JURNAL LINGKUNGAN HIDUP

BUMI LESTARI LANGIT BEBAS POLUSI

KONSERVASI WILAYAH PESISIR May 19, 2013

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 11:23 pm
Tags: ,

Oleh  :  Amelia

ABSTRAK

Kata kunci dari konservasi wilayah pesisir mencakup pemanfaatan, perlindungan, pelestarian, serta terjaminnya ekosistem yang berkesinambungan. Hal tersebut dilakukan karena sumberdaya pesisir baik flora, fauna, dan ekosistem memiliki kegunaan dan nilai  ekologis, ekonomis dan sosial yang penting.

Pada saat ini program/strategi konservasi wilayah pesisir menjadi agenda penting mengingat kerusakan sumberdaya pesisir akibat pencemaran yang berasal dari wilayah pesisir dan sekitarnya. Dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan di wilayah pesisir dapat membahayakan kelestarian ekosistem pesisir. Ekosistem pesisir yang rusak dapat mengganggu kehidupan dan penghidupan manusia, spesies lain dan lingkungannya. Fenomena kerusakan wilayah pesisir dapat dipantau baik melalui media cetak dan elektronik maupun dapat dilihat secara langsung di lapangan. Kerusakan wilayah pesisir bukan hanya oleh penduduk wilayah pesisir saja, tetapi juga oleh penduduk sekitarnya. (more…)

 

ANALISIS DAMPAK PERKEBUNAN SAWIT TERHADAP DAERAH ALIRAN SUNGAI DI KABUPATEN KAUR April 29, 2013

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 3:22 am
Tags: , ,

Oleh:  Uxtie mezulianti

ABSTRAK

Kabupaten Kaur adalah salah satu kabupaten yang menjadi target perluasan perkebunan sawit di Indonesia dengan target mencapai ratusan ribu hektar. Hal ini terbukti dengan telah dilakukannya kunjungan para pengusaha dari beberapa negara yakni Malaysia, Brunai Darusalam dan dari pengusaha ibu kota pada akhir tahun 2006 hingga awal tahun 2007 ini. Pemerintah kabupaten kaur menyambut baik rencana tersebut dengan telah dikeluarkannya izin prinsip kepada investor tersebut yang akan membuka kebun kelapa sawit dengan pola plasma dan inti. Akan tetapi, perkebunan kelapa sawit tersebut cenderung telah merambah ke hutan lindung, yang akan memicu kerusakan Daerah Aliran Sungai. Melihat kondisi tersebut, maka penyusun melakukan penelitian dengan judul analisis dampak perkebunan kelapa sawit terhadap Daerah aliran sungai di kabupaten kaur.

Permasalahan yang diteliti ialah dampak perkebunan kelapa sawit terhadap Daerah Aliran Sungai  di Kabupaten Kaur.

Penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh perkebunan sawit terhadap aliran permukaan dan erosi tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS)  Kabupaten Kaur. (more…)

 

ADAPTASI PETANI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM January 10, 2013

