JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

MANFAAT HUTAN MANGROVE UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR SEKARANG DAN KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG March 23, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:09 pm
Tags:

Oleh : Oktamalia

ABSTRAK

Hutan mangrove sangat banyak memiliki manfaat salah satunya adalah sebagai pencegah abrasi (pengikisan tanah akibat air laut), penghasil oksigen, tempat tinggal berbagai tumbuhan dan hewan kecil (seperti kepiting, kerang, ikan-ikan kecil, dan spesies primate yang tinggal di dahan mangrove itu ), dan masih banyak manfaat yang lain.Dikehidupan sekarang ini berbagai aspek kerusakan sudah banyak terjadi, seperti halnya kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove. Kehidupan sekarang sudah banyak yang tidak peduli pada lingkungan. Kebanyakan dari mereka belum banyak mengetahui akibat yang akan ditimbulkan pada masa selanjutnya. Mereka merusak lingkungan tanpa adanya perbaikan lagi.  Mereka juga masih kurang mengerti manfaat yang akan mereka dapatkan dari melestarikan hutan mangrove.Dari berbagai permasalahan yang terjadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat melestarikan hutan mangrove haruslah ada kesadaran pada tiap individu. Setiap individu harusnya bisa menjaga lingkungan tanpa merusaknya agar lingkungan tersebuat pada akhirnya akan kembali memberikan manfaatnya bagi kita.

 

Latar Belakang

Hutan mangrove merupakan sumberdaya alam hayati yang mempunyai berbagai keragaman potensi yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia baik yang secara langsung maupun tidak langsung dan bisa dirasakan, baik oleh masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan mangrove maupun masyarakat yang tinggal jauh dari kawasan hutan mangrove (Kustanti, 2011).

Hutan mangrove sangat banyak memiliki manfaat salah satunya adalah sebagai pencegah abrasi (pengikisan tanah akibat air laut), penghasil oksigen, tempat tinggal berbagai tumbuhan dan hewan kecil (seperti kepiting, kerang, ikan-ikan kecil, dan spesies primate yang tinggal di dahan mangrove itu ), dan masih banyak manfaat yang lain.Namun di saat sekarang ini, kehidupan tidak lagi memperhatikan fungsi hutan. Mereka seenaknya saja mengalih fungsikan hutan tak sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Kebanyakan dari mereka hanya memikirkan kesenangannya sendiri tanpa memikirkan hal apa yang akan ditimbulkan dalam kehidupan yang akan datang.

Berbagai kerusakan telah banyak terjadi saat ini yang diakibatkan beralih fungsinya hutan. Dengan karya tulis inilah, marilah kita bersama sama sadar akan besarnya manfaat hutan. Kita tidak akan pernah rugi menjaganya agar tetap baik karena semua manfaatnya, pada akhirnya akan kembali pada kita sendiri.

  1. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:

Memperoleh gambaran manfaat hutan mangrove untuk kehidupan masyaraka pesisir  sekarang dan kehidupan yang akan datang dengan tujuan kelestarian hutan mangrove.Agar masyarakat lebih memahami dan mengetahui seberapa penting manfaat dari mangrove bagi kehidupan ekosistem pantai, laut dan masyarakat pesisir.

Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai bahan pemikiran pada masyarakat dalam upaya meningkatan kelestarian hutan mangrove
  1. Untuk mengetahui apakah dengan melestarikan hutan mangrove dapat mendukung penghidupan masyarakat pesisir, mengurangi emisi karbon, dan sumber penghasilan Negara atau sebaliknya.

Metode penulisan

Dalam penulisan karya ilmiah ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan, penulis menggunakan metode penulisan sebagai berikut. Penulis membaca buku-buku, literatur, internet, dan sumber-sumber yang dapat  dipercaya berkaitan dengan penelitian ini.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Hutan Mangrove

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi mayoritas pesisir pantai di daerah tropis dan sub tropis yang didominasi oleh tumbuhan mangrove pada daerah pasang surut pantai berlumpur khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik (Departemen Kehutanan, 2007). Menurut Ghuffran (2012), hutan mangrove sering disebut sebagai hutan bakau atau hutan payau  sebuah ekosistem yang terus-menerus mengalami tekanan pembangunan.

