JURNAL LINGKUNGAN

BUMIKU, BUMIMU, BUMI KITA

PERUBAHAN IKLIM GLOBAL DAN KAITANNYA DENGAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

Posted by uwityangyoyo on November 10, 2009

EVA APRIMADINI

E2A009028

 ABSTRAK

 Limbah industri adalah sisa buangan atau limbah industri dapat berupa gas dan debu, cairan atau padatan. Adapun sisa buangan cair yang dikeluarkan oleh proses-proses dalam industri sering disebut air limbah industri. Keberadaan senyawa organik dalam air limbah pada kolam konvensional merupakan penyebab yang menjadikan air limbah termasuk salah satu sumber penghasil gas rumah kaca yang menjadi sebab utama perubahan iklim global, dimana senyawa organik pada air limbah akan terurai menjadi karbondioksida (CO2)­­ dan atau metan (CH4,). Sehingga semakin tinggi tingkat produksi air limbah maka semakin tinggi pula tingkat produksi gas rumah kaca yang berarti mempercepat terjadinya perubahan iklim global. Air limbah yang berpotensi menghasilkan emisi metan adalah air limbah yang berasal dari limbah industri antara lain industri kelapa sawit, industri tapioka, industri nenas, industri karet, pabrik gula, industri makanan dan petrokimia. Mencegah terbentuknya limbah (up of the pipe), meminimalkan terbentuknya limbah, memanfaatkan limbah (reuse, recycle, recovery) serta mengolah limbah secara benar melalui pendekatan teknologi pengolahan limbah (end of the pipe) merupakan upaya-upaya mitigasi pengurangan Gas Rumah Kaca melalui pengendalian dan pengelolaan pencemaran air limbah industri. Adapun beberapa metode dalam upaya tersebut diantaranya dengan metode ko-komposting atau dengan proses digester anaerob dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca, recovery metan dari IPAL, menghindari pembentukan metan pada IPAL melalui penggantian sistem anaerobik dengan sistem aerobik. Beberapa metode yang pernah diterapkan diantaranya ekstraksi metan dan pembangkit energi pada industri tepung tapioka dan penangkapan Metan dan pembakaran (combustion) pada sistem pengolahan efluen anaerobik yang telah ada.

Kata Kunci : Air limbah industri, perubahan iklim global, Gas Rumah Kaca,  pengendalian Read the rest of this entry »

Posted in Bencana | Tagged: , , , | Leave a Comment »

PEMANFAATAN DAN ANALISIS EKONOMI USAHA

Posted by uwityangyoyo on October 30, 2009

 

Oleh: Pobi Tarosman

      NPM: E2A009018

 ABSTRAK

Pengembangan ternak kelinci sudah dimulai sejak tahun 80an dan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat maupun pejabat pemerintah dalam mengatasi pemenuhan gizi. Namun saat ini jumlah populasinya tampak kurang berkembang dan belum merata, hanya jumlahnya terbatas pada wilayah sentra pariwisata. Kendala utama dalam pengembangannya adalah masih adanya pengaruh psychologis antara manusia dengan ternak kelinci dalam hal memotong dan sekaligus untuk dimakan. Kendala lainnya adalah angka kematian yang cukup tinggi dan masih perlu adanya sosialisasi mengkonsumsi daging dan penyediaan produk daging olahan yang menarik konsumen. Disisi lain ternak kelinci bersifat prolifik dan jarak beranak yang pendek sehingga mampu menghasilkan jumlah anak yang cukup tinggi pada satuan waktu yang singkat (per tahun) sehingga dikenal sebagai penyedia daging yang handal. Teknologi pengolahan daging kelinci meliputi teknologi pembuatan sosis, kornet, burger, nugget, karage, bakso, abon dan lain-lain,Manfaat lainnya adalah sebagai penghasil kulit bulu, kotoran (feces) dan sebagai ternak kesayangan. Semua manfaat tersebut dapat menjadi tambahan pendapatan peternak. Usaha peternakan kelinci selain sebagai pemenuhan gizi (subsisten) perlu adanya dukungan untuk mengarah pada usaha komersil berorientasi pasar. Telah dicoba dilakukan analisis terhadap usaha kelinci intensif yang berskala 20 ekor induk dan 5 ekor pejantan sebagai usaha penghasil daging dan kulit bulu selama satu tahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa keuntungan pada skala usaha tersebut adalah sebesar Rp 9.206.200/tahun atau Rp 767.183/bulan (dalam perhitungan ini dilakukan penilaian terhadap sisa kelinci yang belum berumur potong, karena dalam kas opnam masih tersisa sejumlah (ternak muda).