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 11:14 pm
Tags: ,

M. Arief Firdaus (E2AA012014)

Abstrak

Meningkatnya kadar CO2 di atmosfer akibat pembakaran bahan bakar fosil, pengrusakan dan alih fungsi  hutan, kegiatan pertanian, industri dan limbahnya telah meyebabkan pemanasan global. Sektor pertanian merupakan sektor yang paling dipengaruhi oleh perubahan iklim dikarenakan sifatnya yang banyak dipengaruhi oleh kondisi iklim lingkungan yang ada disekitarnya. Bagi petani kondisi ini mempunyai arti semakin tingginya ancaman menurunnya hasil pertanian atau bahkan gagal panen yang pada akhirnya mengancam ketahanan pangan. Kemampuan petani di tingkat lapangan untuk beradaptasi dengan kondisi ini menjadi sangat penting untuk mengurangi resiko ancaman yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Autonomous adaptation merupakan bentuk adaptasi sektoral/individu yang dilakukan petani menghadapi perubahan iklim. Sedangkan planned adaptation bersifat multisekoral/menyeluruh dan terencana. Beberapa faktor yang berhubungan dengan praktek pertanian yang adaptif (baik autonomous maupun planned adaptation) terhadap perubahan iklim adalah pengetahuan petani terhadap adanya perubahan iklim khususnya suhu udara dan curah hujan, pengalaman mengalami bencana terkait perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, sulitnya menentukan waktu tanam yang tepat, frekuensi pendampingan oleh tenaga tehnis, akses terhadap modal/input pertanian , akses dan pemanfaatan terhadap informasi klimatologi berhubungan dengan adopsi praktek pertanian yang adaptif, dan lokasi geografis.  Bentuk praktek pertanian adaptif yang dijumpai dalam telaah ini adalah memajukan waktu tanam berdasarkan informasi klimatologi, melakukan pemilihan jenis tanaman yang tepat sesuai perkiraan informasi klimatologi, pemanfaatan bibit unggul yang tolerant terhadap kondisi tertentu seperti kadar garam tinggi atau kondisi kering atau basah, rotasi dan diversifikasi tanaman, pertanian terintegrasi, pemanfaatan pupuk hayati, pemanfaatan biopeptisida, pengaturan sistim irigasi dan kegiatan penanaman pohon.

Kata kunci: perubahan iklim, adaptasi, pertanian, pemanasan global, praktek pertanian adaptif (more…)

 

REHABILITASI LAHAN KRITIS DENGAN SISTEM AGROFORESTRY Oleh : HELEN TIORITA September 2, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 2:11 am
Tags: ,

ABSTRAK

Meningkatnya lahan kritis merupakan kesatuan antara pemicu dengan kondisi biofisik, social budaya, ekonomi dan terkait dengan tanah sebagai factor utama. Lahan kritis sebagai salah satu kawasan yang luasannya cukup luas dan produktivitas lahan masih kurang dalam hal pengelolaannya. Kegiatan rehabilitasi lahan pada lahan kritis merupakan salah satu upaya peningkatan sumber daya alam yang ada untuk dapat dikembangkan dan dilestarikan. Rehabilitasi lahan kritis dengan system agroforestry adalah kombinasi dari suatu metode penanaman tanaman pertanian dengan kehutanan yang mana dalam hal pengelolaannya mengikutsertakan partisipasi masyarakat yang ada disekitarnya. (more…)

 

Hutan August 25, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 1:16 pm
Tags:

oleh: HABIBI

                                                                                               

A.LATAR BELAKANG

            Seperti telah kitam ketahui bersama, bahwa hutan merupakan paru- paru bumi tempat berbagai satwa hidup, hasil tambang dan berbagai sumberdaya lainnya yang bias kita dapatkan dari hutan yang tak ternilai harganya bagi manusia.

Keberadaan hutan, dalam hal ini  daya dukung hutan terhadap segala aspek kehidupan manusia,satwa dan tumbuhan sangat ditentukan pada tinggi rendahnya kesadaran manusia akan arti penting hutan di dalam pemempaatan dan pengelolaan hutan. Hutan menjadi media hubungan timbal balik antara manusia dan mahluk hidup lainya dengan fakto- factor alam yang terdiri dari proses ekologi dan merupakan satu kesatuan siklus yang dapat mendukung kehidupan (Reksohadiprojo, 2000)

B.DEFINISI DAN PENGERTIAN HUTAN

Hutan secara konsepsional yuridis dirumuskan di dalam pasal 1 ayat ( 1 )Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan. Menurut Undang – undang tersebut, Hutan adalah satu kesatuan ekosistem berupa hamparan  lahan berisi sumberdaya alam, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat di pisahkan.