Hutan mangrove sangat berbeda dengan tumbuhan lain di hutan pedalaman tropis dan subtropis, ia dapat dikatakan merupakan suatu hutan di pinggir laut dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Akarnya, yang selalu tergenang oleh air, dapat bertoleransi terhadap kondisi alam yang ekstrem seperti tingginya salinitas dan garam. Hal ini membuatnya sangat unik dan menjadi suatu habitat atau ekosistem yang tidak ada duanya. Kita sering menyebut hutan di pinggir pantai tersebut sebagai hutan bakau.Sebenarnya, hutan tersebut lebih tepat dinamakan hutan mangrove (Rahmawati, 2006).

 

Manfaat Hutan Mangrove

Terkait dengan keberadaannya di lingkungan, Hutan Mangrove memberikan banyak manfaat bagi makhluk hidup dan lingkungan pantai. Menurut Davis, Claridge dan Natarina (1995), hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut :

  1. Habitat satwa langka

Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).

  1. Pelindung terhadap bencana alam

Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.

  1. Pengendapan lumpur

Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan bakau, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.

  1. Penambahan unsur hara

Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.

  1. Penghambat racun

Banyak racun yangmemasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses pengghambatan racun secara aktif.

 

  1. Transportasi

Pada beberapa hutan mangrove, transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.

  1. Sumber plasma nuthfah

Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untukmemelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.

  1. Rekreasi dan pariwisata

Hutan bakau memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya. Hutan mangrove memberikan obyek wisata yang berbeda dengan obyek wisata alam lainnya. Karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan laut memiliki keunikan dalam beberapa hal. Para wisatawan juga memperoleh pelajaran tentang lingkungan langsung dari alam. Kegiatan wisata ini di samping memberikan pendapatan langsung bagi pengelola melalui penjualan tiket masuk dan parkir, juga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitarnya dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, seperti membuka warung makan, menyewakan perahu, dan menjadi pemandu wisata.

  1. Sarana pendidikan dan penelitian

Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.

  1. Memelihara proses-proses dan sistem alami

Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.

  1. Penyerapan karbon

Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C02). Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon.

  1. Memelihara iklim mikro

Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.

  1. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam

Keberadaan hutan bakau dapat mencegah teroksidasinya lapisan pirit dan menghalangi berkembangnya kondisi alam.

  1. Sumber bahan pangan alternatif

Keberadaan hutan mangrove selain berfungsi dan bermanfaat di atas juga bias dimanfaatkan hasil kayu dan non kayu. Untuk hasil non kayu sebagai bahan penghasil tanin, bahan baku obat-obatan, dan sumber bahan makanan. Untuk sumber bahan makanann buah mangrove bisa dibuat berbagai makanan olahan.

Menurut Wiyono (2009), Saat ini keberadaan hutan mangrove semakin terdesak oleh kebutuhan manusia, sehingga hutan mangrove sering dibabat habis bahkan sampai punah. Jika hal ini terus menerus dilakukan maka akan mengakibatkan terjadinya abrasi, hilangnya satwa atau biota laut yang habitatnya sangat memerlukan dukungan dari hutan mangrove.

 

Kerusakan Yang Terjadi Pada Hutan Mangrove

Beberapa faktor penyebab rusaknya hutan mangrove menurut Kusmana (2003) ada tiga faktor utama penyebab kerusakan mangrove yaitu:

  1. Pencemaran
  2. Konversi hutan mangrove yang kurang memperhatikan faktor lingkungan dan
  3. Penebangan yang berlebihan.

Bengen (2001) menjelaskan bahwa kerusakan di atas dikarenakan adanya fakta bahwa sebagian manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya dengan mengintervensi ekosistem mangrove. tanpa mempertimbangkan kelestarian dan fungsinya terhadap lingkungan sekitar.

Akibat rusaknya hutan mangrove, antara lain :

  1. Instrusi air laut

Instrusi air laut adalah masuknya atau merembesnya air laut kea rah daratan sampai mengakibatkan air tawar sumur/sungai menurun mutunya, bahkan menjadi payau atau asin (Harianto, 1999). Dampak instrusi air laut ini sangat penting, karena air tawar yang tercemar intrusi air laut akan menyebabkan keracunan bila diminum dan  dapat merusak akar tanaman. Instrusi air laut telah terjadi dihampir sebagian besar wilayah pantai Bengkulu. Dibeberapa tempat bahkan mencapai lebih dari 1 km.