 Kata Kunci: Kelinci, Teknologi, Pengolahan, Pemanfaatan, Keuntungan

Read the rest of this entry »

Posted in Sumberdaya | Tagged: , | Leave a Comment »

DAMPAK PEMBANGUNAN TERHADAP SUMBER DAYA AIR

Posted by uwityangyoyo on October 24, 2009

 

OLEH : M. DODY NOVRAN

Progr Pasca Sarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

  1. PENDAHULUAN.

Air merupakan sumberdaya yang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia maupun makhluk hidup lain. Boleh dikatakan tidak ada kehidupan di muka bumi ini yang dapat berlangsung tanpa air, khususnya manusia. Namun demikian perlu disadan bahwa keberadaan air di muka bumi ini terbatas menurut ruang dan waktu baik secara kuantitas maupun kualitas. Air tidak selalu tersedia di mana-mana dan dari waktu ke waktu. Air sebagai penopang pembangunan dewasa ini (bahkan sudah dirasakan sejak lama) semakin terancam keberadaannya, baik dan segi kuantitas maupun kualitasnya. Hal tersebut sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia yang kurang arif terhadap lingkungan sehingga berpengaruh terhadap sumberdaya air, bahkan akhirnya berdampak negatif terhadap manusia sendiri. Read the rest of this entry »

Posted in Sumberdaya | Tagged: , , | 2 Comments »

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT

Posted by uwityangyoyo on October 19, 2009

Oleh: AHMAD JAIS

  1. Pendahuluan

Dalam upaya menigkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kota-kota besar semakin meningkat pendirian rumah sakit (RS). Sebagai akibat kualitas efluen limbah rumah sakit tidak memenuhi syarat. Limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan penduduk di sekitar rumah sakit dan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam limbah rumah sakit dapat mengandung berbagai jasad renik penyebab penyakit pada manusia termasuk demam typoid, kholera, disentri dan hepatitis sehingga limbah harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan (BAPEDAL, 1999).

SAMPAH dan limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair. Bentuk limbah klinis bermacam-macam dan berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: , | 3 Comments »

MEMANFAATKAN SAMPAH ORGANIK MENJADI HASIL OLAHAN KOMPOS PADA SKALA RUMAH TANGGA

Posted by uwityangyoyo on October 10, 2009

Oleh : Andriyeni

Mahasiswa program studi pascasarjana PSL fakultas pertanian UNIB

ABSTRAK

Andriyeni, 2009. “Memanfaatkan Sampah Organik Menjadi Hasil Olahan Kompos Pada Skala Rumah Tangga”. Sebuah tulisan ilmiah yang diberikan berbentuk tugas dalam mata kuliah pengajuan ilmiah. Untuk menjaga lingkungan bersih bebas dari sampah salah satu solusinya mengubah kebiasaan membuang sampah untuk mengolah sampah menjadi kompos dimulai dari sampah rumah tangga. Sampah organik ialah sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti dedaunan dan sampah dapur yang sifatnya mudah terurai secara alami dengan bantuan mikroorganisme. Proses pengolahan sampah organik menjadi kompos, tahapan pemilahan dan penyeleksian sampah penting dilaksanakan, hindari dari sisa-sisa daging, tulang, duri-duri ikan, produk yang berasal dari susu, sisa-sisa makanan berlemak, dikarenakan kesemuanya itu dapat diperoleh kompos yang kualitas tidak baik karena bisa menimbulkan bau busuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kompos seperti bahan baku, suhu, nitrogen dan kelembapan bahan sampah organik yang berasal dari sisa sayuran dapur lebih cepat terurai dan tidak berbau. Kandungan C/N bahan dengan C/N tanah harus seimbang. Selain itu kestabilan suhu harus dijaga, suhu ideal ( 40-50 ºC). Sementara nitrogen dibutuhkan oleh bakteri pengahancur untuk tumbuh dan berkembang biak. Kelembapan dalam timbunan kompos harus diperhatikan dan dijaga keseimbangannya. Kelembapan yang tinggi menyebabkan volume udara menjadi berkurang. Sampah rumah tangga sangat ideal dijadikan kompos. Untuk mengolah sampah rumah tangga diperlukan alat yang disebut komposter. Kompos rumah tangga bermanfaat sebagai pupuk organic bagi tanaman.

