JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

ASAP CAIR CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI PENGAWET ALAMI BAHAN MAKANAN January 17, 2012

Filed under: Kesehatan — Urip Santoso @ 12:37 am
Tags: , ,

 Oleh: Eka Marsyanti

Abstrak

Kelapa sawit adalah salah satu komoditi andalan Indonesia yang perkembangannya demikian pesat. Selain produksi minyak kelapa sawit yang tinggi, produk samping atau limbah pabrik kelapa sawit juga tinggi. Limbah yang dihasilkan dalam pengolahan buah sawit berupa : tandan buah kosong, serat buah perasan, lumpur sawit (solid decanter), cangkang sawit, dan bungkil sawit. Penerapan konsep zero emissions dengan mengefisienkan penggunaan bahan baku dan memaksimalkan nilai gunanya, secara otomatis, emisi gas, limbah padat dan cair ke lingkungan akan berkurang.Salah satunya apabila dilakukan pirolisis terhadap cangkang sawit tersebut akan diperoleh rendemen berupa asap cair yang mengandung senyawa kelompok fenol, asam dan karbonil memiliki fungsi sebagai penghambat perkembangan bakteri yang cukup aman sebagai pengawet alami.

Kata Kunci : cangkang kelapa sawit, zero emissions, asap cair, pengawet alami (more…)

 

TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) SEBAGAI ALTERNATIF PUPUK ORGANIK January 4, 2012

Filed under: Uncategorized — Urip Santoso @ 12:43 am
Tags: , ,

Oleh : Dwi Ida Wardani

 ABSTRAK

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik yang memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) mencapai 23% dari jumlah pemanfaatan limbah kelapa sawit tersebut sebagai alternatif pupuk organik juga akan memberikan manfaat lain dari sisi ekonomi.

Pertumbuhan produksi kelapa sawit semakin meningkat sejalan dengan jumlah limbah yang dihasilkan. Upaya untuk mengatasi hal tersebut, Pusat Penelitian Kelapa sawit (PPKS) melakukan teknologi pengomposan dengan memanfaatkan hasil limbah pabrik menjadi kompos yang memiliki nilai ekologi dan ekonomi yang tinggi. Bahan yang diperlukan untuk produksi kompos tersebut adalah Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS).

Keunggulan kompos TKKS meliputi: kandungan kalium yang tinggi, tanpa penambahan starter dan bahan kimia, memperkaya unsur hara yang ada di dalam tanah, dan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi. Selain itu kompos TKKS memiliki beberapa sifat yang menguntungkan antara lain: (1) memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi ringan; (2) membantu kelarutan unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman; (3) bersifat homogen dan mengurangi risiko sebagai pembawa hama tanaman; (4) merupakan pupuk yang tidak mudah tercuci oleh air yang meresap dalam tanah dan (5) dapat diaplikasikan pada sembarang musim.

Proses pengomposan tandan kosong kelapa sawit ini tidak menggunakan bahan cair asam dan bahan kimia lain sehingga tidak terdapat pencemaran atau polusi, selain itu proses pengomposannya pun tidak menghasilkan limbah. Proses membuat kompos dimulai dengan pencacahan tandan kosong sawit terlebih dahulu dengan mesin pencacah kemudian bahan yang telah dicacah ditumpuk memanjang dengan ukuran lebar 2,5 m dan tinggi 1 m. Selama proses pengomposan tumpukan tersebut disiram dengan limbah cair yang berasal dari pabrik kelapa sawit. Tumpukan dibiarkan diatas semen dan dibiarkan di lantai terbuka selama 6 minggu. Kompos dibolak-balik dengan mesin pembalik. Setelah itu kompos siap untuk dimanfaatkan. (more…)

 

PERAN MIKORIZA DAN FAUNA DALAM REHABILITASI LAHAN TERDEGRADASI (LAHAN PASCA TAMBANG) December 19, 2011

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 11:02 pm
Tags: , , ,

Oleh: Devi Susanti

Abstrak

Ulah manusia atau proses kegiatan alam banyak berdampak negative terhadap kapasitas lahan, sehingga lahan tersebut tidak dapat berfungsi secara efektif di dalam suatu ekosistem. Kegiatan pertambangan batubara merupakan suatu kegiatan yang potensial di Indoneisa dan tidak dapat dipisahkan dari sistem ekonomi nasional. Namun kegiatan ini mempunyai dua sisi yang saling berlawanan, sebagai sumber ekonomi dan perusak lingkungan. Upaya perbaikan lahan bekas tambang batubara di Indonesia mungkin telah banyak dilakukan masyarakat dan pemerintah, Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil yang optimal. Filosofi dasar yang dianut untuk memperbaiki ekosistem yang terdegradasi adalah kembali ke alam (back to nature) dan ramah terhadap lingkungan. Prinsip kembali kepada alam berupa pemanfaatan kekayaan mikoriza sebagai salah satu mikroorganisme yang bermanfaat serta menggunakannya kembali. Selain itu, juga dapat digunakan jenis-jenis fauna telah diseleksi sebagai pendekomposisi yang ramah lingkungan. (more…)

