JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

UPAYA ADAPTASI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI KALENDER TANAM (SI-KATAM) December 4, 2016

Filed under: Uncategorized — Urip Santoso @ 11:46 pm
Tags: , ,

Yahumri

  1. Abstrak

Pertanian merupakan sektor yang mengalami dampak paling serius, terutamasub sektor tanaman pangan yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Kegagalan panen disuatu sentra produksi dapat menyebabkan keguncangan di daerah lain, terlebih pada daerah yang bukan sentra pertanian. Perubahan pola curah hujan, peningkatan kejadian iklim ekstrim, serta kenaikan suhu udara dan permuakaan air laut telah menyebabkan produksi pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan menurun secara signifikan. Untuk itu, Badan Litbang telah menyusun teknologi adaptif dengan perubahan iklim yaitu sistem informasi Kalender Tanam (KATAM) terpadu. Kalender Tanam Terpadu adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan banjir dan kekeringan, serangan OPT, serta rekomendasi varietas dan kebutuhan padi dan palawija, serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk dan rekomendasi alsintan berdasarkan prediksi variabilitas dan perubahan iklim.

Kata Kunci: Adaptasi, Kalender Tanam, Perubahan Iklim

  (more…)

 

PENCEMARAN AIR SUNGAI DI PERKOTAAN November 23, 2016

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 3:07 pm
Tags:

Oleh: DEKI ANDES PUTRA

ABSTRAK

Seiring kemajuan zamankeadaan lingkungan semakin menjadi perhatian utama untuk dijadikan pengamatan.Lingkungan sudah mengalami berbagai macam perubahan yang cukup signifikan,salah satunya adalah pencemaran lingkungan.Pencemaran lingkungan telah menjadi salah satu permasalahan yang tengah dihadapi kota-kota di Indonesia.

Pencemaran disini dapat diartikan sebagai  keadaan dimana masuknya atau dimasukinya makhluk hidup atau komponen lain yang membuat berubahnya tatanan lingkungan atau proses alam yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.Salah satu pencemaran yang terjadi adalah pencemaran sungai.Pencemaran sungai dapat menyebabkan berbagai macam kerugian, tidak hanya kerugian bagi manusia tetapi kerugian juga di derita oleh hewan dan tumbuhan. Pencemaran sungai disebabkan oleh 2 faktor: Pencemaran yang disebabkan oleh Alam dan Pencemaran yang disebabkan oleh Manusia. Ada juga berbagai macam bahan pencemar air sungai, mulai dari bahan organik yang dapat diuraikan secara alami sampai bahan-bahan anorganik yang tidak dapat diuraikan secara alami. .

(more…)

 

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENERTIBAN HEWAN TERNAK October 8, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 12:05 am
Tags:

Oleh: Inbima Kasiri

Email : kasiriinbima@gmail.com

Abstrak

Indonesia merupakan daerah tropis dimana luas lautan lebih luas dibandingkan daratan . Sebagian besar masyarakatnya pada umumnya penghasilannya dari pertanian dan peternakan. Indonesia merupakan negara hukum dimana masyarakatnya harus taat akan hukum tersebut, termasuk pemerintah mengatur tentang penertiban hewan peliharaannya. Hampir semua kabupaten / kota di Indonesia mempunyai peraturan tentang Penertiban Hewan ternak, akan tetapi rata-rata peraturan tersebut belum efektif, hal ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi, kesadaran masyarakat dan pemahaman tentang aturabn tersebut. Selain itu ditinjau dari sisi penegak perda tidak sesuainya pencapaian tujuan dan sasaran dari pihak institusi penegak perda yaitu Satpol PP,  Faktor penghambat lainnya tidak efektifnya Perda tersebut adalah kurangnya fasilitas dari Pemerintah Pusat.

Kata kunci : Perda, Penertiban, Pemerintah Daerah. (more…)

 

MANFAAT HUTAN MANGROVE UNTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR SEKARANG DAN KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG March 23, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:09 pm
Tags:

Oleh : Oktamalia

ABSTRAK

Hutan mangrove sangat banyak memiliki manfaat salah satunya adalah sebagai pencegah abrasi (pengikisan tanah akibat air laut), penghasil oksigen, tempat tinggal berbagai tumbuhan dan hewan kecil (seperti kepiting, kerang, ikan-ikan kecil, dan spesies primate yang tinggal di dahan mangrove itu ), dan masih banyak manfaat yang lain.Dikehidupan sekarang ini berbagai aspek kerusakan sudah banyak terjadi, seperti halnya kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove. Kehidupan sekarang sudah banyak yang tidak peduli pada lingkungan. Kebanyakan dari mereka belum banyak mengetahui akibat yang akan ditimbulkan pada masa selanjutnya. Mereka merusak lingkungan tanpa adanya perbaikan lagi.  Mereka juga masih kurang mengerti manfaat yang akan mereka dapatkan dari melestarikan hutan mangrove.Dari berbagai permasalahan yang terjadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat melestarikan hutan mangrove haruslah ada kesadaran pada tiap individu. Setiap individu harusnya bisa menjaga lingkungan tanpa merusaknya agar lingkungan tersebuat pada akhirnya akan kembali memberikan manfaatnya bagi kita. (more…)