Kata Kunci : sampah organik, kompos, skala rumah tangga. Read the rest of this entry »

Posted in Sumberdaya | Tagged: , , , | 3 Comments »

“BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN”

Posted by uwityangyoyo on October 9, 2009

AAN KURNAIN PUTRA

ABSTRAKSI

Karya tulis ini menjelaskan tentang bagaimana sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet makanan. Di mana kedua bahan tersebut sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk tingkat yang lebih lanjut. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah.
Sebagai pusat utama kelangsungan negara, pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. Terutama kasus pada pembuatan bakso dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang diawetkan dengan menggunakan formalin. Berbagai solusi kami tuliskan di sini. Tetapi solusi tersebut tidaklah semuanya dapat dijalankan dengan hasil yang cepat dan ada kemungkinan banyak faktor yang menyebabkan penyelesaian masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Karena masalah ini harus kembali lagi kepada masyarakatnya yang terlibat langsung. Read the rest of this entry »

Posted in Kesehatan | Tagged: , , | 3 Comments »

“PENGELOLAAN HUTAN DESA SEBAGAI SATU ALTERNATIF PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS MASYARAKAT TERUTAMA DALAM KAITANYA DENGAN WACANA OTONOMI DAERAH, KHUSUSNYA OTONOMI DESA”

Posted by uwityangyoyo on September 28, 2009

Oleh : DIDI HERWANTO

ABSTRAK

Hutan merupakan sumber daya alam anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak terhingga nilainya. Sebagai anugerah tersebut hutan mempunyai nilai filosofi yang sangat dalam bagi kepentingan umat manusia. Dengan segala kekayaan alam yang dikandungnya, hutan memberikan kehidupan bagi makhluk hidup di bumi ini terutama bagi umat manusia. Namun demikian nilai filosofi hutan tersebut terus menerus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena pengelolaan hutan selama ini kurang memperhatikan arti hakekat yang terkandung pada filosofi hutan sehingga kelestarian lingkungan hidup menjadi terganggu. Desa sejak dahulu tidak sekedar dipahami sebagai pemerintahan desa, tetapi seperti negara juga mencakup wilayah, masyarakat dan juga pengakuan dari luar, dalam hal ini negara. Desa biasanya mempunyai wilayah pangkuan desa yang dikelola baik sebagai sumber pendapatan ekonomi, konservasi maupun ‘kedaulatan’ desa. Wilayah itu bisa berwujud hutan dan atau tanah desa atau sering disebut tanah ulayat atau tanah adat. Tanah desa sendiri sekarang terdiri bermacam-macam seperti tanah bengkok, titi sara, tanah kas desa yang seringkali juga berwujud hutan atau kebun. Kemudian karena kondisi sosial politik negara yang kemudian menetapkan semua wilayah hutan yang secara formal tidak dibebani hak milik menjadi kawasan hutan negara, mengakibatkan wilayah pangkuan desa pun secara otomatis ‘diambil alih’ oleh negara menjadi yang kita kenal sekarang adalah Hutan Negara. Padahal kalau kita baca monografi desa-desa pasti masih terdapat hutan-hutan yang masuk wilayah administrasi desanya. Tetapi realitanya desa dan masyarakatnya hanya menjadi penonton dan kena getah pertama kali jika terjadi masalah pada hutan-hutan tersebut. Read the rest of this entry »

Posted in Sumberdaya | Tagged: , | 1 Comment »

Profil Lingkungan Hidup di Provinsi Bengkulu (Bagian VII)

Posted by uwityangyoyo on August 24, 2009

Pada bagian yang lalu telah kita bahas berbagai kondisi lingkungan hidup di Bengkulu. Berikut ini uraian tentang  upaya pengendalian lingkungan hidup di provinsi kita yang tercinta ini. http://uripsantoso.wordpress.com/2009/02/25/pengelolaan-lingkungan-hidup-di-propinsi-bengkulu-dan-konsep-pengendaliannya/

Posted in Profil | Tagged: , , | Leave a Comment »

POTENSI BATUBARA INDONESIA

Posted by uwityangyoyo on August 15, 2009

Oleh: Nopryani Linda Sari

Mahasiswi Program Pasca Sarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

ABSTRACT

Batubara adalah bahan galian strategis dan merupakan salah satu bahan baku energi nasional yang mempunyai peranan besar dalam pembangunan nasional. Informasi  sumberdaya dan cadangan batubara menjadi hal penting dalam merencanakan strategi kebijaksanaan bidang energi nasional.

Pengentasan kemiskinan, menjaga keamanan pasokan energi, dan melindungi lingkungan hidup adalah permasalahan terbsar yang sedang dihadapi dunia saat ini. Produksi dan penggunaan batubara terkait dengan setiap permasalahan tersebut. Read the rest of this entry »

Posted in Sumberdaya | Tagged: , | 4 Comments »

Profil Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu (Bagian VI)

Posted by uwityangyoyo on August 4, 2009

Berikut lanjutan profil lingkungan hidup di Provinsi Bengkulu. Pada bagian ini, saya khusus menyoroti satu kasus, yaitu rencana Bengkulu menjadi pusat pariwisata. Silahkan dinikmati.

http://uripsantoso.wordpress.com/2008/05/01/bengkulu-menuju-kota-pariwisata/

Posted in Profil | Tagged: , , | Leave a Comment »