 

Pembangunan Yang Berwawasan Lingkungan Hidup December 1, 2011

Dikompilasi Oleh: Prof. Urip Santoso

(Tulisan ini merupakan kompilasi dari berbagai sumber baik dari buku maupun dari internet. Saya hanya mengkompilasi dan sedikit menyisipkan ide-ide saya. Jadi ini bukan tulisan saya!)
Pendahuluan
Pembangunan pada abad 20 yang lalu adalah pola pembangunan konvensional yang bersifat linier mengutamakan kemajuan ekonomi semata-mata, subyek pembangunan adalah manusia dan orientasi pembangunan tertuju hanya pada manusia. Pola ini  mengabaikan pembangunan lingkungaan dan social budaya.
Pola pembangunan ini mempunyai tiga kelemahan pokok (Salim, 2010), yaitu  kegagalan pasar, kegagalan institusi dan kegagalan kebijakan. Selain itu, pembangunan konvensional hanya mengedepankan pembangunan ekonomi yang berjangka pendek, sementara pembangunan social dan lingkungan yang berjangka panjang sangat diabaikan.
Pola pembangunan ini meskipun dalam jangka pendek mampu meningkatkan pendapatan nasional sangat fantastis, namun pada kenyataannya masih banyak penduduk yang miskin. Hal ini disebabkan oleh tidak meratanya pembangunan konvensional. Selain itu, saat ini sudah kita rasakan betapa peningkatan pendapatan nasional itu dibarengi oleh rusaknya  lingkungan hidup. Rusaknya lingkungan hidup ini sangat tidak seimbang. Artinya rusaknya lingkungan hidup jauh lebih tinggi daripada tingkat pendapatan nasional. Jika pembangunan konvensional terus dilanjutkan, maka kerusakkan lingkungan hidup akan semakin parah (Weisman, 2009). Akibatnya bukan saja berbagai bencana melanda bumi ini, tetapi juga generasi yang akan dating tidak akan mewarisi bumi ini. Berbagai bencana yang melanda bumi ini pun akhirnya meluluhlantakkan pembangunan  berbasis ekonomi ini. Berbagai polusi baik udara, air, tnah dll telah dihasilkan oleh pembangunan konvensional, yang akhirnya bumi ini menjadi tidak nyaman untuk dihumi (Wardhana, 2004). Akhirnyanya yang diperoleh kerugian ganda, yaitu rusaknya sumber daya pembangunan sekaligus rusaknya lingkungan hidup.  Di Bengkulu pada khususnya dan Sumatera pada umunya telah banyak kerusakan  lingkungan hidup dikarenakan oleh pembangunan yang tidak terkendali (Sjarkowi et al., 2007). Perubahan  iklim mulai dirasakan oleh penduduk dunia. Jika tidak segera dilakukan berbagai upaya, maka perubahan iklim global semakin tidak terkendali dan akan mengancam bumi. Dampak perubahan iklim global sangat lamban tapi bersifat pasti dan permanen (Diposaptono et al., 2009). Indonesia yang memiliki belasan ribu pulau-pulau kecil akan sangat menderita akibat perubahan  iklim, sebab pulau-pulau itu terancam tenggelam bersama semua yang ada di atasnya.   (more…)

 

Meraih Supremasi Adipura November 16, 2011

Filed under: Uncategorized — Urip Santoso @ 12:28 am
Tags:

Penilaian tahap pertama adipura sudah selesai dilaksanakan oleh tim penilai adipura. Banyak cara digunakan untuk dapat meraih piala adipura. Sayangnya, banyak kabupaten/kota yang terjebak hanya untuk memperoleh piala. Substansi adipura dilupakan. Mereka lupa bahwa piala adipura itu merupakan penghargaan bagi kabupaten/kota yang secara rutin telah berhasil menjaga dan meningkatkan clean and green di wilayahnya. Ada adipura atau tidak ada seharusnya tidak jadi masalah  untuk tetap membangun kota yang clean and green, sebab kebesrsihan dan hijau itu amat dibutuhkan bukan saja bagi manusia tetapi juga bagi makhluk hidup yang lain.