 

STRATEGI PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN YANG BERBASIS PADA SISTEM PERTANIAN ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN February 14, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 10:50 am
Tags: ,

Oleh. RISMAN EFENDI

ABSTRAK

Sebuah tulisan ilmiah yang diberikan berbentuk tugas dalam mata kuliah penyajian ilmiah. Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan  penting dalam menopang kehidupan manusia. Selama bertahun- tahun sistem pertanian yang ada selalu mengandalkan penggunaan input kimiawi yang berbahaya untuk meningkatkan hasil atau produksi pertanian. Beberapa indikator yang memprihatinkan perkembang kegiatan  pertanian saat ini antara lain : (1) tingkat produktivitas lahan menurun, (2) tingkat kesuburan tanah merosot, (3) konversi  lahan pertanian semakin meningkat, (4)  tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan pertanian meningkat, (5) daya dukung lingkungan merosot. Hal ini menuntut adanya penerapan teknologi yang dapat mengoptimalkan hasil tanpa menimbulkan degradasi pada lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan . Pertanian organik di Indonesia menjadi “tren” karena tumbuhnya kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi produk yang aman dan sehat, masyarakat semakin sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sentetis dalam pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut di atas, belakangan ini muncul tren pertanian organik yaitu kegiatan budidaya tanaman yang ramah lingkungan dengan berusaha meminimalisis dampak negatif bagi lingkungan. Pertanian organik dicirikan dengan tidak menggunakan bahan kimia sentetis seperti pestisida kimia dan pupuk sehingga produk yang dihasilkan bebas residu bahan kimia berbahaya.  Melalui penyuluhan, petani maupun masyarakat sebagai konsumen  diharapkan akan memperoleh informasi tentang teknik budidaya yang baik serta memenuhi standar kesehatan    dengan menerapkan system pertanian organik. ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kata kunci : Lingkungan usaha tani lestari, petani untung, konsumsi masyarakat  sehat (more…)

 

DAMPAK PENAMBANGAN BATU BARA TERHADAP LINGKUNGAN February 6, 2016

Filed under: Sumberdaya — Urip Santoso @ 11:23 pm
Tags: ,

Oleh

Erni Yusnita

Email : erniyusnita47@gmail.com

Abstrak

 Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang saling berlawanan, yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan yang sangat potensial. Sebagai sumber kemakmuran, sektor ini menyokong pendapatan negara selama bertahun-tahun. Sebagai perusak lingkungan, pertambangan terbuka (open pit mining) dapat mengubah secara total baik iklim dan tanah akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu. Selain itu penambangan batu bara juga bisa mengakibatkan perubahan social ekonomi masyarakat disekitar kawasan penambangan. Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan batu bara perlu dilakukan  tindakan-tindakan tertentu sehingga akan dapat mengurangi pencemaran akibat aktivitas pertambangan batubara dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi di sekitar pertambangan.

Kata kunci : Penambangan batubara, dampak, upaya pencegahan (more…)

 

PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA YANG MERUPAKAN SALAH SATU FAKTOR PENENTU PADA PENILAIAN ADIPURA. February 8, 2015

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 1:36 am
Tags: , ,

Wardani

I. ABSTRAK
Kecenderungan kerusakan lingkungan hidup semakin kompleks baik di pedesaan dan perkotaan. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia adalah pembuangan sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah disediakan tanpa di apa-apakan lagi. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar dimana lingkungan menjadi kotor dan sampah yang membusuk akan menjadi bibit penyakit di kemudian hari.Untuk mengatasi masalah itu partisipasi atau peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup belum nampak secara signifikan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka, pemerintah dalam hal ini menunjuk Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan Program Adipura yaitu program yang mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mewujudkan kota yang bersih dan teduh. Ini dilakukan dengan harapan setiap daerah dapat mendayagunakan seluruh kemampuannya melalui dukungan dari segenap segmen masyarakat untuk secara bersama-sama mengatasi permasalahan lingkungan hidup perkotaan. Dengan melaksanakan pengelolaan-pengelolaan sampah, baik secara alami ataupun dengan campur tangan manusia yang diharapkan akan dapat mengurangi penumpukan sampah di lokasi pembuangan akhir sampah atau TPA. Dimana hal ini secara otomatis dapat membuat lingkungan akan lebih bersih dan lebih segar.Ini juga yang menjadi salah satu faktor penentu untuk mendapatkan Adipura tersebut adalah proses pengolahan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah baik organik dan anorganik. (more…)