  1. Turunnya kemampuan ekosistem mendegradasi sampah organic, minyak bumi  dan lain-lain.
  2. Penurunan keanekaragamanhayati di wilayah pesisir
  3. Peningkatan abrasi pantai
  4. Turunnya sumber makanan, tempat pemijah dan bertelur biota laut. Akibatnya produksi tangkapan ikan menurun.
  5. Turunnya kemampuan ekosistem dalam menahan tiupan angin, gelombang air laut dan lain-lain.
  6. Peningkatan pencemaran pantai.

Upaya Melestarikan Hutan Mangrove

Untuk konservasi hutan mangrove dan pantai, Pemerintah R I telah menerbitkan Keppres No. 32 Tahun 1990. Sempadan pantai adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai, sedangkan kawasan hutan mangrove adalah kawasan  pesisir laut yang merupakan habitat hutan mangrove yang berfungsi memberikan perlindungan kepada kehidupan pantai dan lautan.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan hutan mangrove antara lain:

 

  1. Penanaman kembali mangrove
  2. Penanaman mangrove sebaiknya melibatkan masyarakat. Modelnya dapat masyarakat terlibat dalam pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta pemanfaatan  hutan mangrove berbasis konservasi. Model ini memberikan keuntungan kepada masyarakat  antara lain terbukanya peluang kerja  sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat.
  3. Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir: pemukiman, vegetasi. Wilayah pantai dapat diatur menjadi kota ekologi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai wisata pantai (ekoturisme) berupa wisata alam atau bentuk lainnya.
  4. Peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan mangrove secara bertanggungjawab.
  5. Izin usaha dan lainnya hendaknya memperhatikan aspek konservasi.
  6. Peningkatan pengetahuan dan penerapan kearifan local tentang konservasi
  7. Peningkatan pendapatan masyarakat pesisir
  8. Program komunikasi konservasi hutan mangrove
  9. Penegakan hukum

8.Perbaikkan ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan berbasis masyarakat. Artinyadalam memperbaiki ekosistem wilayah pesisir masyarakat sangat  penting dilibatkan  yang kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain  itu juga mengandung pengertian bahwa konsep-konsep lokal  (kearifan lokal) tentang ekosistem dan pelestariannya perlu ditumbuh-kembangkan kembali sejauh dapat mendukung program ini.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hutan mangrove dapat menjadi potensi sebagai sumber penghasilan dari bidang ekonomi selain berguna sebagai pelestarian lingkungan hidup, karena hutan mangrove dapat menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengetahui sebanyak mungkin manfaat dari hutan mangrove serta bersama-sama saling berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup melalui penanaman mangrove dan perlindungan hutan mangrove.

 

UCAPAN TERIMAKASIH

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulisan Karya Ilmiah  ini dapat diselesaikan dengan baik. Dalam proses penulisan karya ilmiah ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

  1. Bapak Prof. Ir. Urip Santoso, S.I.Kom., M.Sc., Ph.D. Selaku dosen mata kuliah penyajian ilmiah, yang  telah banyak meluangkan waktu mengajar, memberi masukan dan saran  dalam membuat penyajian ilmiah dengan sebaik mungkin.
  2. Rekan-rekan Kulia di PSDAL yang membantu saya dalam menyelesaikan Proposal penelitian
  3. Ayah, ibu, adik-adik serta seluruh keluarga, atas segala do’a dan kasih

Semoga Allah SWT. Selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-nya kepada mereka.

 

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh  sebab itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan guna menyempurnahkan tulisan ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bengen, D.G., 2001. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan LautanñInstitut Pertanian Bogor. Bogor, Indonesia

Davis, Claridge dan Natarina. 1995. Sains & Teknologi 2: Berbagai Ide Untuk Menjawab Tantangan dan Kebutuhan oleh Ristek Tahun 2009,Gramedia, Jakarta.

FAO The World’s Mangroves 1980–2005. 2007. Forest Resources Assessment Working Paper No. 153.

Wiyono, M. 2009. Pengelolaan Hutan Mangrove dan Daya Tariknya sebagai obyek Wisata di

Kota Probolinggo. Universitas Negeri Malang. Malang.

Dephut Propinsi Bali. 2007. Tanaman Bakau Jenis Rhizophora mucronata. Bali.

Ghufran, M. 2012. Ekosistem Mangrove (Potensi,Fungsi dan Pengelolaan). Jakarta.

Rahmawati. 2006. Upaya Pelestarian Mangrove Berdasarkan Pendekatan Masyarakat. Karya Tulis Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Kusmana, C., Wilarso, S., Hilwan, I., Pamoengkas, P., Wibowo, C., Tiryana, T., Triswanto, A., Yunasfi.,Hamzah. 2003. TeknikRehabilitasi Mangrove. FakultasKehutanan.IPB Bogor.

KeSEMaT dan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kota Semarang. 2007. Laporan Akhir Konservasi dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. Semarang.

Kustanti A. 2011 Manajemen Hutan Mangrove. Bogor(ID). PT. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

 

31 Responses to “MANFAAT HUTAN MANGROVE UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR SEKARANG DAN KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG”

  1. Susi Endrawati Says:

    apabila saya akan mengirimkan artikel jurnal IbM tentang pembuatan selai saya bisa mengirimkan artikelnya kemana yaa.. serta panduan penulisan dan syarat2 nya terimakasih.

    Pada 24 Maret 2016 06.09, JURNAL LINGKUNGAN HIDUP menulis:

    > Urip Santoso posted: “Oleh : Oktamalia ABSTRAK Hutan mangrove sangat > banyak memiliki manfaat salah satunya adalah sebagai pencegah abrasi > (pengikisan tanah akibat air laut), penghasil oksigen, tempat tinggal > berbagai tumbuhan dan hewan kecil (seperti kepiting, kerang, ik” >

  2. Jalin Elsaprike, ST Mahasiswa Pasca Sarjana PSDAL Angkatan 18 Says:

    tanaman manggrove jelas memiliki manfaat yang besar bagi pelestarian lingkungan karena pada lahan tersebut merupakan habitat dari beberapa hewan laut yang memiliki nilai ekonomi, selain itu kekuatan tanaman manggorve sebagai barier terhadap intrusi laut dan bencana tsunami, pengalaman sy 8 tahun di aceh utk wilayah-wilayah yang hutan manggorve nya masih baik pada saat terjadinya tsunami kerusakan desa tempat tinggal penduduk relatif kecil…jadi mari kita lestarikan tanaman manggrove…..

  3. bisa jadi panduan untuk buat artikel jurnal ilmiah 🙂

  4. bisa jadi panduan untuk buat artikel jurnal ilmiah 🙂

  5. monica sari sianturi Says:

    Manfaat hutan mangrove mungkin sudah sering di dengar oleh masyarakat luas dan pemerintah juga sudah sering menggalakkan/mengajak masyarakat luas untuk menanam pohon yang sangat berguna bagi kehidupan manusia itu sendiri.
    Dalam hal ini yang paling penting adalah kesadaran dari tiap-tiap individu untuk melestarikan keadaan hutan karena yang selama ini saya lihat adalah sebagian besar yang menggalakkan hal ini hanya orang-orang yang berkecimpung dalam dunia kehutanan dan orang-orang pecinta alam. Serta diharapkan pemerintah-pemerintah atau petinggi-petinggi bangsa ini tidak mengalihfungsikan hutan yang ada.

    Sekian dan terima kasih.
    #Monica Sari Sianturi

  6. BURSAMIN Says:

    BURSAMIN

    PSDAL – UNIVERSITY BENGKULU FORCES TO 18

    DISAGREE,
    The economic element is the support for community survival is highly dependent on natural resources. Therefore, people work the land to produce a product that can sustain life. However, a sense of solidarity and concerns of interested parties are less concerned about due rights and power. Condition of reciprocity between the rulers and the community needs to reform in order to avoid damage overall.

  7. Yahumri PSDAL Angkatan XVIII Says:

    Hutan mangrove merupakan salah satu komponen ekosistem di daerah pesisir yang perananannya sangat penting. Salah satu diantaranya adalah menahan laju abrasi daratan pada bibir pantai, hal ini bisa dilihat pada sepanjang pantai desa ketaping baru, kec. Semidang Alas Maras, Kab. Seluma ketika hutan mangrove tidak dijaga terjadi laju abrasi pantai yang cukup signifikan dalam 15 tahun terakhir dengan kisaran 30-50 m.

  8. Randy Hermawan Says:

    Assalammualikum wr wb……

    setelah menyimak apa yang telah disampaikan dari ertikel di atas masih banyak potensi sumber daya alam yang dapat dikelola khususnya dalam bidang ekosistem mangrove. Pengembangan potensi ekosistem mangrove akan berperan secara langsung terhadap ekosistem pesisir lainnya, dimana ekosistem mangrove memiliki fungsi yang sangat penting baik secara fisik, biologi, maupun dari segi ekonomi untuk masyarakat yang bertempat tinggal disekitar pantai……. sehingga penting bagi kita saat ini untuk mulai menyadari arti penting dari nilai dan peranan ekosistem pesisir yang ada dan mulai melestarikannya dengan pengelolaan secara terpadu dan berkelanjutan…

  9. KOMENTAR KE 2..

    Seiring dengan Judul Artikel Di atas yaitu “MANFAAT HUTAN MANGROVE UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR SEKARANG DAN KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG”…maka dapat saya utarakan salah satu contoh KASUS mengenai ekosistem Mangrove yang ada di PULAU ENGGANO..

    Ekosistem hutan Mangrove di Pulau Enggano masih tergolong alami dan memiliki keadaan wilayah pesisir yang masih terjaga dengan baik, sehingga pulau ini menjadi wilayah yang potensial untuk dikembangkan khususnya pada wilayah ekosistem mangrove yang memiliki banyak fungsi dan manfaat. Namun hal ini belum didukung oleh Data Luasan Hutan Mangrove yang relevan mengenai penambahan dan atau pengurangan luasan hutan mangrove yang terjadi di Pulau Enggano. Serta mengingat akan pentingnya fungsi ekosistem hutan mangrove maka diperlukan adanya upaya pengelolaan ekosistem hutan mangrove secara terpadu dan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya kerusakan dan pengurangan luasan wilayah ekosistem tersebut serta ketika semua data telah didapatkan maka hal ini dapat dijadikan acuan sebagai PENGAMBILAN KEBIJAKAN………

    Wassalam…..

  10. KOMENTAR KE 2..

    Seiring dengan Judul Artikel Di atas yaitu “MANFAAT HUTAN MANGROVE UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR SEKARANG DAN KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG”…maka dapat saya utarakan salah satu contoh KASUS mengenai ekosistem Mangrove yang ada di PULAU ENGGANO..

    Ekosistem hutan Mangrove di Pulau Enggano masih tergolong alami dan memiliki keadaan wilayah pesisir yang masih terjaga dengan baik, sehingga pulau ini menjadi wilayah yang potensial untuk dikembangkan khususnya pada wilayah ekosistem mangrove yang memiliki banyak fungsi dan manfaat. Namun hal ini belum didukung oleh Data Luasan Hutan Mangrove yang relevan mengenai penambahan dan atau pengurangan luasan hutan mangrove yang terjadi di Pulau Enggano. Serta mengingat akan pentingnya fungsi ekosistem hutan mangrove maka diperlukan adanya upaya pengelolaan ekosistem hutan mangrove secara terpadu dan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya kerusakan dan pengurangan luasan wilayah ekosistem tersebut serta ketika semua data telah didapatkan maka hal ini dapat dijadikan acuan sebagai PENGAMBILAN KEBIJAKAN………

    Wassalam…..

  11. Alexander Taufan PSDAL 18 Says:

    ALEXANDER – PSDAL UNIB 18

    As a man who has spent most of his childhood memories on a coastal area, A mangrove is like a second home. A mangrove gave us so many advantages. i extremely agree, Mangroves can protect many lives in coastal areas yesterday, today, and all the days ahead from the future…

    Regard, sir.

  12. weli sulastri Says:

    Hutan Mangrove dapat membantu pembentukan daratan karena endapan dan tanah yg ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dengan daratan.

  13. Yartiwi, PSDAL angkatan 18 Says:

    Hutan mangrove di kota bengkulu nyaris punah ini akibat ulah masyarakat sendiri dimana alih fungsi hutan mangrove menjadi lahan usaha dan pemukiman sendiri. Akibat yang sangat dirasakan sekarang ini pinggir sungai bnyak abrasi bahkan dimuara sungai banyak sampah2 dari kerusakan hutan mangrove seperti batang bambu sampai ke batang kayu.

  14. agung dwi putra PSDAL Agkatan 18 Says:

    Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, mengenai manfaat hutan mangrove. saya ingin menambahkan sedikit mengenai manfaat hutan mangrove, salah satunya yaitu sebagai habitat perkembangbiakan (pemijahan) bagi anak-anak ikan (ikan kecil), kepiting dan udang. selain itu juga hutan mangrove juga berfungsi untuk mencegah abrasi air laut.

  15. Agusri Ramadhan, PSDAL XVIII UNIB 2016 Says:

    Manfaat dan fungsi Hutan Mangrove dari berbagai sudut pandang baik itu manfaat secara ekologi, manfaat secara ekonomi, manfaat secara fisik, manfaat secara biologi, dan manfaat secara kimia, juga manfaat secara sosial sangat dirasakan dalam kehidupan masyarakat pesisir. Penelitian-penelitian telah banyak dilakukan dan membuktikan bahwa hutan mangrove memegang peranan penting bagi kehidupan pesisir. 

  16. Nursaadah Istiqamah Says:

    Nursaadah Istiqamah S.Pt

    Menurut saya selain indikator diatas ada beberapa upaya sederhana namun sangat berdampak pada kelestarian hutan mangrove yakni masyarakat agar tidak membuang sampah didaerah pantai saat sedang berwisata di tepi pantai, tidak menebang pohon mangrove sembarangan, dan tidak membuang limbah rumah tangga ke pantai.
    Bila kita menerapkan indikator tersebut maka kelestarian hutan mangrove dapat terjaga.
    Terima Kasih….

  17. LITMAN (PSDAL 18) Says:

    Hutan Mangrove untuk daerah rawan tsunami seperti sepanjang pantai barat sumatera dapat menjadi benteng atau dinding pertahanan terhadap gelombang tsunami yang sewaktu-waktu potensi terjadi. Kelestarian hutan mangrove sudah menjadi keharusan untuk menjaga ekosistem yang ada dan sangat bermanfaat bagi manusia itu sendiri.

    #Litman (PSDAL 18)

  18. hermy puspita sari, PSDAL Unib Says:

    hutan magrove sangat penting bagi kehidupan ekosistem ikan dan masyarakat yang tinggal di dekat pesisir… dimana dengan rusak nya hutan magrove maka gelombang ombak di lautan akan meningkat dan terjadi abrasi bahkan banjir rob yang mana telah banyak terjadi di dareah jawa dan bali.. dengan demikian diharapkan kita dapat merawat dan memelihara hutan magrove itu sendiri dengan penanaman yang nantinya berguna bagi kehidupan manusia

  19. Alexander PSDAL 18 say : This is a nice post. Such a Good explanation. personally, as a man who has spent most of his childhood in coastal areas, Mangrove is like a second home. Keberadaan hutan Mangrove sangat bermanfaat, bukan hanya bagi manusia yang hidup di daerah pesisir saja, tetapi juga bagi semua ekosistem dan keanekaragaman hayati di sekitar Mangrove tersebut.

    Salam

  20. as a man who has spent most of his childhood in coastal area, a Mangrove is like my second Home. Tulisan yang bagus; saya sangat mendukung pelestarian lingkungan dengan penanaman Mangrove, seperti di Aceh pasca Tsunami 2006, kini Hutan Mangrove telah banyak tumbuh besar dan subur.

  21. novita hamron psdal 18 Says:

    Berbicara mengenai komunitas mangrove perlu adanya pemantauan sederhana untuk melihat kesehatan hutan bakau dikawasan pantai Bengkulu tentunya mungkin adanya pengaruh oleh aktivitas manusia oleh pembangunan disekitar pesisir pantai.karena bakau merupakan salah satu Ekosistem laut yang penting dan menjadi daerah penyangga terhadap pantai (Ekosistem laut,bakau,dan karang). Dengan memonitor terhadap bakau adalah bagian dari menjaga keseimbangan alam yang berpengaruh terhadap pantai dan laut terutama terhadap daratan yang menjadi lokasi aktivitas manusia,disisi lain dapat membandingkan kondisi bakau yang dahulu dengan yang sekarang dan dapat melihat tingkat perubahan kondisi itu sendiri dari tahun ketahun…….

  22. Yartiwi, PSDAL angkatan 18 Says:

    Populasi tanaman pada hutan mangrove kaya akan stomata yang siap menyerap gas CO2 dari lingkungan dan melepaskan O2 ke lingkungan, sehingga udara yang kita rasakan dilingkungan sekitar pesisir pantai tetap bersih, segat dan paling utama bebas dari populasi.