Secara konsep, adipura merupakan suatu proses. Proses  dimana suatu kota secara bertahap dan kontinyu berusaha menuju kota yang bersih dan hijau, sehingga kota tersebut layak huni bagi semua makhluk. Jadi, salah besar jika kota menjelang penilaian adipura baru berbenah. Pedagang kaki lima disingkirkan sementara, pasar disulap, jalan pun disulap; bahkan ditanam pohon yang notabene mendadak ada dan langsung tinggi. Fasilitas umum tiba-tiba menjadi bersih dan kaya akan kotak sampah; bahkan terlalu banyak malah dan masih gres alias baru turun dari toko. Tim penilaipun jadi bingung. Gimana nich menilainya? bahkan ada pula wilayah yang minta tangguh, nanti saya kirim fotonya. Wah, bikin pusing sang penilai. Setelah penilaian, kotapun menjadi kembali kepada titik awal.

Inilah akibatnya, jika adipura bertujuan hanya untuk menyabet piala. Akhirnya, tujuan adipura menjadi gagal total.

 

Menuju Kota Adipura November 7, 2011

Filed under: Uncategorized — Urip Santoso @ 5:58 am
Tags: , ,

Saya sajikan bahan tentang adipura. Semoga bermanfaat bagi yang memerlukannya.

ADIPURA_Pengelolaan Sampah_RTHRev2

KRITERIA FISIK

KRITERIA PEMANTAU DAN KODE ETIK

KRITERIA PENGOLAHAN SAMPAH DAN RUANG TERBUKA HIJAU

Lampiran III Kriteria Fisik rev1

MEKANISME PENILAIAN FISIK

REVITALISASI ADIPURA

Sosialisasi Kriteria non fisik

 

 

PERLINDUNGAN TERHADAP LINGKUNGAN LAUT BERHUBUNGAN DENGAN EKOLOGI October 22, 2011

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 3:50 am
Tags: , , ,

Oleh : Andika Rahman

Abstrak

Pentingnya laut bagi system pendukung kehidupan memerlukan pemahaman ekologi yang baik. Lautan memainkan peranan kunci dalam siklus biogeokimia, demikian juga dalam pemeliharaan biosfer. Ancaman terhadap lingkungan laut makin meningkat, karena laut merupakan tempat pembuangan akhir banyak limbah manusia, yang dicapainya melalui berbagai rute transfor. Ciri fungsional ekosistem ialah bahwa makanan dipertimbangkan dalam istilah energi, sumber primernya adalah cahaya matahari dan fotosintesis tumbuhan. Jadi tumbuhan membentuk jenjang trofik pertama dan hewan herbivora kedua, jenjang trofik ketiga dan yang lebih tinggi terdiri atas karnivora.

Kata Kunci : Perlindungan Lingkungan Laut, Ahli Ekologi

I.          PENDAHULUAN

Perlunya menyediakan pengetahuan yang dapat membantu melindungi dan mengelola lingkungan laut mempunyai tantangan yang sangat relevan bagi ekologiwan.

Pemahaman yang makin baik terhadap ekosistem lautan tak dapat diingkari lagi mempunyai arti bagi kehidupan social dan ekonomi manusia, karena pemeliharaan struktur dan fungsi system kelautan merupakan bagian integral dari manajemen penangkapan ikan dan konsekuensinya bagi produksi makanan dari laut. (more…)

 

HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN LINGKUNGAN SEKITARNYA DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA JERANGLAH KECAMATAN KAYU KUNYIT KABUPATEN BENGKULU SELATAN October 13, 2011

Filed under: Kesehatan — Urip Santoso @ 11:41 am
Tags: ,

Oleh: E L V I   H A Y A N I

ABSTRAK

Malaria masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Kejadian malaria disebabkan adanya kontak manusia dengan nyamuk malaria dan didukung oleh kondisi perumahan dan lingkungan yang kurang baik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan risiko kondisi fisik rumah dan lingkungan sekitar rumah dengan kejadian malaria di Desa Jeranglah Kecamatan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Penelitian ini dilakukan dalam bentuk survei lapangan yang bersifat observasional dengan pendekatan case control. Variabel-variabel bebas adalah kondisi fisik rumah antara lain : ventilasi, langit-langit, dinding. Kondisi lingkungan sekitar rumah antara lain: semak-semak, parit atau selokan, dan kandang ternak. Dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik rumah dan lingkungan sekitar rumah menunjukkan adanya hubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria maka disarankan adanya penyuluhan bagi masyarakat serta perbaikan dan kebersihan pada kondisi fisik rumah dan lingkungan sekitar rumah.