            Pengertaian hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya.Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. (more…)

 

KAJIAN KARAKTERISTIK DAN DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PETANI SEKITAR HUTAN July 30, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 12:45 am
Tags: , ,

Oleh Sasmadi

Abstrak

 

Pemanfaatan sumberdaya hutan perlu dilakukan dengan memperhatikan prinsip kelestarian. Pemanfaatan hutan dengan mengkonversinya menjadi kebun kopi akan menyebabkan fungsi hutan sebagai pencegah erosi menjadi berkurang. Apalagi jika konversi kawasan hutan ini dilakukan pada daerah hulu DAS, yang merupakan daerah dengan kemiringan lereng lebih dari 15%. DAS Air Bengkulu adalah salah satu DAS yang mengalami  tekanan akibat kepadatan penduduk. DAS Air Bengkulu mulai dibuka pada jaman kolonial Belanda yaitu pada tahun 1936, dan terus berlanjut baik melalui program transmigrasi umum maupun transmigrasi lokal. Akibat kedatangan penduduk secara bergelombang ini, pembukaan kawasan hutan dalam wilayah DAS Air Bengkulu semakin meluas. Etnis utama yang mendiami kawasan DAS Air Bengkulu adalah Rejang, Lembak, dan Jawa, yang ketiganya hidup berdampingan akan tetapi letak rumah masing – masing etnis berkumpul dan berdekatan antara sesama etnis. Proses interaksi antar etnis berlangsung lama dan memerlukan bantuan pihak ketiga untuk mempercepatnya.

 Kata Kunci : Kajian Karakteristik, Kegiatan Petani Sekitar Hutan, Das Air Bengkulu. (more…)

 

EFEK PEMBUKAAN KEBUN KOPI RAKYAT DI LAHAN BERLERENG DI KECAMATAN NASAL KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU TERHADAP BAHAYA DEGRADASI LAHAN July 10, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 11:24 pm
Tags: ,

 

Oleh : Ivan Roy

ABSTRAK

 Kerusakan tanah adalah  proses atau fenomena penurunan kapasitas tanah dalam mendukung kehidupan dengan hilangnya  atau menurunnya fungsi tanah, baik fungsinya sebagai sumber unsur hara tumbuhan maupun maupun fungsinya sebagai matrik tempat akar tumbuhan berjangkar dan tempat air tersimpan. Proses  kerusakan tanah sebagai proses atau fenomena penurunan kemampuan tanah dalam mendukung kehidupan pada saat ini atau pada saat yang akan datang yang disebabkan oleh ulah manusia.

Faktor penyebab degradasi disebabkan oleh 2 faktor utama yakni ulah manusia dan kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan ini termasuk tipe kelerengan lahan, semakin tinggi kelerengan lahan maka tingkat degredasi lahan semakin besar. Pembukaan kebun kopi pada lahan berlereng dengan tanpa pengolahan lingkungan yang berkelanjutan seperti kebun tanpa naungan ataupun tanaman pelindung memberi dampak posistif penurunan produktivitas lahan, produktifitas tanaman dan pendapatan petan.

Secara geografis penutupan vegetasi lahan bahwa kecamatan Nasal memiliki 65,03 % areal semak belukar dan perkebunan  lahan terbuka sedangkan  tingkat kemiringan bergelombang berbukit  sampai bergunung mencapai 95,95 % . Dilokasi ini aktifitas masyarakat sangat aktif dengan  budidaya pertanian dengan tanaman keras dimungkinkan bahwa efek degradasi lahan tersebut  sangat besar tejadi.

Ditinjau dari segi lingkungan, perkebunan pola agroforestry/hutan rakyat merupakan salah satu bentuk untuk pengendalian atau rehabilitasi kerusakan lahan dimana keragaman hayati didalam lahan akan bertindak sebagai penghadang fisik antara air hujan dan permukaan tanah, sehingga air hujan yang jatuh menetes secara perlahan, tidak menghempas permukaan tanah sehingga run off dan erosi dapat diperkecil.