  23. arief Says:

    untuk komunitas magrove diwilayah bengkulu, khususnya daerah bengkulu utara sangat perlu dilakukan penanaman hutan magrove, dikarnakan daerah pesisir tersebut sering terjadinya pengikisan oleh ombak sehingga banyak jalan lintas sumatera ke bengkulu utara longsor dan amblas, ini merupakan persoalan bersama untuk kita, bagaimana menyikapi dan memberi solusi sehingga apa yang kita ketahui tentang magrove ini bisa memberikan manfaat sekaligus nilai tersendiri kepada masyarakat.

  24. Ardi Setiawan, Mahasiswa Pasca Sarjana PSDAL angkatan 18 Says:

    Hutan / tanaman mangrove fungsinya sangat penting untuk menjaga ekosistem daerah pesisir pantai. Selain itu hutan mangrove jg berfungsi sebagai peredam ombak laut/pantai sehingga meminimalisir terjadinya pengikisan daratan di sekitar pantai.

  25. ikhwan Says:

    Dengan adanya Hutan Mangrove dapat menjadi sumber penghasilan bagi Masyarakat khususnya di bidang ekonomi.

  26. kesadaran semua elemen masyarakat untuk melestarikan hutan mangrove demi menjaga daerah pesisir akibat erosi adalah salah satu solusi terbaiknya karena yang selama ini ada hanyalah sebagian besar yang menggalakkan hal ini hanya orang-orang yang berkecimpung dalam dunia kehutanan dan orang-orang pecinta alam. Serta diharapkan pemerintah serta perusahaan besar yang berkecimpung langsung di sektor kelautan tidak mengalih fungsikan hutan mangrove.

  27. hutan mangrove sangat bermanfaat sekali bagi lingkungan. banyak ekowisata sekarang yang berkembang dengan memanfaatkan kelestarian hutan mangrove. pemanfaatan hutan mangrove untuk ekowisata harus memperhatikan lingkungan hidup sekitar. tidak hanya bermanfaat pada kelestarian ekosistem di sekitarnya, pemanfaat hutan mangrove sangat besar untuk kehidupan manusia.

    -Akbar Mauli-

  28. Yosep Pujo Aryanto Says:

    Sumber daya pesisir berperan penting dalam mendukung ekonomi daerah dan nasional untuk meningkatkan penerimaan devisa, lapangan kerja dan pendapatan penduduk. Sumber daya pesisir tersebut mempunyai keunggulan komparatif karena tersedia dalam jumlah yang besar dan beranekaragam serta dapat dimanfaatkan dengan biaya eksploitasi yang relatif murah, sehingga mampu menciptakan penawaran yang kompotitif. Disisi lain kebutuhan pasar masih terbuka sangat besar karena kecenderungan permintaan pasar global yang terus meningkat. eterkaitannya sangat banyak, karena lebih dari 42 daerah Kota dan 181 Kabupaten Indonesia berada di pesisir. Apabila ditangani dengan dan pemanfaatan tepat guna, maka pesisir pun mampu menunjang perekonomian daerah bahkan nasional. Seperti menurut data 1989 pada BPS bahwa kontribusi pesisir terhadap PDB sebesar 24%. Selain itu, adanya cadangan sumber daya masa depan dikawasan pesisir, juga mampu menunjang perkembangan wilayah.

  29. Nursaadah Istiqamah Says:

    Assalamualaikum wr.wb
    artikel ini sangat menarik, mengingat wilayah kita khususnya provinsi bengkulu, saya perhatikan daerah pesisir pantai semakin bertambahnya waktu, pengikisan pinggir pantai semakin meluas atau bertambah, maka dari itu menurut saya sangat perlu adanya hutan mangrove, semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi pembaca tentang kesadaran diri untuk lingkungan khususnya daerah pinggiran pantai.

  30. Yartiwi, PSDAL angkatan 18 Says:

    Hutan mangrove sangat berarti bagi masyarakat pesisir pantai, biasanya masyarakat sekitar tersebut sangat sayang dengan keberadaan mangrove itu. Nah sekarang siapa yang merusak hutan mangrove tersebut ? Berdasarkan hasil survey ternyata yang merusak hutan mangrove perambah-perambah dari luar.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s