Kata kunci : Kondisi Fisik, Lingkungan, Malaria

BAB I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia sampai saat ini. Derajat endemisitas malaria di Indonesia berbeda antara satu daerah dengan daerah lain (Pribadi dan Sungkar, 1994). Data hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan jumlah penderita malaria klinis di seluruh Indonesia mencapai 15 juta orang dan 43 ribu diantaranya meninggal. Jumlah penderita malaria cenderung mengalami kenaikan pertahunnya Tahun 2006, wabah malaria dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di 7 provinsi, dengan jumlah penderita mencapai 1.107 orang, 23 diantaranya meninggal. Sedangkan tahun 2007 KLB terjadi di 8 provinsi, dengan jumlah penderita mencapai 1.256 orang dan mengakibatkan 74 penderitanya meninggal dunia (Zubersafawi, 2009). (more…)

 

EFEKTIFITAS EFFECTIVE MICROORGANISME (EM) DALAM MEMPERCEPAT PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK October 7, 2011

Filed under: Kesehatan — Urip Santoso @ 1:06 am
Tags: , , ,

Oleh: ETMON JULIANSYAH

ABSTRAK

Etmon Juliansyah, 2011 “ Effektifitas  Effective Microorganisme (EM) dalam Mempercepat  Proses Pengomposan Sampah Organik”. Sebuah tulisan ilmiah yang diberikan berbentuk tugas dalam mata kuliah penyajian ilmiah. Untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari sampah salah satu solusinya mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengolah sampah menjadi kompos. Sampah organik : yaitu sampah yang mengandung senyawa-sanyawa organik, karena itu tersusun dari unsur-unsur seperti C, H, O, N, dan lain-lain (umumnya sampah organik dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme. Kompos adalah produk dari pengomposan, yaitu cara untuk mengkonversikan bahan-bahan organik menjadi bahan yang telah dirombak lebih sederhana dengan menggunakan aktifitas mikrobakteria, semacam perombakan yang terjadi pada bahan organik dalam tanah oleh bakteri tanah, Effektive microorganisme (EM) merupakan  sumber bakteri yang banyak digunakan di dalam proses pembuatan kompos. Media ini akan membantu pembuatan kompos menjadi lebih singkat, mudah dan berkualitas lebih baik. Kandungan C/N bahan dengan C/N tanah harus seimbang . Selain itu kesetabilan suhu harus dijaga, suhu ideal  30 45⁰ C begitu juga dengan PH, dan kelembaban.Untuk mengolah sampah menjadi organic menjadi kompos diperlukan alat yang disebut komposter. Kompos sangat bermanfaat sebagai pupuk organic bagi tanaman.

Kata Kunci : Sampah Organik, Kompos, Effektive Microorganisme (EM)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang

Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan prilaku gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbulan sampah, jenis dan keberagaman karakteristik sampah. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan kebutuhan hidup sehari-hari serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan. Meningkatnya volume timbulan sampah menimbulkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam menangani masalah sampah. (more…)

 

October 1, 2011

Filed under: Uncategorized — Urip Santoso @ 12:52 am
Tags:

Meningkatkan Backlink dan PageRank di Blog

Caranya sangatlah gampang, anda hanya tinggal copy link yang berada di bawah ini dengan syarat anda harus menghapus link pada peringkat 1 dari daftar, lalu pindahkan yang tadinya nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 menjadi nomor 2, nomor 4 menjadi nomor 3, dst. Kemudian masukan link blog anda sendiri pada urutan paling bawah ( nomor 10). Dan silahkan ajak teman anda untuk mengikuti cara ini serta sebarkan cara ini ke banyak teman-teman An
  1. ilmu-kompi
  2. alfacroon
  3. Trik-Gue
  4. Pabrik Info
  5. WordPress Paper’s
  6. bootingskoBlog
  7. Belajar Blog Bagi Pemula
  8. Jurnal Urip Santoso
  9. Bencoolen Livestock
  10. Lingkungan Hidup

Keterangan:
Jika anda mampu mengajak lima orang saja untuk mengcopy artikel ini maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:

  • Posisi 10, jumlah backlink = 1
  • Posisi 9, jumlah backlink = 5
  • Posisi 8, jumlah backlink = 25
  • Posisi 7, jumlah backlink = 125
  • Posisi 6, jumlah backlink = 625
  • Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
  • Posisi 4, jumlah backlink =15,625
  • Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
  • Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
  • Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125 (more…)