

Advertisements
 

DAMPAK PENCEMARAN MERKURI TERHADAP BIOTA AIR DAN KESEHATAN MANUSIA June 12, 2012

Filed under: Kesehatan — Urip Santoso @ 3:34 am
Tags: , , ,

Oleh: FEBRIYANA IRA WIDODO

ABSTRAK

Logam merkuri (Hg) adalah salah satu trace element  yang mempunyai sifat cair pada temperatur ruang dengan spesifik gravity dan daya hantar listrik yang tinggi. Diantara berbagai macam logam berat, merkuri digolongkan sebagai pencemar paling berbahaya. Sedang unsur-unsur logam berat lainnya juga memiliki potensi yang membahayakan lingkungan perairan. Terdapatnya merkuri di lingkungan perairan disebabkan kegiatan perindustrian dan kegiatan alam. Pengaruh merkuri sebagai pollutan terhadap kehidupan biota laut dapat bersifat langsung maupun tidak langsung, misalnya melalui penurunan kualitas air, dan melalui rantai makanan (food chain). Bentuk yang bersifat toksis dari merkuri adalah methyl merkuri, yang mana dapat diakumulasi oleh biota air. Terjadinya proses akumulasi di dalam tubuh ikan karena kecepatan pengambilan merkuri(up take rate) oleh ikan lebih cepat dibandingkan proses eksresi. Pengaruh toksisitas merkuri terhadap ikan dapat bersifat lethal dan sublethal, sinergism dan antagonism. Dampak merkuri pada manusia dapat berupa gangguan fisiologis, ganggunan sistim syaraf, gangguan pertumbuhan, dan gangguan terhadap ginjal.

Kata kunci : mercuri, lingkungan, biota air. (more…)

 

Sejauhmana Kita Menjaga Lingkungan? May 27, 2012

Filed under: Uncategorized — Urip Santoso @ 1:27 am
Tags: ,

1) Kita kurang memperhatikan kelestarian lingkungan hidup, dan lebih mengutamakan keuntungan ekonomi semata.

2) Pemeliharaan lingkungan dianggap meembuang-buang anggaran dan tidak menguntungkan.

3) Kita masih berpikir  keuntungan jangka pendek daripada keuntungan jangka panjang.

4) Banyak perilaku kita yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan seperti buang sampah sembarangan, eksplorasi sumber daya alam yang berlebihan dan kurang memperhatikan etika lingkungan.

5) Upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui program Adipura, Adiwiyata atau program lainnya seringkali ditumpangi oleh kepentingan yang lain seperti kepentingan politik.

Jadi mari bertanya pada diri sendiri: “Sudahkah kita memikirkan sejauhmana kita berperan dalam menjaga lingkungan?”

 

PERANAN TUNAS BANGSA DALAM PENGELOLAAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BERKELANJUTAN August 7, 2011

Filed under: Lingkungan Sosial — Urip Santoso @ 12:44 am
Tags: , ,

SULI ANGRIA MURNI

Abstrak

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun suatu karya ilmiah berdasarkan kajian teori tentang” Peranan tunas bangsa dalam pengelolaaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hidup dan berkelanjutan”. Betapa pentingnya peranan remaja dalam menentukan maju mundurnya suatu bangsa, bahkan kepada remajalah harapan bangsa satu-satunya. Sebab remaja yang sering disebut juga generasi penerus punya peranan penting estafeta perjuangan bangsa, oleh karena itu pembinaanya tidak dapat ditangguhkan. Menjaga kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan merupakan usaha untuk mencapai pembangunan jangka panjang yang mencakup jangka waktu antargenerasi yaitu pembangunan yang terlanjutkan (sustainable development). Dengan mencakup jangka waktu antargenerasi berarti setiap pembangunan yang dilaksanakan bukan untuk generasi kita saja, melainkan juga untuk anak cucu kita. Agar pembangunan dapat berkelanjutan, pembangunan haruslah berwawasan lingkungan dengan menggunakan sumber daya secara bijaksana

Kata kunci: lingkungan, remaja

 

Pendahuluan

Dilingkungan sekitar kita terdapat berbagai jenis sumber daya alam. Sumber daya alam tersebut telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Sumber daya alam bisa membuat manusia bisa makan, berpakaian, membuat rumah, bepergian dengan kendaraaan, dan lain-lain. Berbagai manfaat tersebut tidak akan terus menerus diperoleh dari sumber daya alam jika manusia tidak melaksanakan pelestarian sumber daya alam. Sumber daya alam akan habis atau berkurang fungsinya jika tidak dilestarikan. Karena itu pelestarian secara mutlak harus dilakukan agar pemanfaatan terus menerus dapat kita peroleh. Tentu saja usaha pelestarian juga merupakan wujud bentuk tanggung jawab generasi saat ini terhadap generasi yang akan datang agar mereka juga dapat memperoleh manfaat sumber daya alam. Upaya pelestarian sumber daya alam dapat dilakukan berbagai tingkat lingkungan. Seperti, dapat dilakukan dilingkungan rumah, masyarakat dan lingkungan yang lebih luas. (more…)

 

TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR May 11, 2011

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 7:03 am
Tags: , ,

Oleh: DILISTI, S.P

ABSTRAK

Kesadaran masyarakat  dalam pelestarian lingkungan sangat mutlak dibutuhkan. Terutama di wilayah pesisir yang merupakan wilayah yang sangat komplek, dan juga sebagian besar masih merupakan daerah tertinggal. Kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkungan masih rendah, tercermin dari kegiatan sehari-hari misalnya masih membuang sampah sembarangan, anggapan membakar sampah adalah cara membuang sampah yang paling praktis dan cepat, penebangan dan pengrusakan hutan tanpa penanaman kembali, pembangunan perumahan maupun perkantoran tanpa memperhitungkan resapan air ke dalam tanah, dll. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan antara lain dapat dilakukan dengan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan penyadartahuan dan pendampingan pada masyarakat secara intensif serta melibatkan secara langsung masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan pengelolaan wilayah. (more…)

 

PELESTARIAN HUTAN MEMBERI MANFAAT BAGI EKONOMI RAKYAT DAN LINGKUNGAN November 30, 2009

Filed under: Lingkungan Sosial — Urip Santoso @ 3:15 am
Tags: , , ,

OLEH : Ellys Yuliarti

 ABSTRAK

            Masalah lingkungan timbul sebagai akibat dari ulah manusia itu sendiri, dari hari ke hari ancaman terhadap kerusakan lingkungan semakin meningkat. Banyaknya pembukaan lahan baru  mengakibatkan banyaknya hutan yang dirusak karena umumnya pembukaan lahan tersebut tidak mengikuti kaidah ekologi. Rusaknya hutan akan merusak ekosistem yang ada dihutan tersebut dan disekitar hutan dan merusak semua sistem kehidupan disetiap komponen yang ada di bumi ini. Melestarikan hutan berarti menyelamatkan semua komponen kehidupan, hutan yang terjaga akan memberikan tata air yang baik pada daerah hilirnya sehingga akan menyelamatkan semua kegiatan umumnya dan kegiatan ekonomi khususnya, selain itu hutan yang terjaga akan memberikan manfaat sangat besar bagi lingkungan, hutan sebagai paru-paru dunia akan mengurangi pemanasan bumi, mengurangi kekeringan saat musim panas dan mengurangi resiko longsor dan banjir saat musim hujan.

Kata kunci; hutan, pelestarian, lingkungan. (more…)

 

July 7, 2009

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 8:24 am
Tags: , , ,

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN

Oleh

Parpen Siregar, Afrizon, Surahman Aidi, dan Syafaruddin

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami mengingkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan tingginya permintaan atas Crude Palm Oil (CPO) sebagai sumber minyak nabati dan penyediaan untuk biofuel. Namun industri pengolahan kelapa sawit merupakan industri yang yang sarat dengan residu hasil pengolahan. Jika tidak dilakukan pengolahan secara secara baik dan profesional, maka limbah industri merupakan sebuah potensi bencana bagi manusia maupun lingkungan. Konsep pengelolaan limbah sawit dilakukan dengan strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu, dan diterapkan secara terus menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu hingga hilir yang terkait dengan proses produksi, produk, dan jasa untuk meningkatkan efesiensi pemakaian sumberdaya alam, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya. Limbah indsutri kelapa sawit terdiri dari limbah cair, padat, dan gas. Limbah cair dimanfaatkan untuk produksi biogas, pakan ternak, bahan pembuat  sabun, serta pembuatan biodiesel, dan air sisanya dapat digunakan untuk pengairan bila telah memenuhi standar baku mutu lingkungan. Sementara limbah padat dapat dimanfaatkan untuk produksi kompos, bahan pulp untuk pembuatan kertas, pembuatan sabun dan media budidaya jamur, sumber energi, pembuatan berikat arang aktif, bahan campuran pembuatan keramik, serta pakan ternak ruminansia. (more…)