 Kata Kunci :  Kebun Kopi Rakyat, Lahan Berlereng, Bahaya Degradasi Lahan

Selengkapnya

 

KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN PENGELOLAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN March 22, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 11:57 pm
Tags: ,

OLEH: RENSI PEBRENI

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Tanpa kita sadari bahwa banyaknya revolusi yang terjadi seiring dengan perkembangan teknologi dan budaya yang ada dalam kehidupan manusia, telah menimbulkan berbagai macam permasalahan yang muncul. Tingkat peradaban manusia yang semakin hari semakin berkembang membuat kita senantiasa berurusan dengan lingkungan yang semakin hari sulit untuk dihindari.

Perkembangan lingkungan yang semakin tercemar memungkinkan terjadinya suatu krisis terhadap lingkungan sosial. Krisis terhadap lingkungan hidup merupakan suatu tantangan yang sangat besar. Tantangan ini didapati berlaku terutama di negara-negara yang sedang membangun karena adanya berbagai aktivitas pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat manusia yang sering pula membawa dampak terhadap perubahan lingkungan.

Usaha untuk meningkatkan kualitas hidup telah dimulai sejak peradaban manusia ribuan tahun yang silam, yaitu dalam usaha mendapatkan kesenangan hidup yang akan dinikmati diri sendiri maupun untuk diwariskan kepada generasiyang akan datang. Peningkatan kualitas ini tentunya telah terasa sejak adanya revolusi yang ada di Eropa dengan ditandai dengan adanya revolusi industri. (more…)

 

Pengelolaan Kesuburan Tanah March 15, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 11:47 pm
Tags: ,

Kesuburan tanah sangat penting bagi produktivitas berbagai tanaman. Tanah yang subur akan menghasilkan produksi tanaman yang tinggi, sebaliknya tanah yang tidak subur akan menghasilkan produksi yang rendah. Lalu bagaimana mempertahankan kesuburan tanah? Bagaimana pula mengelola lahan yang tidak subur agar menjadi subur? Berikut ini saya sajikan tulisan tentang pengelolaan kesuburan tanah.

Pengelolaan Kesuburan Tanah

 

HUBUNGAN EKOLOGIS DAN BIOLOGIS YANG TERJADI ANTARA MANGROVE, LAMUN, DAN TERUMBU KARANG March 6, 2012

Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 3:31 am
Tags: , ,

Oleh : Rahadian Harry Dewanto

Abstrak

Ekosistem mangrove, terumbu karang, dan lamun mempunyai keterkaitan ekologis (hubungan fungsional), baik dalam nutrisi terlarut, sifat fisik air, partikel organik, maupun migrasi satwa, dan dampak kegitan manusia. Oleh karena itu apabila salah satu ekosistem tersebut terganggu, maka ekosistem yang lain juga ikut terganggu. Yang jelas interaksi yang harmonis antara ketiga ekosistem ini harus dipertahankan agar tercipta sebentuk sinergi keseimbangan lingkungan. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang sangat produktif dengan produktivitas primernya yang sangat tinggi daripada ekosistem lainnya di perairan. Hutan mangrove mempunyai fungsi ekologis yang sangat penting yaitu sebagai salah satu penyerap karbondioksida di udara. Peningkatan kandungan karbondioksida di udara dapat menyebabkan dampak pemanasan global. Jika terjadi pemanasan global oleh penebangan hutan mangrove besar-besaran maka ini akan berpengaruh terhadap ekosistem terumbu karang dan lamun. Misalnya zooxanthela pada terumbu karang akan keluar dari karang akibat meningkatnya suhu perairan. Karang yang membutuhkan zooxanthela dalam memproduksi zat-zat penting bagi pertumbuhannya akan mati sehingga terjadi pemutihan karang.

Kata kunci : interaksi yang harmonis antara ketiga ekosistem, fungsi ekologis (more…)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers