JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

RENCANA KEGIATAN PASCA TAMBANG PADA IZIN USAHA PERTAMBANGAN November 6, 2017

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 12:09 pm
Tags: , ,

Oleh: Ardi Setiawan

ABSTRAK

Pasca Tambang ( Mine Closure ) adalah suatu proses penghentian suatu kegiatan pertambangan karena telah habisnya cadangan bahan galian atau berhenti karena keekonomian, Dalam suatu penutupan tambang harus ada kebijakan-kebijakan yang mampu menghilangkan persepsi yang tidak baik terhadap pertambangan secara keseluruhan. Tujuan dilakukan kebijakan penutupan tambang adalah untuk mendorong setiap perusahaan pertambangan harus/sudah mempunyai konsep awal mengenai pemanfaatan lahan bekas tambang, agar aman dan tetap mempunyai fungsi lingkungan, sehingga tidak di diskreditkan sebagai usaha yang hanya dinikmati selama kegiatan berlangsung dan setelah selesai akan menjadi bencana bagi masyarakat serta menciptakan kondisi yang mapan atau kondisi yang stabil baik secara fisik maupun kimiawi.

Kata Kunci : Pasca Tambang, Kegiatan Pertambangan. (more…)

Advertisements
 

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENERTIBAN HEWAN TERNAK October 8, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 12:05 am
Tags:

Oleh: Inbima Kasiri

Email : kasiriinbima@gmail.com

Abstrak

Indonesia merupakan daerah tropis dimana luas lautan lebih luas dibandingkan daratan . Sebagian besar masyarakatnya pada umumnya penghasilannya dari pertanian dan peternakan. Indonesia merupakan negara hukum dimana masyarakatnya harus taat akan hukum tersebut, termasuk pemerintah mengatur tentang penertiban hewan peliharaannya. Hampir semua kabupaten / kota di Indonesia mempunyai peraturan tentang Penertiban Hewan ternak, akan tetapi rata-rata peraturan tersebut belum efektif, hal ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi, kesadaran masyarakat dan pemahaman tentang aturabn tersebut. Selain itu ditinjau dari sisi penegak perda tidak sesuainya pencapaian tujuan dan sasaran dari pihak institusi penegak perda yaitu Satpol PP,  Faktor penghambat lainnya tidak efektifnya Perda tersebut adalah kurangnya fasilitas dari Pemerintah Pusat.

Kata kunci : Perda, Penertiban, Pemerintah Daerah. (more…)

 

MANFAAT HUTAN MANGROVE UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR SEKARANG DAN KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG March 23, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:09 pm
Tags:

Oleh : Oktamalia

ABSTRAK

Hutan mangrove sangat banyak memiliki manfaat salah satunya adalah sebagai pencegah abrasi (pengikisan tanah akibat air laut), penghasil oksigen, tempat tinggal berbagai tumbuhan dan hewan kecil (seperti kepiting, kerang, ikan-ikan kecil, dan spesies primate yang tinggal di dahan mangrove itu ), dan masih banyak manfaat yang lain.Dikehidupan sekarang ini berbagai aspek kerusakan sudah banyak terjadi, seperti halnya kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove. Kehidupan sekarang sudah banyak yang tidak peduli pada lingkungan. Kebanyakan dari mereka belum banyak mengetahui akibat yang akan ditimbulkan pada masa selanjutnya. Mereka merusak lingkungan tanpa adanya perbaikan lagi.  Mereka juga masih kurang mengerti manfaat yang akan mereka dapatkan dari melestarikan hutan mangrove.Dari berbagai permasalahan yang terjadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat melestarikan hutan mangrove haruslah ada kesadaran pada tiap individu. Setiap individu harusnya bisa menjaga lingkungan tanpa merusaknya agar lingkungan tersebuat pada akhirnya akan kembali memberikan manfaatnya bagi kita. (more…)

 

STRATEGI PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN YANG BERBASIS PADA SISTEM PERTANIAN ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN February 14, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 10:50 am
Tags: ,

Oleh. RISMAN EFENDI

ABSTRAK

Sebuah tulisan ilmiah yang diberikan berbentuk tugas dalam mata kuliah penyajian ilmiah. Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan  penting dalam menopang kehidupan manusia. Selama bertahun- tahun sistem pertanian yang ada selalu mengandalkan penggunaan input kimiawi yang berbahaya untuk meningkatkan hasil atau produksi pertanian. Beberapa indikator yang memprihatinkan perkembang kegiatan  pertanian saat ini antara lain : (1) tingkat produktivitas lahan menurun, (2) tingkat kesuburan tanah merosot, (3) konversi  lahan pertanian semakin meningkat, (4)  tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan pertanian meningkat, (5) daya dukung lingkungan merosot. Hal ini menuntut adanya penerapan teknologi yang dapat mengoptimalkan hasil tanpa menimbulkan degradasi pada lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan . Pertanian organik di Indonesia menjadi “tren” karena tumbuhnya kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi produk yang aman dan sehat, masyarakat semakin sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sentetis dalam pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut di atas, belakangan ini muncul tren pertanian organik yaitu kegiatan budidaya tanaman yang ramah lingkungan dengan berusaha meminimalisis dampak negatif bagi lingkungan. Pertanian organik dicirikan dengan tidak menggunakan bahan kimia sentetis seperti pestisida kimia dan pupuk sehingga produk yang dihasilkan bebas residu bahan kimia berbahaya.  Melalui penyuluhan, petani maupun masyarakat sebagai konsumen  diharapkan akan memperoleh informasi tentang teknik budidaya yang baik serta memenuhi standar kesehatan    dengan menerapkan system pertanian organik. ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kata kunci : Lingkungan usaha tani lestari, petani untung, konsumsi masyarakat  sehat (more…)

 

DAMPAK PENAMBANGAN BATU BARA TERHADAP LINGKUNGAN February 6, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:23 pm
Tags: ,

Oleh

Erni Yusnita

Email : erniyusnita47@gmail.com

Abstrak

 Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang saling berlawanan, yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan yang sangat potensial. Sebagai sumber kemakmuran, sektor ini menyokong pendapatan negara selama bertahun-tahun. Sebagai perusak lingkungan, pertambangan terbuka (open pit mining) dapat mengubah secara total baik iklim dan tanah akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu. Selain itu penambangan batu bara juga bisa mengakibatkan perubahan social ekonomi masyarakat disekitar kawasan penambangan. Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan batu bara perlu dilakukan  tindakan-tindakan tertentu sehingga akan dapat mengurangi pencemaran akibat aktivitas pertambangan batubara dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi di sekitar pertambangan.

Kata kunci : Penambangan batubara, dampak, upaya pencegahan (more…)

 

KONSENTRASI MINYAK CENGKEH (Eugenia aromatica) TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DALAM TRANSPORTASI TERTUTUP March 25, 2013

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 12:40 am
Tags: ,

Oleh: Indra Gunawan

ABSTRAK

Transportasi dan perdagangan bibit ikan dalam bentuk hidup menjadi pilihan yang tepat apabila kondisi optimalnya diketahui menjaga tingkat kelulusan hidup ikan. Salah satu cara untuk mendapatkan tingkat kelulusan hidup tinggi dengan membuat ikan pingsan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis minyak cengkeh (Eugenia aromatic) yang tepat pada anestesi ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan yaitu dosis minyak cengkeh 0 ml/l air, 0,010ml/l air, 0,015ml/l air, dan 0,020ml/l air diulang enam kali.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak cengkeh sebagai bahan pembius berpengaruh terhadap kondisi klinis benih ikan selama proses pengangkutan. Pemberian minyak cengkeh sebagai bahan pembius berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat kelulusan dan kelangsungan hidup ikan nila dalam transportasi. Tingkat kelulusan hidup dan kelangsungan hidup tertinggi yaitu 88,518% pada dosis 0,015 ml/l. Tingkat kelulusan hidup dan kelangsungan hidup terendah yaitu 71,48% pada dosis 0,020 ml/l air atau 74,445% pada dosis 0 ml/l air.

KATA KUNCI: transportasi, minyak cengkeh, anesthesi, ikan nila (more…)

 

PENGOLAHAN LIMBAH KULIT KOPI DAN PEMANFAATANNYA YANG MENJADI NILAI TAMBAH DALAM KEHIDUPAN February 21, 2013

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:44 pm
Tags:

OLEH:  ARIEF BUDIMAN

ABSTRAK

 

Tingginya hasil panen kopi di kabupaten Kepahiang berdampak pada banyaknya limbah kulit kopi yang dihasilkan pada proses pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi. Keterbatasan informasi dan sosialisasi serta kesadaran masyarakat dalam pengolahan dan pemanfaatan limbah yang dihasilkan oleh kulit kopi ini membawa pengaruh pada lingkungan. Yaitu menumpuknya limbah tersebut di sekitar pemukiman masyarakat dan tempat pengilingan kopi bubuk. Sebagian masyarakat menanggulangi penumpukan limbah tersebut dengan membakarnya begitu saja. Limbah tersebut seharusnya bisa menjadi nilai tambah pemanfaatannya dan penggunaannya. Secara sederhana bisa dijadikan sebagai pupuk alami pada tanaman kopi itu sendiri. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur pada baglog, sebagian diantaranya dimanfaatkan oleh pengrajin jamu tradisional sebagai bahan jamu. Berdasarkan hasil penelitian, pada limbah kulit kopi tersebut mengandung Lemak Kasar, Serat Kasar dan Protein Kasar. Sehingga jika dilakukan pengolahan lebih lanjut dengan teknik dan mekanisme tertentu bisa dijadikan nutrisi tambahan untuk pakan ternak. Selain itu limbah kulit kopi juga mengandung minyak kulit kopi yang dalam pengolahan lebih lanjutnya bisa menghasilkan bioetanol, yang bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM.

Arif Budiman